DAPURPACU – Agus Tjahajana Wirakusumah resmi meluncurkan buku secara virtual dengan judul ‘Industri Otomotif untuk Negeri: Menjadi Pemain Utama Era Mobil Listrik’, Selasa (14/12).
Di dalamnya memaparkan seluruh peluang hingga tantangan pada industri otomotif di Tanah Air, terutama di masa elektrifikasi yang terus didengungkan Pemerintah.
Pada buku yang oleh diterbitkan Pustaka Kaji ini secara tidak langsung membuka selubung perkembangan otomotif Indonesia selama lebih dari 50 tahun ini.
Prestasi terbaik industri otomotif Tanah Air adalah tercapainya volume pasar otomotif nasional satu juta unit sejak 2012. Sehingga Indonesia masuk kelompok elite dunia: “klub pasar satu juta unit”.

Sejak itu, pamor Indonesia semakin tinggi dan menarik banyak merek otomotif dunia menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi, sekaligus bagian dari rantai pasok global (global supply chain).
Dalam bukunya Agus menceriterakan para tokoh yang menjadi perintis industri otomotif berkembang di Indonesia, seperti William Soeryadjaya, Hadi Budiman, Sjarnoebi Said dan Soebronto Laras.
Dapat dikatakan para tokoh di atas menjadi pembuka jalan bagi merek otomotif dunia bersama perusahaan atau kelompok usahanya, seperti PT Astra International Tbk, PT Honda Prospect Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, serta PT Indomobil Sukses Makmur Tbk.
Jasa mereka membuat merek otomotif dunia asal Jepang: Toyota, Honda, Suzuki, dan Mitsubishi ekspansi ke Indonesia sejak 1970-an hingga masih berkibar di industri saat ini.

Agus menuturkan, industri otomotif selama lima dekade telah berkontribusi bagi perekenomian Indonesia, mulai dari peningkatan nilai tambah ekonomi hingga penyerapan tenaga kerja dan perkembangan teknologi.
“Buku ini hadir untuk memperkaya data dan dokumentasi industri otomotif nasional,” tutur Agus, disela peluncuran di Dreams Cafe, Spark Senayan, Jakarta.
“Buku ini juga hadir di tengah era baru industri menuju kendaraan zero emission dan upaya pemerintah menerapkan rezim pajak baru kendaraan bermotor, yakni pajak emisi atau carbon tax yang efektif per 16 Oktober 2021,” tambahnya.
Dia menjabarkan, buku ini mengupas industri otomotif Indonesia secara lengkap, dengan rekam jejak yang panjang mengurus industri ini sejak berkarir di Kementerian Perindustrian RI, hingga kini menjabat di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dalam proses penulisannya, Agus Tjahajana didukung oleh M Syakur Usman, Senior Editor Merdeka.com dan Lahyanto Nadie, mantan Managing Editor Bisnis Indonesia.
Agus menuturkan, berdasarkan data Gaikindo per November 2020, kapasitas produksi industri otomotif nasional mencapai 2,35 juta unit per tahun.
Soal tenaga kerja, industri ini menyerap langsung sekitar 350 ribu orang dan 1,2 juta pekerja, tidak langsung di mata rantai industri ini. Saat ini industri mobil di Indonesia didukung 22 pabrikan dunia dengan total investasi yang ditanamkan mencapai Rp100 triliun.
“Semoga buku ini dapat menjadi referensi penting bagi seluruh pemangku kepentingan di industri manufaktur pada umumnya,” papar Agus lebih lanjut. [dp/MTH]

