Hyundai Bawa 11 Bus Listrik ke Bali, Intip Spesifikasinya

DAPURPACUID – Hyundai Motor Company memperluas kiprahnya di pasar kendaraan listrik Indonesia, lewat serah terima 11 unit bus County EV guna mendukung pengembangan transportasi publik di Bali.

Armada tersebut disiapkan melalui kerja sama dengan karoseri lokal Laksana dalam program Bali E-Mobility, yang melibatkan Global Green Growth Institute (GGGI).

Inisiatif yang didukung Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan (MCEE) ini menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi di Pulau Dewata.

Tak hanya armada, HMC juga menyediakan outlet stasiun pengisian daya dalam proyek tersebut. Dalam kolaborasi ini, Hyundai menyediakan platform kendaraan listrik.

Sedangkan Laksana bertanggung jawab atas pengembangan dan produksi bodi bus. Kemitraan ini memperlihatkan peran industri karoseri dalam mendukung elektrifikasi transportasi umum di Indonesia.

Senior Vice President sekaligus Head of Global Commercial Vehicle and Light Commercial Vehicle Business Division HMC, Chul Youn Park menuturkan, komitmen ini untuk mendukung perubahan sistem transportasi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.

“Kami bangga dapat berkontribusi dalam mendukung transisi sistem transportasi yang lebih berkelanjutan di Bali melalui penyediaan bus listrik,” imbuhnya dalam siaran resmi.

“Dengan pengalaman global dan kehadiran yang terus berkembang di Indonesia, kami berkomitmen memperluas bisnis kendaraan niaga berbasis listrik di berbagai kota dan wilayah di Indonesia,” tandasnya.

Bidik Pasar Bus Listrik Indonesia

Bus listrik yang dipasok Hyundai memiliki panjang sekitar 8 meter dan dirancang untuk mengangkut hingga 20 penumpang. Berbekal baterai berkapasitas 128 kWh, mampu menempuh jarak lebih dari 200 km dalam sekali pengisian daya penuh.

Jarak tempuh ini menjadi salah satu aspek penting untuk menunjang operasional transportasi publik. Meski demikian, jarak aktual dapat dipengaruhi kondisi lalu lintas.

Termasuk penggunaan pendingin udara, jumlah penumpang, serta karakteristik rute yang dilalui. Menjaga keandalannya, Hyundai juga menyiapkan program EV Bus Field Quality Assurance.

Program ini mencakup pemantauan kondisi kendaraan dan kinerja operasional sejak tahap awal penggunaan, termasuk melalui pembentukan pusat pemantauan kualitas di lokasi.

Kehadiran County EV di Bali melanjutkan langkah Hyundai di sektor transportasi umum setelah sebelumnya memasok bus serupa untuk layanan publik di Surabaya pada November 2024.

Perusahaan menargetkan pengembangan bisnis kendaraan niaga listrik di sejumlah kota Indonesia, termasuk Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi Hyundai untuk memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Asia-Pasifik.

Melalui proyek Bali E-Mobility, penggunaan bus listrik diharapkan bisa membantu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung pengembangan transportasi lebih ramah lingkungan di destinasi wisata internasional tersebut. [dpid/TH]