Sepanjang 2021, Daimler Truck Sukses Tingkatkan Penjualan

DAPURPACU – Daimler Truck mengumumkan bahwa sepanjang 2021 lalu sukses capai target keuangan. Perolehan tersebut dibantu oleh peningkatan penjualan truk yang cukup signifikan.

Pabrikan kendaraan komersial asal Jerman ini berhasil mempertahankan usahanya untuk meningkatkan profitabilitas secara keseluruhan selama tahun lalu.

Meski terhambat dengan rantai pasokan, Daimler Truck mengklaim tetap diuntungkan dari penjualan pasar kendaraan komersial utama tahun lalu, dan secara substansial meningkatkan penjualan unit, pendapatan dan laba bersihnya.

Martin Daum, Chairman of the Board of Management Daimler Truck Holding AG menjelaskan, meski ada hambatan karena Covid-19 dan kurangnya rantai pasokan, pihaknya mampu mencapai target keuangan.

“Selain itu, pemisahan dari Mercedes-Benz Group AG merupakan langkah bersejarah yang kami kelola dengan sangat baik dan sukses. Sejak minggu ini, kami bangga menjadi anggota baru indeks pasar saham DAX,” ujarnya, Selasa (29/3).

Dengan pengelolaan biaya secara ketat dan disiplin, perusahaan mencapai target keuangannya di tahun lalu, khususnya dari pemulihan di pasar utama pada paruh pertama 2021.

Jajaran model truk Mercedes-Benz saat dipasarkan di dunia.

Sementara pada paruh kedua tahun lalu, permintaan juga cukup kuat meski terjadi kendala pasokan yang memperlambat produksi dan pertumbuhan volume, terutama bagi kendaraan berat di Amerika Utara dan Eropa.

Dibanding pada 2020 dengan penjualan unit sebanyak 378.300 unit, di tahun lalu Daimler Truck berhasil mencatat penjualan 20% lebih banyak truk dan bus di seluruh dunia dengan total penjualan 455.400 unit.

Didukung pertumbuhan volume penjualan unit yang signifikan secara keseluruhan, pendapatan perusahaan ikut tergerak menjadi €39,8 miliar atau setara Rp629 triliun.

Torehan pada 2021 lalu tersebut terjadi peningkatan sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu €36,0 miliar atau setara dengan Rp569 triliun.

EBIT (Earnings before Interests and Taxes) atau pendapatan laba sebelum bunga dan pajak yang telah disesuaikan meningkat signifikan menjadi €2.552 juta, setara Rp400 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar €657 juta atau Rp10 triliun.

Serta RoS (return on sales) Daimler Truck yang telah disesuaikan selama tahun 2021 sebesar 6,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 1,9 persen.

Prediksi 2022

Daimler Truck memperkirakan kondisi ekonomi di pasar utama akan mulai kembali normal, dan pandemi Covid-19 atau perang di Ukraina tidak akan mempengaruhi perkembangan pasar secara umum.

Meskipun permintaan tinggi, krisis di industri semikonduktor dan kendala pasokan yang sedang berlangsung dapat berdampak pada penjualan terutama di semester pertama.

Untuk bisnis industri, Daimler Truck mengantisipasi peningkatan penjualan unit di kisaran antara 500.000 unit hingga 520.000 unit pada tahun ini.

Perusahaan berharap adanya peningkatan pendapatan signifikan di tingkat grup pada 2022 di kisaran antara €45,5 milliar atau Rp719 triliun dan €47,5 miliar atau Rp751 triliun.

Mengenai EBIT, Daimler Truck juga berharap peningkatan signifikan, dan untuk Return on Sales (RoS) yang disesuaikan dengan bisnis industri, Daimler Truck memperkirakan akan keluar di antara 7% dan 9%.

“Tahun ini kami akan fokus pada faktor-faktor yang akan dikelola secara mandiri untuk lebih membuka potensi keuntungan dan memimpin transportasi berkelanjutan,” tutup Martin. [dp/DF]

Previous articleMeluncur di Surabaya, Inilah Pemilik Pertama Peugeot 2008
Next articleMarket Share Turun tahun Lalu, DCVI Fokus Jualan Axor di 2022