Subaru Bikin Mobil Listrik Bertenaga 510 HP Tanpa Bantuan Toyota!

DAPURPACUID – Subaru memperlihatkan arah baru pengembangan elektrifikasinya melalui sebuah prototipe berbasis bodi wagon Outback yang diuji di fasilitas pengujian dekat Tokyo, Jepang.

Mobil eksperimen tersebut mengandalkan dua motor listrik, sistem penggerak semua roda, dengan tenaga gabungan mencapai sekitar 510 hp.

Menariknya, mobil ini dikembangkan menggunakan platform listrik internal Subaru, bukan arsitektur e-TNGA milik Toyota yang digunakan di sejumlah mobil listrik hasil kolaborasi kedua perusahaan.

Subaru menyebut sebagian teknologi yang diuji berpotensi diterapkan pada model produksi mulai 2029 mendatang. Namun, pabrikan Jepang itu belum mengungkap model yang akan mengadopsi platform baru itu.

Desain wagon yang diterapkan pada prototipe tersebut juga tidak mencerminkan desain final kendaraan yang nantinya kelak bakal dipasarkan oleh Subaru.

Sistem penggerak prototipe terdiri dari motor listrik depan berdaya 150 kW atau sekitar 201 hp, serta motor belakang 230 kW yang menghasilkan sekitar 308 hp.

Kombinasi keduanya memberikan tenaga total sekitar 510 hp dan memungkinkan distribusi tenaga ke kedua poros roda. Pendekatan ini membawa filosofi Symmetrical All-Wheel Drive Subaru ke ranah kendaraan listrik.

Mengutip laporan Automotive News, prototipe tersebut diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam digapai dalam waktu kurang dari empat detik.

Pengaturan motor dan distribusi torsi dikembangkan guna memberikan kendali langsung terhadap karakter penggerak, tanpa bergantung pada platform kendaraan listrik hasil kerja sama dengan Toyota.

Platform Lebih Ringan, Baterai Lebih Efisien

Salah satu fokus utama pengembangan yakni pengurangan bobot. Subaru menyatakan platform EV terbarunya sekitar 220 pon atau 100 kg lebih ringan dibandingkan arsitektur yang digunakan pada kendaraan listrik mereka saat ini.

Adapun paket baterainya juga mengalami perubahan. Dengan sekitar 4.000 sel berbentuk silinder, bobot baterai diklaim 25% lebih ringan dibandingkan paket sebelumnya.

Subaru turut menargetkan kepadatan energi sekitar 20 persen di atas rata-rata industri. Perusahaan mengembangkan unit kontrol terintegrasi yang mengelola motor, baterai, dan perangkat lunak melalui satu sistem.

Arsitektur ini dirancang untuk mendukung pembaruan perangkat lunak jarak jauh atau over-the-air (OTA), termasuk kemungkinan penyempurnaan fitur setelah kendaraan digunakan konsumen.

Meski demikian, Subaru belum mengumumkan kapasitas baterai, kecepatan pengisian daya, maupun jarak tempuh dari prototipe tersebut.

Saat ini, sejumlah kendaraan listrik Subaru masih dikembangkan bersama Toyota, termasuk Solterra, Trailseeker, Uncharted, dan Getaway yang direncanakan hadir di pasar pada periode berikutnya.

Kehadiran prototipe berdaya 510 hp ini menunjukkan upaya Subaru membangun kemampuan elektrifikasi secara mandiri, terutama dalam pengembangan platform dan sistem penggerak AWD.

Jika teknologi tersebut masuk produksi mulai 2029, Subaru berpeluang menghadirkan mobil listrik dengan karakter pengendaraan yang lebih sesuai dengan filosofi mereknya. [dpid/TH]