JAKARTA (DP) – Indonesia saat ini tengah menghadapi dampak dari kejatuhan nilai tukar Lira Turki, yang menyeret sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah yang merosot hingga mendekati Rp15.000 per dolar AS.
Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa peningkatan investasi dan ekspor menjadi salah satu cara untuk menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Dengan bertambahnya investasi dan ekspor, akan menguatkan perekonomian nasional. Kalau itu bisa dilakukan, defisit neraca perdagangan bisa diselesaikan, kita tidak terlalu fokus pada nilai tukar rupiah terhadap dollar,” kata Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada acara ekspor CBU Toyota 1 juta unit di Jakarta, Rabu (5/9).
Untuk investasi yang telah ditanamkan oleh Toyota Motor Corporation, menurut Jokowi, nilainya mencapai Rp22,7 triliun dan ekspor tahun ini ditargetkan 217.000 unit kendaraan.
“Kami sudah bertemu dengan presiden Toyota Motor Corporation dan meminta investasi Toyota di Indonesia untuk ditambah demi mengalahkan Thailand. Masalah perizinan juga harus dipercepat oleh kepala daerah,” papar dia.
Sedangkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, khusus Toyota diekspor lebih dari 80 negara dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 75% hingga 90%. Selain ekspor CBU, Toyota juga mengekspor dalam bentuk terurai (completely knock down/CKD).
“Hari ini 1.700 produk CBU Toyota dikirim ke beberapa negara, seperti Thailand, Bahrain, Kosta Rika, Timur Tengah, Arab Saudi dan beberapa negara lain,” tuturnya.
Airlangga menambahkan, aktivitas ekspor Toyota, melalui produk-produk bermerek Toyota yang diproduksi di fasilitas manufaktur TMMIN dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai bagian dari grup Toyota di Indonesia, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam keseimbangan neraca perdagangan terutama dari sektor otomotif.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengatakan, sebuah kebanggaan untuk memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan industri otomotif Indonesia melalui kegiatan ekspor.
“Secara kumulatif, volume ekspor kendaraan bermerek Toyota telah mencapai angka lebih dari 1 juta unit sejak kegiatan pengapalan perdana. Angka ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Toyota dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan industri otomotif Indonesia terutama melalui kegiatan ekspor,” kata Warih usai acara seremoni ekspor CBU 1 juta unit di Jakarta.
“Capaian ini sebagai pemacu semangat untuk meningkatkan performa ekspor sehingga dapat membantu peningkatan devisa negara di sektor otomotif. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Indonesia sehingga capaian ini bisa terwujud dengan baik,” papar dia. [dp/TGH]

