ASLC Perkuat Ekosistem Lelang–Ritel, Tatap 2026 Optimistis

DAPURPACU.ID – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menatap 2026 dengan optimisme positif melalui penguatan ekosistem lelang dan ritel mobil bekas yang terintegrasi.

Di tengah dinamika daya beli dan perubahan pola transaksi industri mobil bekas, perusahaan yang bergerak di berbagai bisnis memilih fokus dalam memperkuat fondasi bisnisnya.

Strategi ini dijalankan dengan menyinergikan seluruh lini usaha, mulai dari lelang, ritel, hingga layanan pendukung, guna menciptakan ekosistem jual beli kendaraan bekas yang efisien dan berkelanjutan.

Pendekatan terintegrasi ini diyakini mampu menjaga stabilitas kinerja sekaligus membuka peluang pertumbuhan jangka panjang. Dengan mengandalkan kanal online dan offline, ASLC menargetkan perluasan jangkauan pasar ke seluruh segmen konsumen otomotif nasional.

ASLC mengoperasikan ekosistem bisnis JBA sebagai balai lelang mobil bekas, Caroline.id di segmen ritel, MotoGadai di layanan pembiayaan berbasis gadai dan Cartalog sebagai pendukung ekosistem digital.

Seluruh lini saling terhubung guna memperkuat posisi ASLC sebagai omni-channel marketplace otomotif terpercaya. Hal ini diamini oleh Presiden Direktur ASLC, Jany Candra.

Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/1) lalu, dia menegaskan pihaknya mengintegrasi antarunit bisnis menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan industri.

“Dengan ekosistem yang solid, ASLC optimistis dapat menjaga pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelaku pasar,” imbuh Jany lebih lanjut.

Target Pertumbuhan Dobel Digit di 2026

Didukung prospek jangka panjang industri mobil bekas di Indonesia, ASLC menargetkan pertumbuhan pendapatan dobel digit pada 2026. Optimisme ini diperkuat oleh kinerja positif sepanjang 2025.

Hingga kuartal III 2025, pendapatan ASLC tercatat tumbuh 15 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp713 miliar. Dari jumlah ini, lini bisnis JBA berkontribusi Rp201,8 miliar, dengan volume lelang melampaui 92 ribu unit.

Capaian ini mencerminkan stabilitas bisnis lelang di tengah kondisi pasar yang dinamis. Diklaim JBA tercatat sebagai balai lelang mobil bekas terbesar di Indonesia.

Sejak berdiri pada 2011 silam, hingga saat ini JBA telah membukukan lebih dari 1 juta transaksi lelang dan memiliki jaringan nasional yang lebih luas.

Saat ini, JBA mengoperasikan 39 titik di Indonesia, terdiri dari 15 cabang dan 24 hub. Jaringan ini memungkinkan ASLC menjangkau pasar lebih luas sekaligus melayani kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah.

Dengan basis lebih dari 90.000 pembeli lelang aktif, serta dukungan kemitraan dengan lebih dari 400 perusahaan dan 7.000 diler mobil bekas, JBA mampu menciptakan volume transaksi yang kuat dan konsisten.

Skala ekosistem tersebut menjadi salah satu faktor utama yang diklaim mampu menjaga performa operasional JBA tetap stabil sampai saat ini.

Chief Executive Officer JBA Indonesia, Kazuhiro Shioyama menuturkan, perusahaan berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi digital dan perluasan jaringan.

“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat transparansi dan mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif nasional yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tandasnya.

Dengan strategi penguatan ekosistem lelang dan ritel yang terintegrasi, ASLC optimis mampu menghadapi dinamika industri mobil bekas tahun ini, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. [dpid/TH]

Previous articleMubes AHJ 2026, Perkuat Soliditas Komunitas Honda Jakarta
Next articleCharged Maleo S Resmi Hadir, Evolusi Motor Listrik Andalan 2026