Tetap Konsentrasi Berkendara Saat Hujan Deras

Gantilah wiper jika karet sudah tidak mampu menyapu air secara maksimal.

DAPURPACU – Menghadapi curah hujan yang sudah semakin meningkat di awal tahun 2021, membuat para pengemudi harus lebih waspada pada saat berkendara di jalan.

Berbagai langkah antisipasi harus dilakukan agar konsentrasi tetap terjaga, khususnya bila berkendara bersama anggota keluarga Anda.

Mobil-mobil keluaran terbaru memang sudah memiliki berbagai berbagai sistem keselamatan yang lengkap seperti lampu kabut dan peredam kabut pada kaca belakang.

Belum lagi pengontrol traksi roda yang dapat membantu pada berbagai kondisi jalan, sensor auto wiping yang mendeteksi jika kaca terkena siraman hujan, dan berbagai fungsi lainnya.

Selain memanfaatkan berbagai fitur dan teknologi yang disematkan pada kendaraan, kondisi hujan yang sulit diprediksi terutama dengan curah hujan deras maupun disertai kabut wajib dikuasai oleh pengemudi.

Untuk itu, pengemudi harus secara bijak mengatur kecepatan kendaraan di bawah guyuran hujan. Memperlambat laju kendaraan menjadi opsi terbaik untuk menjaga keamanan dan keselamatan.

Hal ini untuk tetap menjaga kemampuan bereaksi terhadap kendaraan lain dan juga menghindari aquaplanning, yang dapat terjadi jika kecepatan kendaraan terlalu tinggi saat melewati genangan air dan dapat menyebabkan mobil tergelincir.

Adapun kecepatan rata-rata yang aman dan disarankan adalah antara 30 sampai dengan 50 km/jam dari kondisi normal, tergantung pada kondisi Anda saat di jalan.

Meski melaju dengan kecepatan rendah, laju mobil tetap harus terlihat oleh pengendara lain terutama yang ada di sekitar. Pastikan lampu utama dan kabut (foglamp) dalam kondisi menyala, agar jarak pandang yang hanya puluhan meter dapat terlihat.

“Saat melaju pada kondisi hujan deras, jangan menyalakan lampu Hazard, karena lampu ini hanya dipakai dalam keadaan darurat. Seperti mengalami kecelakaan lalu lintas atau dalam kondisi mogok,” tukas Samsudin, National Technical Advisor Astra Peugeot.

Hujan dan kondusi berkabut menyebabkan proses pengembunan terjadi di dalam dan di luar kaca. Untuk itu pengemudi dapat memaksimalkan fungsi wiper untuk menghilangkan embun pada bagian luar kaca.

Nyalakan juga AC agar kaca pada bagian kabin juga tidak mengembun akibat perbedaan suhu. Usahakan suhu AC disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak berembun. [dp/MTH]

Previous articlePekan Depan, Blue Bird Perkenalkan Aplikasi MyBlueBird Terbaru
Next articleDibanderol Rp1,5 Miliar, Facelift Tesla Mode 3 Makin Nyaman