KALISTA Uji EV di Tambang Kideco, Hemat Energi hingga 78 Persen

DAPURPACUID – Pemanfaatan kendaraan listrik mulai diuji untuk kebutuhan operasional di area pertambangan. Salah satunya yang dilakukan oleh PT Kideco Jaya Agung (Kideco).

Kolaborasi antara Kalista dan Kideco melakukan pengujian dua kendaraan listrik ringan (EV light vehicle) di area tambang Kideco, Paser, Kalimantan Timur.

Uji coba yang berlangsung sejak 13 Agustus hingga 20 September 2026 ini jadi bagian dari evaluasi penggunaan kendaraan listrik untuk aktivitas operasional tambang.

Hasil pengujian sampai 14 September lalu menunjukkan adanya potensi penghematan biaya energi hingga 80 persen, tergantung jenis kendaraan yang digunakan.

Adapun dua kendaraan yang diuji terdiri dari model double cabin dengan kapasitas baterai 88,02 kWh, serta MPV dengan baterai berkapasitas 64,7 kWh.

Keduanya dioperasikan langsung di area tambang guna melihat kemampuan kendaraan menghadapi kondisi penggunaan sebenarnya. Data uji membuktikan unit double cabin telah menempuh jarak 1.526 km.

Kendaraan tersebut mencatat efisiensi energi 3,12 km/kWh, dengan penghematan biaya energi mencapai 76 persen dibanding kendaraan sejenis menggunakan bahan bakar minyak.

Sementara unit MPV mencatatkan jarak tempuh lebih jauh, yakni 2.097 km. Efisiensi energinya mencapai 5,02 km/kWh, dengan penghematan biaya energi 80 persen dibanding MPV konvensional.

Kedua kendaraan tersebut juga menghasilkan estimasi pengurangan emisi sebesar 65 persen dibandingkan kendaraan berbasis bahan bakar minyak.

Diuji dalam Kondisi Operasional Tambang

Pengujian tak hanya melihat konsumsi energinya. Kalista dan Kideco turut memantau sejumlah parameter yang berkaitan dengan penggunaan armadak dalam aktivitas tambang.

Beberapa aspek yang dievaluasi yaitu jarak tempuh, konsumsi energi, durasi pengisian baterai, tingkat pemakaian kendaraan, keandalan unit, serta kemampuan kendaraan menghadapi karakteristik medan pertambangan.

Salah satu target dalam pengujian yakni kemampuan mencapai jarak hingga 150 km dalam satu kali pengisian baterai. Selain itu, kendaraan ditargetkan mampu mencapai tingkat utilisasi minimal 80 persen.

Direktur Utama Kideco, Kurnia Ariawan menegaskan, pengujian kendaraan ini dilakukan sebagai kelanjutan dari eksplorasi elektrifikasi kendaraan operasional di lingkungan pertambangan.

Sebagai informasi, saat ini Kideco memiliki sekitar 1.200 unit light vehicle yang beroperasi di area tambang. Jumlah ini menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk melihat kemungkinan penggunaan kendaraan listrik pada kategori armada tersebut.

Menurut Kurnia, pengujian langsung di area operasional diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai performa kendaraan dalam kondisi tambang yang sebenarnya.

“Bersama Kalista, kami menguji dua unit EV light vehicle secara langsung dalam kondisi operasional tambang nyata, agar bisa evaluasi secara langsung,” ujar Kurnia.

Perluas Elektrifikasi Kendaraan Komersial

Bagi KALISTA, pengujian bersama Kideco menjadi bagian dari pengembangan solusi elektrifikasi untuk kendaraan komersial di sektor yang memiliki kebutuhan operasional berbeda-beda.

Direktur Utama Kalista, Albert Aulia Ilyas menuturkan, perusahaan sebelumnya telah menjalankan implementasi kendaraan listrik untuk kebutuhan truk di sektor logistik dan perkotaan.

Pengujian kendaraan ringan di area pertambangan menjadi langkah berikutnya untuk melihat penerapan elektrifikasi pada lingkungan kerja dengan karakteristik berbeda.

“Bersama Kideco, kami melakukan uji coba untuk mengeksplorasi penggunaannya sebagai transportasi karyawan, menghadirkan mobilitas berkelanjutan yang komprehensif,” tutup Albert.

Kalista sendiri menawarkan pendekatan Fleet-as-a-Service (FaaS). Skema tersebut mencakup sejumlah kebutuhan terintegrasi dalam pengoperasian armada.

Mulai dari penyediaan armada dan pembiayaan berbasis OPEX, pembangunan infrastruktur pengisian daya, penentuan pola charging, pemantauan armada, hingga pemeliharaan dan layanan purnajual.

Solusi ini dikembangkan untuk sejumlah sektor, termasuk transportasi perkotaan, logistik, pertambangan, dan perkebunan. Uji coba EV light vehicle di Kideco menjadi salah satu proses evaluasi penerapan kendaraan listrik pada lingkungan pertambangan.

Data mengenai konsumsi energi, jarak tempuh, utilisasi, pengisian daya, dan keandalan kendaraan selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan penggunaan armada listrik untuk kebutuhan operasional.

Hasil pengujian juga memberi gambaran mengenai potensi efisiensi biaya energi dan pengurangan emisi dari penggunaan kendaraan listrik ringan, dibandingkan kendaraan konvensional dalam aktivitas operasional tambang. [dpid/TH]