DRMA dan Minth Group Patungan Rp45 Miliar, Pabrik Komponen EV Segera Dibangun

DAPURPACUID – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mulai memperluas bisnisnya ke segmen komponen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan menggandeng Minth Group.

Kedua perusahaan sepakat membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama PT Dharma Minth Indonesia, yang akan bergerak di bidang produksi komponen untuk kendaraan listrik.

Dengan adanya kerja sama tersebut menjadi langkah DRMA untuk memperbesar cakupan bisnis di tengah perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Lewat perusahaan baru ini, DRMA tak hanya mengandalkan portofolio komponen yang sudah diproduksi saat ini, tapi juga masuk ke sejumlah produk yang memiliki kebutuhan khusus pada kendaraan elektrifikasi.

President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso menuturkan, seiring tren penggunaan kendaraan listrik yang makin berkembang, pihaknya melihat pasar komponen EV juga terus tumbuh.

“Untuk menangkap peluang pasar yang makin besar itulah DRMA menggandeng Minth Group sebagai mitra strategis dengan membentuk usaha patungan,” tutur Irianto.

Beberapa komponen yang menjadi fokus produksi antara lain Battery Housing, struktur bodi dan sasis berbasis aluminium extrusion, serta komponen plastik (Plastic Component Design).

Produk-produk tersebut nantinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan produsen kendaraan listrik, baik di pasar domestik maupun ke berbagai negara di dunia.

“Harapan kami, kemitraan strategis ini juga akan membuka peluang bagi DRMA melakukan penetrasi kepada pelanggan baru,” imbuh Irianto disela acara Signing Joint Venture PT Dharma Minth Manufacturing, Selasa (15/9) lalu.

Harapan yang sangat beralasan, karena Minth Group telah menjadi partner global hingga lebih dari 80 merek ternama di industri komponen-komponen otomotif.

Dari sisi investasi, perusahaan patungan ini menggelontorkan investasi awal sebesar Rp45 miliar. Komposisi kepemilikannya menempatkan Minth Group sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 51 persen, sementara Dharma Group menguasai 49 persen.

Sementara untuk kegiatan produksinya, PT Dharma Minth Indonesia akan memanfaatkan fasilitas yang berlokasi di kawasan MM2100 Industrial Town, Cibitung.

Operasional pabrik ditargetkan mulai berjalan pada kuartal kedua 2027 mendatang. Bagi DRMA, pembentukan perusahaan patungan ini memiliki dua kepentingan strategis.

Selain menambah lini bisnis baru, kerja sama tersebut diharapkan membuka akses terhadap teknologi serta pasar yang sebelumnya belum dijangkau.

“Kami optimis, setidaknya kerja sama ini akan memberi dua manfaat positif bagi Dharma Group, yaitu transfer teknologi dan terbentuknya mesin pertumbuhan pendapatan yang baru,” tutup Irianto.

Di sisi lain, kehadiran mitra global juga berpotensi memperluas kesempatan DRMA masuk ke rantai pasok kendaraan listrik internasional.

Sehingga ekspansi ini tidak sekadar menambah jenis produk, juga menjadi upaya perusahaan menyiapkan sumber pertumbuhan baru di tengah perubahan industri otomotif menuju elektrifikasi.

Langkah DRMA tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan kendaraan listrik ikut menciptakan peluang baru bagi industri komponen lokal.

Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas Dharma Minth Indonesia mulai 2027 akan menjadi salah satu bagian dari ekspansi bisnis komponen EV di Indonesia. [dpid/TH]