DAPURPACU – Para bikers yang tergabung dalam Vespa Cross Nation (VCN) melakukan perjalanan turing dengan mengunjungi situs-situs bersejarah dan lokasi eksotik di Tanah Air.
Perjalanan dengan tema ‘Frame of Nusantara Capturing Central Java’ ini bertujuan untuk berbagi informasi tentang banyaknya keindahan alam yang dapat terus digali di Indonesia ini.
“Turing kali ini dikemas berbeda dimana kami menelusuri lokasi-lokasi bersejarah beserta tempat wisata eksotik yang berada di Indonesia,” kata Mang Uget, dalam siaran resminya, Selasa (24/8) lalu.
Pada turing ini yang dilakoni sejak 10 – 15 Agustus lalu itu, Mang Uget yang mengendarai Vespa Sprint klasika mengajak Wahyu dengan beberapa rekan dari Vespa Greel Indonesia (VGI).
Perjalanan itu sendiri menelusuri wilayah Pangandaran, Bantul hingga ke Yogyakarta. Adapun lokasi di hari pertama dan kedua yang dikunjungi yakni Alun-alun Talegong, Stasiun KAI Cijulang dan Terowongan Wilhelmina di Jawa Barat.

Stasiun Cijulang dibangun di jaman kolonial Belanda pada 1913, yang merupakan stasiun pemberhentian rute Ciamis sampai Pangandaran. Saat ini, stasiun itu sudah tidak beroperasi lagi.
Peninggalan yang tersisa hanya tembok-tembok bangunan yang sebagian sudah hancur diselimuti ilalang, serta banyak terdapat pemukiman warga di sekelilingnya.
Perjalanan dilanjutkan menuju Terowongan Wilhelmina yang berada di daerah Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Terowongan ini memiliki panjang 1.116 km dan untuk pertama kalinya Vespa bisa sampai di lokasi ini yang merupakan terowongan terpanjang di Indonesia. Di hari ketiga, VCN berkunjung ke komplek pemakaman Raja Imogiri di Bantul, Yogyakarta.
“Untuk sampai ke lokasi makam, kami harus menaiki tangga sebanyak 454 anak tangga,” terang First Sandra yang mengendarai Vespa Primavera matik.
Di lokasi pemakaman disambut langsung Abdi Dalem sebagai penjaga makam, yang turut memberikan penjelasan tentang sejarah kerajaan Mataram di Jogjakarta.

Hari keempat, rombogan turing sudah memasuki kota Jogjakarta. Di sini, VCN dan VGI bersilaturahmi dengan penggemar Vespa dari Vespa Tamasya, Jogja Rolling Scooter dan Weekday Scooter Genk.
Berlokasi di Kopi Silol, pembicaraan seputar perkembangan Vespa dituangkan dalam sesi podcast bersama Rob VCN. Kemudian rombongan menyusuri Kota Pelajar itu.
Perjalanan dilanjut kembali dengan tujuan Dieng Plateau. “Banyak orang bilang menikmati sunrise di puncak Dieng akan terasa menakjubkan,” ujar Achunk dengan Vespa Strada klasiknya.
Dieng Plateu merupakan salah satu destinasi wisata pegunungan paling eksotik di Indonesia. Selain udaranya yang dingin segar dan menyejukan, Dieng Plateau memiliki lokasi peninggalan sejarah, yaitu Candi Arjuna.
Dan di sinilah menjadi akhir dari perjalanan turing VCN dan VGI mengelilingi lokasi-lokasi bersejarah di Tanah Air. [dp/MTH]

