DAPURPACU – Para pebalap Federal Oil Gresini Moto2 harus puas menempati posisi 10 bawah usai melakoni sesi kualifikasi pada Sabtu (26/6) lalu di Sirkuit Assen, Belanda.
Fabio Di Giannantonio harus puas menempati posisi 15 saat start Minggu (27/6) petang ini, sementara Nicolò Bulega terpuruk di urutan ke 26.
Pencapaian Diggia yang jauh dari memuaskan ini merupakan buah dari tabrakan dirinya dengan pebalap Sky Racing Team VR46, yang menyebabkan yellow flag pun berkibar.

Dengan demikian, catatan waktu keduanya di lap terakhir dibatalkan. Diggia meyakini memulai balapan dari baris kelima akan lebih menantang, namun dibalik itu mungkin menambah motivasi lebih keras.
Diggia mengakui, hasil sesi kualifikasi tidak seberuntung saat dirinya menjalani sesi latihan bebas yang mampu mencatatkan waktu tercepat lebih baik.
“Saya menyukai set-up terbaru dan berpikir kami akan melakukan jauh lebih baik dari ini di kualifikasi. Segalanya tidak berjalan sesuai keinginan, jadi harus bekerja keras karena suhu diperkirakan akan tinggi saat race nanti,” tambahnya.
Sedangkan Bulega butuh kinerja lebih keras karena berada jauh di belakang. Adaptasi tunggangan (Kalex) kembali harus dilakoninya dengan harapan menemukan titik balik lebih besar saat balapan nanti.

Terlebih jika kondisi balapan hujan dan Bulega sudah menunjukkan bahwa dirinya mampu kompetitif dalam trek basah (FP3), dimana dia mampu mengukir waktu tercepat ketiga.
“Hasil waktu lap ini membuat kami akan finis jauh lebih tinggi jika saja berhasil masuk ke Q2. Jadi saya tidak terlalu khawatir dengan kecepatan balapan kami,” jelas Bulega.
“Tentunya posisi grid tidak akan membuat segalanya mudah, tetapi kami harus mengincar 15 besar. Kami membuat set-up baru yang tidak berdampak di Q1, tapi semua catatan waktu sangat rapat,” pungkasnya.
Sirkuit Assen yang memiliki panjang 4.542 m menjadi tantangan tersendiri bagi Diggia dan Bulega, karena karakternya berbeda dari sirkuit lainnya. [dp/MTH]

