DAPURPACUID – Chery Indonesia menggelar kegiatan general check-up sekaligus edukasi teknis bersama para pemilik J6 yang tergabung dalam komunitas J6EVO, 21 Juni lalu.
Berlangsung di Trimegah BSD, Tangerang, program servis kendaraan ini merupakan bagian dari inisiatif Chery Family Care dan With Chery With Love (WCWL).
Sebagai informasi, inisiatif tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih nyaman, aman, dan berkelanjutan.
Pihak Chery Indonesia mengakui, persaingan di pasar mobil listrik tidak lagi hanya ditentukan oleh desain dan teknologi terkini, hingga harga kompetitif.
Kini, kualitas layanan setelah kendaraan berada di garasi dan digunakan oleh konsumen menjadi salah satu faktor yang semakin menentukan keputusan pembelian.
Karena itu melalui program ini jadi upaya Chery Indonesia terus memperkuat layanan purnajualnya, sekaligus meningkatkan pemahaman pemilik terhadap teknologi yang mereka gunakan.
Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, mengatakan pertumbuhan jumlah pengguna Chery turut diiringi dengan peningkatan kualitas layanan purnajual.
Hal itu, lanjut Budi dalam siaran resminya, juga sejalan dengan target perusahaan memperluas jaringan diler hingga mencapai 120 lokasi sepanjang tahun ini.

“Salah satunya melalui kolaborasi aktif bersama diler dan komunitas. Melalui Chery Family Care, kami ingin memastikan setiap konsumen tak hanya mendapatkan layanan terbaik.”
“Tapi juga pemahaman yang lebih baik mengenai teknologi dan perawatan kendaraan Chery. Sehingga, mereka dapat menikmati pengalaman kepemilikan dengan lebih percaya diri,” tandasnya.
Program tersebut diawali dengan sesi berbagi pengetahuan mengenai teknologi yang digunakan pada Chery J6 Series, dan dipandu oleh tim teknis Chery profesional.
Mereka menjelaskan beragam fitur utama kendaraan, termasuk penggunaan All-Aluminum Alloy Chassis yang jadi salah satu keunggulan konstruksi mobil listrik tersebut.
Disebutkan, material aluminium dipilih karena mampu menghadirkan kombinasi bobot yang lebih ringan dengan daya tahan tinggi terhadap korosi.
Struktur ini diklaim mampu memberikan ketahanan terhadap karat hingga 30 tahun, sekaligus meningkatkan kekakuan struktur bodi sampai sekitar 30 persen.
Dengan konstruksi lebih ringan, titik gravitasi kendaraan menjadi lebih rendah sehingga stabilitas saat bermanuver meningkat, gejala limbung berkurang, dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Tak hanya membahas teknologi kendaraan, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai berbagai fasilitas garansi yang diberikan Chery bagi pemilik J6.

Mulai dari garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 km, garansi baterai hingga delapan tahun atau 160.000 km, serta program free maintenance selama lima tahun atau 75.000 km untuk kendaraan listrik.
Setelah sesi edukasi selesai, seluruh kendaraan milik anggota komunitas menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh tim teknis Chery bersama diler Trimegah BSD.
Pemeriksaan mencakup kondisi baterai 12 volt, sistem kelistrikan, rem, suspensi, ban, hingga diagnosis sistem elektronik untuk memastikan seluruh komponen bekerja optimal.
Selain melakukan pengecekan teknis, Chery juga memberikan edukasi mengenai kebiasaan perawatan kendaraan listrik yang sering kali luput dari perhatian pengguna.
Mulai dari cara melakukan pengisian daya yang benar, pentingnya memperbarui perangkat lunak kendaraan secara berkala, hingga rekomendasi servis rutin tiap 12 bulan atau setelah menempuh jarak 15.000 km.
Chery berupaya membangun hubungan lebih erat dengan konsumen melalui edukasi sehingga pemilik kendaraan memahami cara menjaga performa mobil listrik dalam jangka panjang.
Kolaborasi bersama komunitas juga merupakan sarana bagi Chery menerima berbagai masukan langsung dari pengguna, yang diharapkan jadi dasar pengembangan layanan maupun produk di masa mendatang.
Melalui program Chery Family Care, perusahaan menegaskan bahwa pengalaman memiliki mobil listrik tidak berhenti saat kendaraan diserahkan kepada pelanggan. [dpid/TH]


