DAPURPACUID – Kemacetan panjang sering kali membuat situasi di jalan menjadi tidak menentu. Terlebih ketika suara sirene dari ambulans tiba-tiba terdengar dari belakang.
Alhasil situasi jalan jadi tidak menentu. Banyak pengendara termasuk sepeda motor bingung harus bersikap. Ada yang mendadak berhenti, panik berpindah jalur, bahkan nekat mengikuti ambulans menerobos kemacetan.
Padahal, dalam kondisi seperti ini, ketenangan dan keputusan yang tepat sangat penting. Tenang, tertib dan tetap mengutamakan keselamatan di jalan wajib kiranya.
Ambulans yang sedang membawa pasien darurat memiliki prioritas utama di jalan dan seluruh pengguna kendaraan wajib memberikan akses agar mereka bisa melaju tanpa hambatan.
Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sayangnya, masih banyak pengendara yang belum memahami cara bersikap dengan benar ketika ambulans melintas.
Tapi praktiknya, masih ditemukan perilaku pengendara yang justru memperburuk kondisi di jalan, salah satunya mengikuti ambulans untuk membuka jalan di tengah kemacetan.

Tindakan tersebut jelas tidak hanya berbahaya, tetapi juga melanggar aturan dan berpotensi menghambat laju ambulans dalam menjalankan proses penyelamatan pasien.
Head of Safety Riding Promotion (SRP) PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani menegaskan, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam situasi apa pun.
Termasuk, lanjut dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5), saat mendengar sirene ambulans dimana hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang.
“Kepanikan justru dapat memicu keputusan yang keliru dan meningkatkan risiko kecelakaan. Prinsip #Cari_Aman harus selalu menjadi prioritas,” ujar Agus lebih lanjut.
Agar tak salah mengambil keputusan di jalan, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan pengendara motor ketika ambulans melintas. Berikut detailnya:
Tetap Tenang dan Hindari Panik
Jangan langsung melakukan manuver mendadak saat mendengar sirene. Kepanikan justru bisa memicu kecelakaan, terutama di kondisi jalan yang padat.

Segera Beri Ruang
Pengendara sebaiknya menepi secara perlahan ke sisi kiri jalan untuk memberikan akses bagi ambulans. Hindari berpindah jalur secara tiba-tiba.
Pastikan Kondisi Aman
Sebelum bergerak, cek spion dan area blind spot terlebih dahulu. Langkah ini penting untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan lain di sekitar.
Berhenti Jika Memang Diperlukan
Dalam kondisi lalu lintas yang benar-benar padat, pengendara bisa berhenti sementara untuk memberi ruang lebih luas bagi ambulans melintas.
Jangan Membuntuti Ambulans
Mengikuti ambulans demi memanfaatkan jalan yang terbuka merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Selain melanggar etika berkendara, hal ini juga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Keselamatan Bukan untuk Diri Sendiri
Kesadaran berlalu lintas tak hanya soal mematuhi aturan, juga bentuk kepedulian terhadap sesama. Memberikan jalan bagi ambulans berarti membantu proses penyelamatan seseorang yang sedang berada dalam kondisi darurat.
Agus Sani kembali mengingatkan bahwa budaya berkendara aman harus diterapkan dalam segala situasi, termasuk ketika menghadapi kondisi darurat di jalan raya.

“Mengikuti ambulans untuk kepentingan pribadi adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Kami mengajak para pengendara mengedepankan empati dan konsisten menerapkan #Cari_Aman,” tandasnya.
Safety riding bukan sekadar soal memakai helm atau mematuhi rambu lalu lintas. Begitu pun soal prinsip keselamatan menjadi penting, tak hanya dalam kondisi normal, tapi saat situasi darurat.
Keselamatan berkendara juga mencakup kesiapan berkendara, kemampuan membaca situasi, menjaga emosi, serta mengambil keputusan yang tepat di jalan.
Melalui edukasi yang terus dilakukan, Wahana berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menghormati kendaraan prioritas bisa semakin meningkat.
Dengan sikap yang tertib, tenang, dan bertanggung jawab, setiap pengendara dapat ikut menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan manusiawi, terutama saat situasi darurat terjadi di jalan raya.
Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara, WMS terus mengajak masyarakat untuk menjadikan #Cari_Aman sebagai bagian dari gaya hidup di jalan.
Dengan sikap tenang, tertib, dan bertanggung jawab, pengendara dapat berkontribusi dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman, termasuk saat menghadapi situasi darurat. [dpid/TH]

