Legenda Sungkar Berlanjut, Generasi Ketiga Mulai Dibentuk

DAPURPACUID – Nama Sungkar sudah lama identik dengan dunia motorsport di Indonesia. Kini, babak baru mulai ditulis untuk meneruskan warisan yang telah dibangun puluhan tahun.

Kini, tongkat estafet mulai diarahkan kepada generasi ketiga keluarga Sungkar, yakni El Mayka Sungkar. Sang putra tengah disiapkan fondasinya agar menjadi pebalap dengan identitasnya sendiri.

Meski demikian, sang ayah tidak sedang berusaha mencetak ‘Rifat Sungkar baru’, namun diyakini tanggapan berbeda telah dibayangkan dirinya oleh banyak orang.

Melalui program pembinaan bertajuk ‘The Legend Continues’, Rifat merancang perjalanan jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada kemampuan mengemudi.

Program ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, mental bertanding, hingga karakter yang selama ini menjadi bagian dari DNA keluarga Sungkar di lintasan balap.

Dukungan teknologi juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Berbagai aktivitas pembelajaran dan pengembangan kemampuan Mayka diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Hal ini seiring perkembangan dunia motorsport yang semakin modern dan berbasis teknologi. Jejak keluarga ini di ajang balap dimulai dari sosok Helmy Sungkar yang dikenal sebagai salah satu pionir motorsport Tanah Air.

Baca juga:  SWRT Jadi Senjata Baru Pereli Wanita di Rally Nasional

Jejaknya dilanjutkan oleh putranya, Rifat yang sukses menorehkan berbagai prestasi di ajang reli nasional maupun internasional, drifting, hingga sprint offroad.

Bukan Mengejar Trofi, Tapi Membentuk Karakter

Bagi Rifat, keberhasilan seorang pebalap tak hanya diukur dari jumlah kemenangan (trofi) yang berhasil diraih. Ada proses panjang yang harus dilalui sebelum seseorang siap bersaing di level tertinggi.

Karena itulah The Legend Continues disusun sebagai roadmap pembinaan selama bertahun-tahun, dimulai sejak El Mayka berusia 11 tahun hingga memasuki usia 17 tahun.

“The Legend Continues bukan program untuk menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti saya. Ini adalah perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses,” imbuhnya.

“Saya ingin dia memahami bahwa menjadi pebalap bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang karakter dan tanggung jawab,” jelasnyaujar Rifat Sungkar.

Pada fase awal atau Foundation yang berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026, Mayka diperkenalkan dengan dunia reli dari sisi yang jarang diketahui publik.

Dia tidak langsung ditempatkan di balik kemudi, melainkan belajar sebagai navigator sekaligus learner untuk memahami dasar-dasar pada kompetisi balap.

Baca juga:  Rahasia Kabin Mitsubishi Destinator Bikin Perjalanan Nyaman

Di tahap ini, Mayka mulai mempelajari cara membaca pace note, memahami navigasi, membangun komunikasi dalam tekanan tinggi, serta mengenal arti tanggung jawab dalam sebuah tim balap.

Di 2027 mendatang, program akan berlanjut ke fase Transition. Pada tahap tersebut, fokus mulai bergeser ke pengalaman kompetisi langsung yang sesungguhnya.

Mayka akan diperkenalkan pada ajang junior level pemula untuk membangun jam terbang, konsistensi, serta kemampuan beradaptasi sebagai pebalap muda mandiri.

Selanjutnya adalah fase Development, yang berlangsung pada periode 2028 hingga 2029, akan menjadi momen penguatan kemampuan teknis dan mental bertanding.

Mayka diproyeksikan mulai berkompetisi di level nasional junior sembari membangun karakter dan identitasnya sendiri di dunia motorsport, sebagai pebalap muda.

Saat memasuki fase Preparation (2030), tanggung jawab Mayka sebagai atlet semakin besar, dimana dia mulai dipersiapkan sebagai advanced driver.

Tanggung jawab yang dipikulnya fokus pada pengembangan leadership, profesionalisme, dan kemampuan Mayka dalam membangun relasi di lingkungan balap.

Puncak program berada pada fase Continuation (2031). Di tahap ini, Mayka ditargetkan telah siap bersaing di kompetisi nasional maupun internasional junior sebagai pebalap yang mandiri dan mampu membawa nama keluarga Sungkar dengan caranya sendiri.

Baca juga:  24 Gelar Nasional Belum Cukup, Honda Racing Indonesia Siapkan Langkah Baru

Menyiapkan Jalannya Sendiri

Rifat menegaskan, seluruh proses bukanlah upaya membebani putranya dengan ekspektasi besar sebagai penerus keluarga. Sebaliknya, ingin memberi ruang agar Mayka dapat menemukan passion dan jalan hidupnya sendiri.

Dia menegaskan, status sebagai generasi ketiga dari keluarga Sungkar di dunia motorsport memang menjadi bagian dari perjalanan Mayka di masa mendatang.

“Saya ingin dia tumbuh dengan caranya dan menemukan passion-nya sendiri. Suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar anak dari seorang Rifat Sungkar,” pungkasnya.

Melalui The Legend Continues, keluarga Sungkar ingin menunjukkan bahwa warisan terbesar dalam dunia motorsport bukanlah deretan piala atau kemenangan.

Namun jauh lebih penting adalah nilai-nilai yang diwariskan, penghormatan terhadap proses, serta keberanian untuk memulai dari nol, dengan memanfaatkan teknologi terdepan.

Program ini jadi simbol bahwa sebuah legacy tidak dibangun dalam semalam. Tapi tumbuh melalui kerja keras, disiplin, dan pembelajaran lintas generasi demi melahirkan masa depan motorsport Indonesia yang lebih kuat. [dpid/TH]

Previous articleUnited Bike Gebrak Pasar, Deretan MTB Sport Terbaru Dirilis