DAPURPACUID – Isuzu D-Max 2.2 membukukan perjalanan sejauh 1.605 kilometer dari Sandakan, Sabah, menuju Kuching, Sarawak, Malaysia, hanya dengan satu tangki bahan bakar.
Pencapaian ini jadi bagian dari program ‘D-Max One Tank. One Nation Challenge’ yang digelar Isuzu Malaysia guna menunjukkan efisiensi kendaraan di berbagai kondisi jalan.
Dalam pengujian ekstrem tersebut, Isuzu Malaysia mengerahkan dua varian D-Max terbaru, yakni 2.2L 4×4 AT Premium dan 2.2L 4×2 Auto Plus.
Keduanya mengandalkan mesin diesel turbo empat silinder RZ4F-TC berkapasitas 2,2 liter, yang diperkenalkan pada Maret 2026 sebagai pengganti mesin 1,9 liter RZ4E-TC.
Perjalanan dimulai dari diler Isuzu di Sandakan, kemudian berlanjut menuju Telupid, kawasan yang masih menghadapi pengerjaan proyek Jalan Raya Pan Borneo.

Rute berikutnya membawa rombongan melintasi kawasan pegunungan Crocker Range sebelum menuju Kota Kinabalu. Perjalanan dilanjutkan ke wilayah Sarawak melalui Brunei.
Selama di perjalanan rombongan menyambangi sejumlah titik persinggahan di Miri, Bintulu, Sarikei, dan Sibu. Beberapa pemberhentian juga dimanfaatkan untuk mengunjungi jaringan diler Isuzu setempat.
Kondisi jalur menjadi tantangan tersendiri. Selain melewati jalan yang masih dibangun dan ruas utama yang dipadati kendaraan berat, rute ini mencakup perubahan elevasi signifikan di kawasan Crocker Range.
Meski menghadapi kondisi tersebut, kedua unit pikap kabin ganda ini berhasil menuntaskan perjalanan sejauh 1.605 km tanpa pengisian bahan bakar tambahan.
COO kendaraan komersial ringan Isuzu Malaysia, Kenichi Kudo mengatakan, pengujian ini memberi gambaran lebih relevan mengenai efisiensi kendaraan dibanding perjalanan di jalan bebas hambatan yang relatif lancar.

“Mudah untuk mengklaim sebuah kendaraan hemat bahan bakar dengan mengendarainya di jalan raya yang mulus dan lengang,” tuturnya seperti dilansir Isuzu Malaysia.
“Namun, bagi kami, keunggulan Isuzu D-Max paling tepat ditunjukkan melalui kondisi nyata yang dihadapi pelanggan setiap hari,” imbuh Kudo lebih lanjut.
Ia menambahkan, efisiensi bahan bakar bukan satu-satunya faktor yang ditawarkan D-Max terbaru. Menurutnya, mesin 2.2 liter ini juga diarahkan untuk memberikan biaya operasional lebih rendah melalui daya tahan, produktivitas, dan pajak jalan yang lebih ringan.
Melalui tantangan ini, Isuzu Malaysia menyoroti kemampuan D-Max 2.2 dalam menggabungkan efisiensi konsumsi bahan bakar dengan kebutuhan operasional di medan yang beragam.
Meski begitu, hasil perjalanan ini merupakan pencapaian dalam rute dan kondisi pengujian tertentu, sehingga konsumsi aktual tetap dapat berbeda bergantung pada beban kendaraan, gaya berkendara, kondisi jalan, serta cuaca. [dpid/TH]























