Gelontorkan 1 Miliar Dolar, Chery Pastikan Bangun Pabrik di Indonesia

DAPURPACU – Chery International telah memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia guna memuluskan rencana jangka panjangnya dalam menghadirkan beragam kendaraan Chery di Tanah Air.

Keputusan diambil pasca pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dengan Executive Vice President Chery International, Zhang Shengsan di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing.

Sebagai informasi, pertemuan keduanya dilakukan disela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo ke Beijing, Cina, pada 25 Juli lalu.

Pada kesempatan itu, selain rencana investasi, kedua belah pihak juga membahas mengenai mobil listrik, perencanaan teknis, perencanaan produk dan perencanaan rantai industri baterai Chery.

Nantinya investasi tersebut bakal digunakan untuk aktivitas produksi dan manufakturing di Indonesia, dengan perkiraan kapasitas mencapai 200.000 kendaraan.

Dalam pembicaraan itu, disepakati akan meningkatkan pemahaman tentang Chery, menyatakan kepercayaan penuh terhadap perkembangannya di Indonesia dan akan berkoordinasi dengan departemen-departemen terkait untuk mendukung proyek pengembangan Chery di Tanah Air.

Baca juga:  OMODA C5 Model 2026, Siap Gantikan 'Kursi Panas' Chery E5 di Indonesia

Zhang menegaskan bahwa pasar Asia Tenggara akan menjadi komponen penting dalam proses internasionalisasi pabrikan mobil Chery di tahap selanjutnya.

“Terutama Indonesia, negara dengan ekonomi dan populasi terbesar di antara 10 negara ASEAN yang dianggap strategis dan signifikan memberikan pembuktian dengan sendirinya,” tambahnya.

Chery akan membangun basis produksi dan manufaktur sesuai dengan rencana di Indonesia, yang akan mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, manufaktur, serta penjualan sehingga mengemban misi Chery untuk mengakar di Indonesia, menyebar ke ASEAN bahkan mengekspor ke dunia.

Rencananya, produk Chery ke depan di pasar Indonesia akan didominasi model-model pure electric dan plug-in hybrid, dengan total sebanyak sembilan model.

Salah satu pabrik perakitan mobil Chery. [foto: Chery International]
Chery akan mengembangkan rantai industri terintegrasi secara mendalam termasuk sumber daya mineral, bahan baterai, baterai dan produksi kendaraan di Indonesia.

Sekaligus memberikan kontribusi terbesar untuk mempromosikan transformasi dan peningkatan industri otomotif, serta pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.

Baca juga:  OMODA C5 Model 2026, Siap Gantikan 'Kursi Panas' Chery E5 di Indonesia

Chery Group sendiri berhasil mencapai pertumbuhan tahunan sebesar 12% dengan volume penjualan 475.000 kendaraan, walaupun secara global industri otomotif cenderung turun.

Selain itu, Chery Group juga berhasil mendistribusikan sebanyak 148.000 uni mobil penumpang, atau naik 36% YoY. Kondisi inilah yang memfasilitasi pertumbuhan pesat untuk seluruh grup.

Saat ini Chery telah menjangkau lebih dari 80 negara, dengan volume penjualan global kumulatif lebih dari 10 juta unit, termasuk pendirian 10 pabrik CKD dan 1.500 outlet penjualan dan layanan di pasar luar negeri. [dp/MTH]

Previous articleTak Ada Perubahan, Harga Tiket GIIAS 2022 Malah Kasih Promo
Next articleFIF Catat Laba Bersih di Semester I 2022, Pembiayaan FIFAstra Melorot