DAPURPACU – Masih ingat video viral terkait sebuah bengkel yang ‘menggetok’ harga tinggi untuk jasa layanan yang diberikan kepada konsumen yang mengalami kerusakan pada motornya?
Seperti dilaporkan dalam video tersebut, konsumen yang membawa motornya ke bengkel itu tidak menyangka akan mendapatkan tagihan yang jauh dari perkiraannya.
Bahkan ada beberapa layanan dan penggantian suku cadang yang tidak sesuai kerusakan yang dialami kendaraannya. Kekecewaan sekaligus penyesalan besar jelas tergambar dari pemilik.
Melihat kondisi ini tentunya tidak ingin dialami konsumen lainnya, agar tidak terulang kejadian serupa. Mendatangi dan mempercayakan perawatan sepeda motor ke bengkel resmi tentunya menjadi hal yang bijak.
PT Astra Honda Motor secara berkelanjutan terus mengimbau kepada para pemilik motor Honda untuk mempercayakan perawatan kendaraannya di bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).

Salah satunya adalah dari PT Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer motor Honda Jakarta Tangerang, telah menerapkan regulasi standar pelayanan dan penentuan harga yang ketat kepada konsumen.
Pakem dan aturan ini merupakan bentuk totalitas untuk menjaga citra dan kualitas demi memberikan layanan terbaik bagi konsumen, yaitu dari perawatan dan perbaikan di bengkel AHASS.
Dalam siaran resminya, Kamis (11/5), Head of Technical Service Department Wahana, Benedictus F. Maharanto mengatakan, pihaknya memberikan kontrol ketat untuk menjaga kepercayaan konsumen.
“Kontrol ini pada layanan after sales di 308 AHASS, mulai dari jaminan keaslian spare part, kemampuan mekanik, hingga aturan harganya,“ tutur Benedictus.
Wahana memiliki tim Supervisor Engineer yang fokus mengawasi performa AHASS, standar layanan, stok spare part, kualitas mekanik, kelengkapan tools dan lain sebagainya, termasuk memantau harga spare part dan biaya jasa mekanik.

Benedictus menuturkan, konsumen masuk ke bengkel AHASS dan langsung didata oleh Service Advisor untuk mendengar permintaan konsumen termasuk keluhan seputar motornya.
Setelah di data, unit akan masuk kedalam pit pengerjaan oleh mekanik dan mengerjakan sesuai catatan yang diberikan. Jika ternyata terdapat penanganan atau pergantian diluar list, mekanik akan mengomunikasikan kepada SA dan SA akan memberitahukan terlebih dahulu kepada konsumen.
Penemuan ini sebelum dikerjakan, SA lebih dulu menjelaskan kepada konsumen adanya pergantian parts lain. Jika disetujui konsumen, maka pengerjaan akan dilanjutkan dan jika tidak disetujui konsumen maka di hentikan.
Tidak hanya itu, konsumen juga berhak menanyakan estimasi biaya perbaikan unit dengan rincian yang detail saat penanganan di AHASS, termasuk biaya penggantian suku cadangnya.
“Tak hanya keaslian part dan keandalan mekanik, setiap AHASS juga memberikan garansi pada periode tertentu untuk pengerjaan tertentu sehingga konsumen terhindar dari rasa was–was dikerjai oleh mekanik,” tandasnya. [dp/TH]

