DAPURPACU – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terus mengoptimal pelayanan purna jualnya kepada para konsumen di masa pandemi, dengan memaksimalkan penggunaan platform digital di segala sektor.
Melalui aplikasi MySuzuki dan website resmi, sebagai salah satu platform digital dari Suzuki Indonesia, kebutuhan konsumen dalam ketersediaan suku cadang bisa teratasi dengan aman dan sesuai dengan yang diinginkan.
Suzuki mengakui, pandemi turut merubah kebiasaan masyarakat untuk melakukan transaksi secara online. Alhasil, transaksi dengan metode ini melonjak signifikan dibanding pada kondisi normal.
Lonjakan ini disinyalir untuk memberikan rasa nyaman dan aman dengan cara menghindari transaksi tatap muka secara langsung sekaligus menghindari kerumunan.
Kebiasaan baru ini pun dijawab oleh Suzuki Indonesia dengan menghadirkan beragam layanan berbasiskan platform digital, salah satunya melalui MySuzuki untuk transaksi pembelian suku cadang asli motor dan mobil Suzuki.

Christiana Yuwantie, Spareparts Dept. Head PT SIS mengklaim para pemilik kendaraan Suzuki sangat terbantu hadirnya aplikasi ini. Dibuktikan dengan lonjakan transaksi via MySuzuki.
“Periode Januari – Oktober 2021 terjadi peningkatan penjualan suku cadang asli Suzuki melalui aplikasi MySuzuki hingga sebesar 33 persen,” ujarnya disela temu media beberapa waktu lalu.
Christiana menambahkan, dari sekian banyak sparepart yang dibeli, Suzuki Genuine Parts dan Suzuki Genuine Oil berkontribusi besar dari jumlah pemesanan konsumen.
Selain kemudahan di atas, suku cadang yang dipesan bisa dikirimkan ke rumah atau melalui bengkel resmi Suzuki terdekat dari kediaman konsumen. Tentu dengan syarat.
Bengkel resmi Suzuki yang melayani pengiriman masih berada di wilayah Jabodetabek, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.
“Jumlah dari bengkel resmi yang melakukan pengiriman langsung ke konsumen bakal ditingkatkan pada 2022 mendatang, sejalan target penjualan sparepart yang dapat tumbuh 5-10 persen,” imbuh Christiana.
Istimewanya, dalam proses pengiriman ke seluruh Indonesia, Suzuki memberikan jaminan sistem satu harga. Dengan begitu tidak ada perbedaan harga dari Sabang sampai Merauke.
“Kami harapkan para konsumen Suzuki bisa merasakan manfaatnya secara langsung dari kemudahan dalam bertransaksi yang diberikan oleh Suzuki Indonesia,” lanjut dia.
“Kami menjamin keamanan pelayanan dan transaksi melalui digitalisasi seperti MySuzuki, karena kami akan terus memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan.”
Layanan di Bengkel Resmi (juga) Melonjak
Di sisi lain, kinerja bengkel dalam melakukan perawatan maupun perbaikan kendaraan Suzuki juga mengalami peningkatan hingga Oktober lalu dibanding tahun sebelumnya.
Suzuki mencatat, unit entry baik sepeda motor maupun mobil yang masuk ke bengkel resmi selama periode tersebut sebanyak satu juta unit. Tepatnya adalah 1.041.571 unit.

Rinciannya, 770.985 mobil di total 234 bengkel dan 270.568 sepeda motor di total 228 bengkel. Dari total unit mobil tersebut, 39% masuk kategori perbaikan ringan, 60% menengah dan 2% perbaikan berat.
Service Asst. to Dept. Head PT SIS mengatakan, permintaan konsumen untuk men-servis di bengkel resmi Suzuki meningkat ketika pandemi Covid-19.
Menurut dia, di situasi seperti saat ini membuat pemilik kendaraan urung untuk melakukan perawatan berkala atau perbaikan di bengkel resmi, demi alasan kenyamanan dan kesehatan.
Sementara kondisi kendaraan yang lama tidak digunakan dituntut untuk tetap prima saat digunakan kembali, begitu situasi pandemi dan penerapan PPKM menurun.
“Untuk itu dibutuhkan screening service terlebih dahulu agar tidak terjadi masalah ketika digunakan dan mesin dapat bekerja secara optimal,” jelas Hariadi.
Selain itu, lanjut dia, peningkatan itu terjadi karena adanya kemudahan dan keamanan pelayanan melalui platform digital yang dioptimalkan Suzuki, seperti Halo Suzuki dan SERA (Suzuki Emergency Road Assistance). [dp/MTH]

