DAPURPACUID – Maxdecal kembali menegaskan langkah progresifnya di industri otomotif melalui pendekatan berbeda, menjadikan kendaraan sebagai medium promosi kuliner lokal.
Melalui program ‘Maxdecal Foodie’, produsen stiker lansiran lokal ini ingin menggabungkan eksplorasi jalanan dengan misi nyata guna mengangkat UMKM kuliner di berbagai daerah Indonesia.
Khususnya di wilayah Indonesia timur. Untuk itu, Maxdecal menggandeng Pasutri Touring, pasangan penjelajah roda dua yang dikenal konsisten mengarungi ribuan kilometer lintas pulau.
Misi Ricky Rinaldo dan Adriana Vonny Ramli yaitu membeberkan seluruh keunggulan pelaku UMKM dari seluruh rute yang mereka lalui menuju wilayah Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bagi Maxdecal, sinergi tersebut bukan sekadar perjalanan, tetapi merupakan strategi kreatif untuk memperluas eksposur kuliner daerah secara langsung kepada publik.
Menurut Project Director & RnD Maxdecal, Nofian Hendra, momen ini adalah titik temu sempurna yang menilai kendaraan memiliki potensi besar sebagai media promosi bergerak.

Pasalnya, lanjut dia disela peluncuran produk di Jakarta, Sabtu (25/4), saat Pasutri Touring merencanakan perjalanan besar, pihaknya baru saja meluncurkan program ‘Maxdecal Foodie’.
“Kami melihat bahwa kendaraan adalah media promosi yang sangat efektif untuk mengenalkan kekayaan kuliner daerah secara langsung di lapangan,” jelas Nofian lebih lanjut.
Dengan mobilitas tinggi, pesan visual yang melekat pada kendaraan mampu menjangkau audiens lebih luas secara organik dan efektif.
Pendekatan Maxdecal Foodie dirancang agar selaras dengan tren saat ini, yaitu menggabungkan storytelling, visual branding, serta pengalaman langsung di lapangan.
Harapannya, dengan lahirnya konsep tersebut program ini tak hanya meningkatkan awareness, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM kuliner di pasar nasional.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar. Ia menekankan bahwa kuliner memiliki peran strategis sebagai medium diplomasi budaya.

Dia memaparkan bahwa kekayaan rasa dan cerita di balik setiap hidangan Indonesia, dinilai mampu menjadi daya tarik publik global jika dikemas dengan tepat.
“Melalui program ‘Maxdecal Foodie’, saya berharap semakin banyak hidden gem kuliner lokal yang ditemukan dan dinikmati pecinta kuliner di seluruh Indonesia, bahkan dunia,” tutur Irene.
Sebagai informasi, Ricky dan Vonny adalah full-time traveller pasangan suami istri yang telah mendedikasikan hidupnya menjelajahi lebih dari 65.000 km aspal di hampir seluruh pulau besar di Indonesia.
Berbekal pengalaman panjang ini keduanya dinilai memiliki kapabilitas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum banyak terekspos, sekaligus menghadirkan cerita autentik dari pelaku UMKM kuliner.
Ketangguhan mereka dalam menjelajah medan-medan ekstrem dinilai sangat relevan dengan semangat Maxdecal yang selalu mengedepankan kualitas dan durabilitas.
Misi “Maxdecal Journey to the East”

Pelepasan Ricky dan Vonny dari Kantor Pusat Maxdecal di Jakarta Utara, merupakan simbolisasi dimulainya turing dengan tajuk Maxdecal Journey to the East.
Fokusnya wilayah Indonesia Timur, dengan Larantuka, Flores, sebagai titik awal. Kawasan ini dipilih karena kekayaan budaya dan kulinernya yang masih autentik, serta belum banyak tersentuh promosi besar.
Perjalanan ini bukan sekadar menempuh jarak, juga menggali cerita di balik setiap destinasi. Mereka akan mengunjungi pelaku usaha kuliner lokal, mencicipi produk, serta mendokumentasikan kisah inspiratif yang kemudian dibagikan ke publik melalui berbagai platform.
Dalam mendukung ekspedisi ini, Maxdecal melapisi seluruh bodi Yamaha Nmax Turbo TechMax Ultimate dengan produk unggulan Maxdecal 9600 dan Paint Protection Film (PPF).
Material dari keduanya dirancang memiliki daya rekat tinggi, sekaligus mampu melindungi bodi kendaraan dari paparan panas, hujan, maupun debu di perjalanan.
Ketahanan terhadap sinar UV menjadi salah satu keunggulan utama, menjadikan produk ini ideal untuk perjalanan di wilayah dengan intensitas matahari tinggi seperti Indonesia Timur.
Dengan begitu, Maxdecal memastikan kendaraan tetap bisa tampil optimal sekaligus terlindungi dan dapat diandalkan sepanjang perjalanan.

Lebih dari sekadar kampanye, Maxdecal melihat kolaborasi ini sebagai langkah strategis membangun ekosistem antara industri otomotif dan ekonomi kreatif.
Salah satu bentuk dukungannya adalah pemberian stiker eksklusif di setiap titik kuliner yang dikunjungi sebagai identitas visual sekaligus penanda dukungan.
“Tentunya sekaligus menjadi identitas visual yang membantu meningkatkan visibilitas brand kuliner lokal di mata wisatawan dan masyarakat luas,” tandasnya.
Ke depan, potensi industri stiker otomotif dinilai semakin besar dan positif, terutama sebagai solusi branding yang efisien bagi para pelaku UMKM di Tanah Air.
Sebab, tambah Nofian, kendaraan saat ini sudah berkembang menjadi media promosi yang efektif karena mobilitasnya tinggi dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Menurutnya, dengan desain yang tepat, stiker mampu memperkuat identitas brand dan meningkatkan visibilitas tanpa biaya promosi berulang, serta tinggi.
“Stiker otomotif dapat membantu UMKM kuliner menampilkan karakter brand yang menarik, mudah dikenali, dan relevan dengan target pasar mereka,” tutup Nofian. [dpid/TH]

