DAPURPACU – Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Tata Motors di Indonesia masih tetap eksis di pasar otomotif Tanah Air.
Kali ini, merek kendaraan asal India tersebut menghadirkan pikap terbarunya, yaitu Tata Intra V20, untuk mengisi sekaligus meramaikan segmen kendaraan niaga ringan.
Sebagai informasi, sebelumnya Tata memiliki Super Ace dan kini perannya diganti Intra V20. Mobil ini dibekali mesin diesel dengan standar Euro4 dan kompatibel dengan bahan bakar B30.
Mobil pikap ini menggendong mesin diesel common rail berkapasitas murni 1.396 cc dengan tenaga 70 hp di 4.000 rpm dan torsi puncak 140 Nm direntang 1.800-3000 rpm.

Tata Intra V20 dirancang khusus sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat Indonesia dengan berbagai fitur terkini, seperti teknologi hydroforming yang mencegah adanya karat.
Keunggulan lainnya yaitu mampu mengangkut beban barang lebih dari 1.000 kilogram. Intra V20 juga memiliki Gradeability 45% sehingga dapat menanjak secara optimal.
President Director TMDI, Pankaj Jain mengatakan, pihaknya menyadari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi tidak lepas dari dukungan industri logistik yang kuat.
“Tata Intra V20 juga telah diuji penggunaannya pada berbagai kondisi medan,” jelas Pankaj, disela peluncuran di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Selasa (4/10).

“Kami optimis mampu mendapatkan respon positif dari masyarakat Indonesia, khususnya dalam menunjang kegiatan logistik untuk kebutuhan pertanian, perkebunan maupun angkutan,” tambahnya.
Mendukung kepuasan konsumen, Tata Motors menjamin ketersediaan suku cadang dan perawatan Intra V20 melalui program Customer Care ‘Peace of Mind’, dengan layanan 24 jam yang tersebar di lebih dari 200 outlet di Indonesia.
Di pasaran, Tata Intra V20 bakal bersaing dengan Suzuki Carry dan DFSK Super cab. Pabrikan asal negri Bollywood ini pun optimis bisa diterima pasar Indonesia dengan baik. Tata Intra V20 dijual dengan harga mulai dari Rp159 juta.
“Kami berharap peluncuran Tata Intra V20 ini dapat mendukung momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cepat dan dinamis kedepannya,” pungkas Pankaj. [dp/IS]

