DAPURPACU – Peugeot 2008 langsung didapuk sebagai ‘amunisi’ terbaru dan diunggulkan bagi Astra Peugeot, untuk mengisi segmen low premium sport utility vehicle (SUV) di Indonesia.
Bebagai fitur andalan yang disematkan diyakini menjadi kunci diterimanya model tersebut di mata konsumen, seperti pada kedua produk lainnya yaitu 3008 dan 5008 SUV.
Selain menampilkan desain eksterior yang khas, Peugeot 2008 juga menghadirkan tampilan berbeda pada interior khususnya di panel instrumennya, plus i-Cockpit.
Hadirnya 3D Digital Instrument Cluster menampilkan berbagai pilihan untuk memanjakan pemiliknya. Fitur ini sudah di upgrade ke unit spesifikasi 3D.

Menurut Samsudin, Aftersales Support PT Astra International – Peugeot, teknologi ini hanya ada pada All New 208 GT-Line, produk kelas atas di pasar Eropa.
“Sistem ini menggantikan dial traditional dengan layar TFT bergaya laptop, memberikan pengemudi pilihan tampilan. Sehingga desain panel terihat lebih futuristik dengan tampilan 3D di layar instrumen,” ucap Samsudin.
Fitur ini merupakan pengembangan dari i-Cockpit yang ada pada varian sebelumnya (Peugeot 3008 & 5008). Sebab, pada panel 2008 memperkenalkan lebih banyak animasi dan menampilkan informasi lebih menonjol.
Tak heran jika Peugeot mengklaim sistem ini diklaim dapat meningkatkan waktu reaksi pengemudi hingga setengah detik.
Ada tampilan berbeda melalui navigasi sudut pandang ke dial 3D Digital Intsrument Cluster, seperti informasi kecepatan terlihat lebih dekat ke pengemudi.

Sementara lambang ampere bensin posisinya sedikit lebih jauh ke belakang. Pun posisi strip tachometer atau hal-hal sekunder diproyeksikan lebih jauh ke belakang.
“Jelas, hal ini terlihat lebih keren. Dengan pilihan warna Cooper, Blue dan Quartz yang bisa di setting sesuai keinginan pelanggan, menjadikan fitur ini lebih menarik,” tambahnya.
Tak hanya informasi standar, grafik yang tajam dan penuh warna. 3D Digital Instrument Cluster juga memiliki lima konfigurasi layar yang bisa di ubah sesuai keinginan pengemudi.
“Selain itu, efek 3D juga jauh lebih kuat jika dilihat dari kursi penumpang dibandingkan pengemudi,” tutup Samsudin, dalam keterangan tertulisnya. [dp/MTH]

