DAPURPACUID – Perjalanan mudik jarak jauh bisa menyisakan dampak tersembunyi pada kendaraan, salah satunya kondisi sektor kaki-kaki yang mulai menurun performanya.
Jelas, kondisi ini akan memengaruhi kenyamanan berkendara. Sayangnya, selepas momen tersebut banyak pemilik mobil langsung kembali beraktivitas tanpa mengecek kendaraan.
Padahal, perjalanan jauh dengan beban penuh di kabin serta kondisi jalan yang beragam berpotensi mempercepat keausan komponen penting, terutama pada sektor kaki-kaki.
Untuk itu, Suzuki pun mengingatkan pentingnya inspeksi pasca mudik. Tujuannya sederhana; memastikan mobil tetap aman, stabil dan nyaman digunakan untuk aktivitas harian.
Ketika menempuh perjalanan mudik jarak jauh, komponen pada kaki-kaki seperti suspensi dan sistem kemudi bekerja ekstra keras menopang beban dari kendaraan.
Termasuk seluruh beban di dalamnya. Oleh karena itu, pengecekan pasca perjalanan menjadi langkah penting guna mencegah potensi kerusakan lebih serius di kemudian hari.

Sistem kaki-kaki sendiri terdiri dari berbagai komponen vital, mulai dari shock absorber, per, ball joint, tie rod, bushing arm, link stabilizer, rack steer, hingga sistem pengereman.
Menurut Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales, Hariadi, seluruh komponen saling terintegrasi menjaga stabilitas, meredam getaran, serta memastikan kendaraan tetap presisi saat melaju.
Dia menambahkan, kondisi kaki-kaki sangat krusial terutama setelah kendaraan digunakan dalam kondisi ekstrem seperti mudik, dengan muatan penuh dan rute beragam.
“Maka dari itu, penting bagi pelanggan mengecek kondisi komponen mobil, seperti area kaki-kaki. Sebaiknya pastikan kondisinya tetap optimal dan siap digunakan kembali sehari-hari,” imbuhnya.
Pada keterangan tertulisnya, Rabu (25/3) lalu, pihak Suzuki memberikan panduan pengecekan pada bagian kaki-kaki yang dapat dilakukan oleh pemilik kendaraan. Berikut rinciannya.
Kenali Gejala Awal Kaki-Kaki Bermasalah
Paling sederhana yaitu merasakan perubahan saat berkendara. Bunyi benturan dari kolong, setir bergetar, mobil terasa limbung, atau cenderung menarik ke satu sisi adalah tanda awal yang tidak boleh diabaikan.

Jika gejala itu muncul, pemeriksaan lebih lanjut perlu segera dilakukan. Komponen seperti bushing, ball joint, hingga link stabilizer berpotensi mengalami keausan akibat tekanan selama perjalanan jauh.
Shock Absorber Lemah, Kenyamanan Langsung Turun
Shock absorber berfungsi meredam getaran. Ketika kondisinya melemah, mobil akan terasa memantul berlebih, terutama saat melewati jalan rusak atau polisi tidur.
Ciri lainnya bisa dilihat dari adanya rembesan oli pada bodi shock. Jika ditemukan tanda tersebut, sebaiknya segera lakukan pengecekan di bengkel resmi.
Presisi Setir Dipengaruhi Komponen Steering
Perjalanan di jalan tidak rata juga berdampak pada sistem kemudi. Tie rod dan rack steer bisa mengalami perubahan yang membuat setir terasa kurang responsif atau sulit lurus.
Padahal kedua komponen ini berperan besar pada tingkat kepresisian pengendalian. Masalah ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga berisiko terhadap keselamatan jika dibiarkan.
Untuk itu, pemeriksaan komponen steering perlu diprioritaskan agar kontrol kendaraan kembali optimal saat kembali digunakan beraktivitas.

Spooring & Balancing, Solusi Getaran dan Ban Aus
Getaran pada setir atau keausan ban yang tidak merata biasanya berkaitan dengan sudut roda yang berubah. Solusinya adalah melakukan spooring dan balancing.
Proses ini membantu mengembalikan kestabilan mobil, menjaga arah tetap lurus, sekaligus memperpanjang umur pakai ban dan komponen kaki-kaki. Bengkel resmi jadi jawaban guna menuntaskan masalah ini.
Hariadi menegaskan, dengan meluruskan kembali arah roda sekaligus memastikan putaran ban tetap seimbang tanpa getaran, performa berkendara akan kembali optimal.
“Selain itu, perawatan ini juga membantu mencegah keausan ban yang tidak merata sehingga umur pakai komponen kaki-kaki menjadi lebih panjang,” tandasnya.
Seluruh Bengkel Resmi menjamin penggunaan komponen orisinal Suzuki Genuine Parts (SGP) yang teruji kualitasnya dan dirancang khusus agar presisi dengan spesifikasi kendaraan pelanggan.
Hariadi memberikan gambaran kepada pelanggan terkait pemeriksaan area kaki-kaki kendaraan yang pada umumnya memerlukan waktu sekitar 30 hingga 60 menit.

Jika dilanjutkan dengan proses spooring dan balancing, lanjut dia, maka total waktu pengerjaan biasanya berkisar antara 60 hingga 120 menit.
“Sementara bila diperlukan penggantian komponen, estimasi waktu pengerjaan juga berada di kisaran 1-2 jam, tergantung kondisi teknis kendaraan serta jenis perbaikan yang dilakukan,” pungkasnya.
Untuk mempermudah perawatan, pelanggan Suzuki dapat memanfaatkan aplikasi MySuzuki. Melalui aplikasi ini, booking servis bisa dilakukan langsung dari ponsel.
Pengguna cukup memilih bengkel resmi, menentukan jadwal, serta menyampaikan keluhan kendaraan. Dengan begitu, proses pemeriksaan menjadi lebih cepat dan efisien.
Informasi awal ini membantu bengkel dalam menyiapkan alur pemeriksaan lebih cepat dan tepat sasaran. MySuzuki juga menyediakan akses mudah untuk pemesanan suku cadang orisinal dan aksesori resmi. [dpid/TH]

