Hantam Jalan Berlubang? Tiga Komponen Mobil Ini Bisa Ikut Rusak!

DAPURPACUID – Menghantam jalan berlubang bukan sekadar membuat perjalanan terasa tidak nyaman. Benturan keras, terutama saat mobil melaju cukup kencang, berpengaruh ke sejumlah komponen.

Adapun komponen-komponen yang bakal terdampak mulai dari kondisi ban, velg, hingga sektor kaki-kaki. Bahkan, kerusakannya terkadang baru terasa pasca mobil kembali digunakan.

Gejalanya bisa berupa setir yang tidak lagi lurus, getaran berlebih saat berkendara, atau bahkan munculnya suara asing dari bagian bawah kendaraan.

Karena itu, pemilik perlu memeriksa kondisinya setelah mengalami benturan cukup keras, bukan hanya memastikan kondisi ban masih bisa digunakan. Berikut tiga bagian mobil yang harus diperiksa:

1. Ban dan velg
Ban menjadi komponen pertama yang menerima benturan ketika melindas lubang. Tekanan keras bisa menyebabkan benjolan pada dinding ban, sobekan, atau kehilangan tekanan udara. Sementara velg berisiko penyok atau berubah bentuk, sehingga putaran roda menjadi tidak seimbang.

2. Posisi dan keselarasan roda
Benturan juga berpotensi mengubah keselarasan roda. Kondisi ini dapat dikenali saat setir tidak berada pada posisi lurus saat mobil melaju lurus, atau mobil cenderung menarik ke satu sisi.

Jika tidak segera ditangani, masalah keselarasan roda dapat mempercepat keausan ban secara tidak merata dan memengaruhi kestabilan kendaraan.

3. Komponen kaki-kaki
Tie rod, ball joint, lower arm, dan shock absorber termasuk komponen-komponen yang dapat menerima tekanan berlebih ketika roda menghantam lubang.

Kerusakan atau perubahan kondisi pada bagian tersebut bisa memunculkan bunyi tidak biasa, mengurangi kenyamanan, atau membuat mobil terasa lebih limbung.

Meski begitu, gejala-gejala tersebut tidak selalu menunjukkan kerusakan pada komponen yang sama. Pemeriksaan di bengkel diperlukan untuk memastikan sumber masalahnya.

Kapan Mobil Sebaiknya Tidak Dipaksakan Jalan?

Tidak semua mobil yang baru saja menghantam lubang harus langsung menggunakan towing. Jika kendaraan masih terasa normal, pengendara dapat membawa kendaraan secara hati-hati untuk diperiksa di bengkel.

Jika mobil mengalami getaran kuat, ban rusak, setir sulit dikendalikan, atau terdengar suara keras dari bagian bawah, pemilik sebaiknya berhenti di tempat aman dan tidak memaksakan perjalanan.

Kondisi ini berpotensi mengganggu keselamatan berkendara. Bila kendaraan masih terasa normal, pengemudi tetap perlu memantau perubahan perilaku mobil dan mempertimbangkan pemeriksaan di bengkel.

Jika terdapat keraguan terhadap kondisi roda atau bahkan sistem kemudinya, bantuan evakuasi akan lebih aman dibandingkan melanjutkan perjalanan.

Menjawab kebutuhan itu, Garasi.id menyediakan layanan Towing Express yang menghubungkan pelanggan dengan mitra towing di berbagai wilayah Indonesia sesuai cakupan layanan.

Nantinya, kendaraan Anda dapat diantar ke rumah atau bengkel pilihan menggunakan jaringan partner towing, dengan biaya yang dihitung berdasarkan jarak pengantaran.

Selain towing, pengendara juga bisa menghadapi situasi tak terduga seperti aki tekor, ban bermasalah, kehabisan bahan bakar, atau kunci tertinggal dalam mobil.

Garasi.id menawarkan program berlangganan Asisten Darurat dengan biaya Rp500 ribu untuk masa perlindungan 12 bulan dan hingga tiga kali penggunaan layanan.

Cakupannya meliputi towing, bantuan jumper aki, penggantian ban, pengantaran bahan bakar, serta bantuan ketika kunci mobil tertinggal di dalam kendaraan, sesuai ketentuan layanan.

CEO Garasi.id, Ardy Alam, menekankan pentingnya mengetahui akses bantuan ketika kendaraan mengalami masalah di perjalanan. Menurutnya, kendala di jalan bisa terjadi kapan saja dan tidak selalu bisa diprediksi.

“Karena itu, yang penting bukan hanya mengetahui cara merawat kendaraan, tapi juga mengetahui kemana harus mencari bantuan ketika masalah terjadi,” tutup Ardy.

Pada akhirnya, menghindari lubang di jalan tetap menjadi langkah pencegahan terbaik. Namun, saat benturan tidak dapat dihindari, memeriksa kondisi kendaraan dan mengenali gejala kerusakan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko serta menjaga keselamatan perjalanan. [dpid/TH]