DAPURPACU – Musim hujan memang menjadi anugerah usai musim kemarau berakhir. Namun, berkah tersebut bisa jadi berujung petaka bagi pemilik mobil, bila tidak melakukan pencegahannya.
Usai mobil terkena air hujan baik saat berkendara di jalan atau terparkir di area terbuka, dibutuhkan perlakukan khusus setelah itu. Namun di sini, kadang pemilik mobil lupa untuk mengurusnya.
Bahkan dikarenakan kesibukannya dan lelah sesampainya di rumah, diabaikan begitu saja kondisi mobil yang basah ‘kuyub’ akibat guyuran hujan. Toh esok hari dipakai lagi.
Jika hal itu kerap dilakukan, potensi kusam cat pada bodi dapat terjadi. Tanpa disadari efeknya akan terjadi pada permukaan cat mobil yang dapat menyebabkan kualitas cat berpotensi menurun.
Cat mobil keberadaannya sangat penting untuk selalu dijaga dan dirawat agar tetap bersih dan enak dilihat. Unsur air merupakan material yang mendera bodi mobil saat hujan.
Unsur ini memang merupakan material utama merawat cat bodi mobil. Tapi air juga dapat menjadi musuh jika mobil yang basah sering dibiarkan kering dengan sendirinya.
Efek yang cepat sekali muncul yakni menyebabkan pembentukan jamur pada sekujur bodi mobil, termasuk seluruh kacanya. Tentu bakal menghalangi jarak pandang berkendara.
“Agar mobil selalu tampil kinclong dan enak dilihat, cat bodi mobil sepantasnya dilindungi dari serangan musuh-musuh yang berpotensi merusak,” kata Roni Agung, Kepala Bengkel Body & Paint Astra Peugeot Sunter.
“Sebaiknya pasca-hujan, mobil dirawat dengan membersihkan sekaligus mengeringkan seluruh permukaan bodinya,” tambah Roni, dalam siaran resminya.
Sebagai langkah pencegahan, saat mencuci mobil lakukan pada tempat yang tidak terkena matahari langsung untuk mencegah air mengering sendiri. Setelah membilas, langsung keringkan permukaan bodi mobil yang basah.
Jika mobil terguyur hujan dalam perjalanan, ada baiknya segera keringkan titik air dengan lap chamois saat sampai di tujuan. [dp/MTH]

