DAPURPACUID – Menunda servis berkala sepeda motor karena merasa kendaraan masih normal, dapat berujung pada biaya perbaikan yang jauh lebih besar menguras kantong.
Padahal, perawatan rutin diperlukan untuk menjaga performa mesin, efisiensi bahan bakar, serta memastikan komponen penting tetap bekerja optimal.
Salah satu risiko terbesar berasal dari pelumasan mesin yang tidak terjaga. Oli yang digunakan melampaui interval penggantian dapat mengalami penurunan kualitas, sehingga perlindungan terhadap komponen bergerak tidak lagi optimal.
Jika dibiarkan, gesekan dan panas berlebih berpotensi mempercepat keausan piston maupun silinder, bahkan memicu kerusakan berat yang mengharuskan pembongkaran mesin.
Selain mesin, khusus para pengguna motor matik juga perlu memperhatikan kondisi komponen di dalam perangkat Continuously Variable Transmission (CVT).

Debu, kotoran, dan keausan komponen di area transmisi dapat mengganggu penyaluran tenaga. Gejalanya, tarikan awal terasa berat, muncul getaran, atau performa kendaraan menurun.
Gangguan tersebut bisa membuat pengendara membuka gas lebih dalam untuk memperoleh akselerasi yang diinginkan. Akibatnya, efisiensi bahan bakar berpotensi ikut terpengaruh.
Karena itu, pemeriksaan CVT perlu dilakukan sesuai jadwal perawatan dan kondisi penggunaan kendaraan. Risiko lain berkaitan dengan komponen yang sebenarnya dapat diperiksa sebelum mengalami kerusakan serius.
Dengan melakukan pemeriksaan berkala di bengkel membantu mengidentifikasi kondisi kampas rem, v-belt, sistem kelistrikan, hingga kaki-kaki kendaraan.
V-belt yang aus atau retak, misalnya, berpotensi putus ketika motor digunakan. Sementara kampas rem yang terlalu tipis dapat mengurangi efektivitas pengereman dan merusak permukaan cakram jika terus dipaksakan.
Dengan penggantian komponen-komponen saat kondisinya mulai menurun umumnya lebih bijak dibandingkan menunggu kerusakan merembet ke bagian lain.

Untuk menjaga kondisi kendaraan, pemilik motor Honda dapat melakukan servis berkala di jaringan bengkel resmi AHASS Wahana Honda. Pemeriksaan oleh mekanik membantu memastikan perawatan dilakukan sesuai kebutuhan dan rekomendasi pabrikan.
Kedisiplinan servis bukan sekadar soal menjaga motor tetap nyaman digunakan, tetapi juga langkah preventif untuk mengendalikan biaya operasional dalam jangka panjang.
Interval penggantian oli dan pemeriksaan komponen sebaiknya mengikuti buku pedoman pemilik, dengan penyesuaian apabila kendaraan sering digunakan dalam kondisi berat.
Agar perawatan lebih mudah dijadwalkan, konsumen dapat memanfaatkan fitur Booking Service lewat aplikasi WANDA. Dengan merencanakan kunjungan lebih awal, pemilik motor bisa mengatur waktu servis tanpa harus menunggu hingga muncul gejala kerusakan.
Jangan menunggu mesin bermasalah atau komponen transmisi rusak untuk membawa motor ke bengkel. Servis tepat waktu membantu menjaga performanya, sekaligus mengurangi risiko pengeluaran tak terduga. [dpid/TH]















