DAPURPACU – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Royal Enfield Indonesia mengajak para lady bikers konsumennya untuk menikmati indahnya Ibu kota Jakarta, di pagi hari pada pekan lalu.
Mereka berasal dari generasi, latar belakang, serta minat yang berbeda. Mereka semua dipersatukan oleh passion yang sama, yakni pure riding, menikmati pengalaman berkendara motor sejati.
Vimal Sumbly, Head of International Business APAC Royal Enfield, mengakui bahwa hobi mengendarai motor bukan milik kaum pria saja. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak perempuan yang menikmati kegiatan eksplorasi menggunakan sepeda motor.
Untuk itu, lanjut Vimal, untuk memperingati International Women’s Day yang diperingati setiap 8 Maret, Royal Enfield sengaja menggelar riding eksklusif bagi para rider perempuan.

“Royal Enfield berkomitmen memberikan pengalaman riding terbaik untuk semua pengendara tanpa membeda-bedakan gender. Di Indonesia, kami melihat makin banyak pengendara perempuan memilih Royal Enfield karena desain motor yang stylish, klasik, serta kemudi yang mudah dikendalikan,” imbuhnya.
“Menariknya, motor kami juga sangat mudah dikustomisasi, sehingga setiap pengendara bisa menyesuaikan ukuran, ketinggian, hingga tampilan sesuai preferensi mereka,” jelas Vimal.
Peserta dari kegiatan ini diantaranya Pramita Dina Kesuma, Johana Krisna Murti, Siti Riskiani Herlaksitta dan Cassandra Gautama, seorang wirausaha dan fotografer profesional.
Total 10 lady bikers turut berpartisipasi dalam kegiatan riding International Women’s Day bersama Royal Enfield. Sejumlah titik-titik menarik di Jakarta dikunjungi.
Kebersamaan di aspal menjadi pemicu kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Menekuni hobi yang identik dengan dunia maskulin membuat para pengendara perempuan ini menjalin kedekatan yang lebih antara satu sama lain.

Meski dengan latar belakang berbeda sebagai atlet, wirausaha, ibu rumah tangga, hingga fotografer – ketika memacu motor, mereka semua menjadi saudara. Inilah arti sisterhood on the road yang sesungguhnya!
Dina mengatakan, riding baginya merupakan proses pembelajaran tentang orang, lingkungan, dan bagaimana harus bersikap dengan orang lain. Sekaligus mengenal karakter-karakter orang yang berbeda.
“Riding adalah pelepasan dari rasa bosan, capai, ataupun kesal. Saya benar-benar bisa jadi diri sendiri,” jelas wanita berumur 47 tahun yang merupakan ibu rumah tangga.
“Terpenting, riding bersama komunitas dan teman-teman membuat saya bahagia. Bisa bercanda dan sharing bersama mereka itulah yang membuat momen riding lebih hidup,” tutup Dina. [dp/MTH]







