Shell Buka Pabrik Grease di Indonesia, Kapasitas 12 Ribu Ton

DAPURPACUID – Shell Indonesia memperkuat aktivitas manufakturnya dengan mengoperasikan Grease Manufacturing Plant (GMP) di kawasan Marunda, Bekasi, Jawa Barat. Selasa (15/9).

Fasilitas baru ini berkapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun. Kehadiran GMP jadi pelengkap pabrik Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) Shell yang sebelumnya telah beroperasi di Marunda.

Dengan tambahan fasilitas tersebut, Shell Indonesia memiliki kemampuan produksi gemuk secara lokal untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian RI turut mengapresiasi diresmikannya fasilitas GMP sebagai bagian upaya memperkuat basis manufaktur di Tanah Air.

Investasi ini dipercaya dapat mendukung kebutuhan berbagai sektor industri seperti manufaktur, pertambangan, transportasi, dan kegiatan industri lainnya yang terus bertumbuh.

Sehingga diyakini menghasilkan produk bernilai tinggi dan memiliki keterkaitan dengan industri nasional sehingga menciptakan multiplier effect perekonomian nasional.

Peningkatan daya saing industri pelumas dapat menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur grease dengan mampu membawa produk Indonesia ke tingkat dunia.

“Pembangunan GMP di Marunda bukan sekadar penambahan fasilitas produksi, tetapi merupakan bagian dari penguatan basis manufaktur Indonesia,” tutur Menteri Perindustrian RI.

Dalam sambutannya disela peresmian, Agus berharap ke depannya perjalanan fasilitas GMP Marunda tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pasar domestik saja.

“Seiring dengan kapasitas produksi dan daya saing yang semakin kuat, diharapkan Indonesia dapat berkembang menjadi bagian dari basis produksi regional Shell,” imbuhnya.

Di sisi lain, Global Executive Vice President Shell Lubricants, Jason Wong mengatakan, peresmian pabrik ini merefleksikan keyakinan berkelanjutan terhadap potensi pertumbuhan Indonesia.

Sekaligus bentuk komitmen mendukung pertumbuhan industri Tanah Air. Jason menambahkan, dengan memperkuat kapabilitas manufaktur lokal, Shell meningkatkan ketahanan pasokan.

“Dan menjadikan produk dan keahlian kami lebih dekat kepada pelanggan. Investasi ini juga menegaskan komitmen jangka panjang kami menciptakan nilai bagi pelanggan, mitra,” papar Jason.

Gemuk atau grease memiliki peran penting dalam menjaga kinerja sejumlah komponen mesin, yang digunakan pada berbagai aplikasi yaitu bantalan dan roda gigi yang membutuhkan perlindungan terhadap gesekan, serta kondisi operasional berat.

Lewat fasilitas barunya, Shell memproduksi Gadus. Produk tersedia dalam sejumlah pilihan kemasan, mulai dari drum dan pail hingga fluid bag sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna industri.

Dari sisi proses, GMP Shell mengandalkan teknologi contact reactor. Penggunaan teknologi ini ditujukan guna meningkatkan fleksibilitas sekaligus efisiensi dalam kegiatan manufaktur.

Investasi ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok industri pelumas. Pemerintah melihat keberadaan fasilitas ini berpotensi memberikan dampak lebih luas, karena kebutuhan grease tak hanya datang dari satu sektor.

Industri manufaktur, pertambangan, transportasi, dan berbagai kegiatan industri lainnya menjadi pengguna produk pelumasan yang membutuhkan pasokan secara konsisten.

Produksi lokal diharapkan membuat kebutuhan ini lebih dekat dengan sumber manufaktur. Hal ini ditegaskan President Director & Managing Director Lubricants Shell Indonesia, Andri Pratiwa.

Dia menuturkan, meningkatnya aktivitas industri turut mendorong kebutuhan terhadap solusi pelumasan yang dapat menunjang produktivitas dan operasional.

“Kehadiran GMP Shell memampukan kami mendukung pelanggan dengan menghadirkan produk gemuk sebagai upaya meningkatkan produktivitas,” paparnya lebih lanjut.

“Termasuk kinerja operasional di berbagai sektor industri, dengan didukung oleh keahlian teknis Shell dan pemahaman akan kebutuhan pasar domestik,” tutup Andri.

Bagi Shell, investasi GMP juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang memperkuat kapabilitas lokal, sekaligus mendekatkan produk dan keahlian teknis kepada pelanggan di Indonesia. [dpid/TH]