Jadi SMK Binaan Honda, Apa Keuntungan bagi Siswa Panongan?

DAPURPACUID – PT Wahana Makmur Sejati (WMS) bersama PT Astra Honda Motor memperluas pembinaan pendidikan vokasi dengan menetapkan SMK Citra Nusantara Panongan, Tangerang.

Pengangkatan ini sebagai bagian dari jaringan 57 SMK Binaan Honda di wilayah Jakarta–Tangerang. Langkah ini ditujukan memperkuat penerapan program Link and Match, yakni penyelarasan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri otomotif.

Melalui kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda, para siswa diharapkan mendapatkan bekal teori dan praktik yang relevan dengan perkembangan teknologi sepeda motor.

Penetapan sekolah dilakukan setelah melalui proses verifikasi bersama WMS dan AHM (1/10). Penilaian meliputi kesiapan fasilitas praktik, kesesuaian sarana pembelajaran, serta kompetensi tenaga pengajar produktif.

Hasilnya, SMK Citra Nusantara Panongan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai SMK Binaan Honda. Di atas kertas, SMK ini memiliki pengajar profesional.

Terdapat enam guru produktif di SMK tersebut, terdiri atas tiga pengajar bersertifikasi Silver dan tiga lainnya telah mendapatkan sertifikasi Bronze.

Dukungan tenaga pengajar dan fasilitas praktik yang sesuai standar pembinaan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kejuruan.

Head of TSD WMS, Benedictus F. Maharanto, mengatakan pembinaan sekolah merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pendidikan dan industri.

Benedictus pun menegaskan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10), pembinaan SMK menjadi upaya untuk memperkuat implementasi program Link and Match.

“Kami berharap SMK Citra Nusantara Panongan bisa memanfaatkan kemitraan ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan keterampilan siswa, dan menyesuaikan proses pendidikan dengan perkembangan teknologi sepeda motor Honda,” jelasnya.

Ribuan Siswa TSM Honda Menempuh Pendidikan

Pada tahun ajaran 2026/2027, tercatat sebanyak 1.886 siswa dan siswi telah mengikuti program TSM Honda di 57 SMK binaan wilayah Jakarta–Tangerang.

Jumlah tersebut menggambarkan besarnya peran kemitraan industri dalam mendukung pengembangan tenaga kerja terampil sejak bangku sekolah.

Kolaborasi juga diarahkan pada penguatan pengalaman praktik lewat keterlibatan jaringan bengkel resmi AHASS. Siswa berpeluang mengenal prosedur perawatan dan perbaikan sepeda motor Honda.

Termasuk untuk standar operasional di bengkel, serta lingkungan kerja melalui kegiatan praktik kerja lapangan (PKL). Program pembinaan ini jadi bagian dari Satu Hati Education Program (SHEP).

Program SHEP sendiri merupakan inisiatif pengembangan kualitas pendidikan yang mendorong peningkatan kompetensi para pengajar dan peserta didik.

“Kami berharap kemitraan ini dapat dijalankan secara aktif melalui peningkatan kompetensi guru dan siswa, pemanfaatan sarana praktik, serta kolaborasi dengan jaringan AHASS,” ujar pria yang akrab disapa Beni.

“Dengan sinergi berkelanjutan, pendidikan vokasi dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mempersiapkan lulusan SMK untuk siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tandas Beni.

Melalui perluasan jaringan SMK binaan, WMS dan AHM menargetkan pembelajaran vokasi yang semakin selaras dengan kebutuhan industri otomotif.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri (SBN) untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi generasi muda Indonesia. [dpid/TH]