
DAPURPACU – Eksistensi dan kiprah Wuling Motors di pasar otomotif Indonesia telah memasuki usia ke enam tahun, sejak pabrikan mobil asal Tiongkok ini hadir pada 2017 silam.
Sepak terjangnya di industri otomotif Indonesia kini makin tertanam di benam konsumen, berkat berbagai ragam produk dan layanan purna jual mumpuni yang ditawarkan.
Termasuk di dalamnya inovasi terkini yang ditawarkan pada produk-produk yang dipasarkan saat ini. Disebutkan bahwa eksistensi dalam inovasi itu demi menjawab kebutuhan lebih dari 112.000 konsumennya di seluruh Indonesia.
Dalam hal pelayanan pasca pembelian unit, sampai saat ini Wuling sudah memiliki jaringan resmi hingga sebanyak 150 diler resmi di seluruh pelosok Indonesia.
Hal ini terus dilakukan Wuling demi mendekatkan diri dengan para konsumennya, dengan layanan purna jual terbaik yang diberikan. Sekaligus menjawab keinginan pada rangkaian produk sesuai kebutuhan pelanggan.
Brand & Marketing Director Wuling Motors, Dian Asmahani menuturkan, inovasi telah menjadi pilar utama bagi Wuling dalam menghadirkan produk sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.

Untuk itu, lanjut dia, di usia ke-6 tahun ini pihaknya akan terus hadir dengan inovasi tanpa akhir untuk menghadirkan solusi mobilitas yang modern.
“Sekaligus membawa warna baru di industri otomotif Indonesia yang kini sedang dalam masa transisi ke elektrifikasi,” jelas Dian, pada keterangan tertulisnya.
Wuling memulai langkahnya di pasar otomotif Indonesia pada Juli 2017, yang diawali dengan dilakukannya seremoni peresmian pabriknya di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat.
Dari pabrik inilah ‘lahir’ beberapa produk yang saat ini dipasarkan dan berhasil memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen di Indonesia, termasuk pada kendaraan niaga ringan.
Wuling Confero Series menjadi produk perdana yang diproduksi di fasilitas pabrik tersebut. Berlanjut dengan model-model lainnya seperti seri Cortez dan Formo, yang menjadi produk pikap pertama Wuling yang dimiliki.
Seri Formo yang kini menjadi Formo Max hadir untuk menjawab para pelaku bisnis di Indonesia dengan berbagai keunggulan, diantaranya kapasitas bak yang luas untuk membawa barang bawaan hingga 1 ton.

Setelah kedua model ini, Wuling meluncurkan Almaz pada akhir Februari 2019 di ajang Indonesia International Motor Show 2019. Sekaligus model keempat yang dirilis untuk pasar Indonesia
Wuling Almaz telah ‘didedikasikan’ untuk mengisi pasar SUV medium, yang sebelumnya cukup disesaki oleh pabrikan Jepang. Bahkan dari satu negara pun turut meramaikan segmen itu.
Produk yang mengambil dari bahasa Arab berarti ‘Berlian’, sesuai emblem Wuling (lima berlian), cukup disesaki beragam teknologi pintar, seperti smart multimedia pada head unit layar sentuh berukuran 10,4 inci.
Di dalamnya dilengkapi fitur-fitur yaitu radio, Bluetooth, USB, AUX dan Wuling Link. Plus tersedianya fitur Tire Pressure Monitoring System.
Berbekal ‘amunisi’ yang melimpah inilah calon konsumen saat itu sudah cukup tergiur. Sehingga di awal kemunculannya membuahkan angka pemesanan (SPK) signifikan dan behasil menjadi ‘Game Charger’ di industri otomotif Nasional.
Sukses meraih animo yang tinggi dari masyarakat tidak lantas membuat Wuling berpuas diri. Demi memberikan kenyamanan lebih, Wuling Motors menambahkan lagi beberapa fitur terbaru.

Improvisasi fitur bernama Wuling Indonesian Command (WIND) resmi disematkan, selang empat bulan lebih pasca diluncurkan. Fitur perintah suaran berbahasa Indonesia ini menjadi yang pertama dipasangkan dan dipasarkan di Indonesia saat ini.
Adanya fitur tersebut, pemilik cukup melafalkan ‘Halo Wuling’ di awal perintah, dapat mengoperasikan AC, jendela depan dan belakang, panoramic sunroof, serta akses hiburan pada head unit seperti musik/radio, melakukan panggilan telepon, menjalankan aplikasi misalnya Wuling Link atau TPMS.
Fitur WIND tersedia di seluruh varian Almaz, baik tipe 5-seater dan 7-seater. Tidak berhenti disitu saja, Wuling menyusupkan inovasi lainnya, yakni Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE) yang hanya tersedia pada tipe Almaz RS, model flagship Wuling yang dipasarkan saat ini.
Sebagai informasi, Wuling juga menyematkan fitur WIND dan Wuling Remote Control App pada New Cortez, sehingga pemilik bisa mengoperasikan beragam fitur kendaraan dari jarak jauh melalui aplikasi MyWuling+.
Inovasi itu terdiri dari Advanced Driving Assistant System (ADAS), berisikan fitur-fitur Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Lane Departure Warning, Traffic Jam Assistance dan Intelligent Cruise Assistance.
Sementara fitur Internet of Vehicle (IoV) akan menghubungkan pemilik dengan Almaz RS melalui smartphone dan head unit. Barisan fitur ini yaitu Vehicle Positioning, Vehicle Remote Control, Geo-Fencing Security hingga Bluetooth Key.

Sedangkan koneksi internet yang tersedia pada head unit diantaranya Online Navigation, Online Music dan Internet Messaging App. Ketiganya tentu didukung pula oleh fitur WIND.
Dapat dikatakan inovasi ini menjadi ‘asisten pribadi’ selama berkendara. Berarti, kedua fitur yang ada pada WISE yaitu ADAS dan IoV bertugas untuk mengurangi beban kerja pengemudi.
Ekspor Perdana Wuling Almaz Merek Lain
PT SGMW Motor Indonesia tidak hanya memproduksi lini produk untuk kebutuhan pasar domestik saja, juga menjawab keinginan pasar dunia dengan melakukan ekspor perdana Almaz.
Dilaksanakan di Pabrik Wuling, Cikarang, Jawa Barat, September 2019, Wuling mengapalkan Almaz bermerek Chevrolet Captiva ke sejumlah negara di Asia Tengah dan Oceania.
Dengan total mencapai 2.600 unit, Wuling mengekspor Captiva ke negara-negara seperti Thailand, Brunei Darussalam dan Fiji. Xu Feiyun, Presiden Wuling Motors, mengatakan langkah ini dilakukan dalam rangka memperluas pasar di kancah internasional.
Disebutkannya bahwa kegiatan ekspor ini merupakan kerja sama dengan pemegang saham General Motors, Amerika Serikat. Tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, Wuling akan memperluas lagi negara tujuan ekspornya.

“Ini menjadi sejarah dan kebanggaan bagi kami untuk mengukuhkan komitmen jangka panjang Wuling di Tanah Air, dengan menjadikan fasilitas produksi di Cikarang sebagai pilar bagi otomotif dunia,” imbuhnya.
Mobilitas Ramah Lingkungan
Langkah strategis Wuling terus berlanjut dengan diluncurkannya dua model berenergi baru yaitu Air ev dan Almaz Hybrid, yang sudah diperkenalkan di ajang Periklindo Electric Vehicle Show 2023 lalu.
Almaz Hybrid didapuk sebagai model elektrifikasi perdana Wuling di segmen SUV Tanah Air. Dian menuturkan, Almaz Hybrid memadukan antara performa, fuel eficiency sekaligus mobilitas yang ramah lingkungan.
“Kami mewujudkan seluruh keunggulan tersebut pada Almaz Hybrid, yang siap meningkatkan pengalaman berkendara Anda menuju masa depan lebih baik,” tutur Dian disela peluncuran pada 3 November 2022 lalu.
Di atas kertas, Almaz Hybrid mengusung mesin bensin berkonfigurasi 4-silinder berkapasitas 2.000 cc, menghasilkan tenaga 123 hp dengan torsi puncak 168 Nm. Sementara motor listriknya memproduksi daya 174 hp dan torsi 320 Nm yang disalurkan ke roda depan.

Lalu baterai Ternary Lithium berkapasitas 1.8 kWh. Wuling mengandalkan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang dikhususnya dipasangkan pada Almaz Hybrid.
Wuling Almaz Hybrid mengaplikasikan Multi-mode Hybrid Performance yang terdiri dari EV, Series Hybrid dan Hybrid Paralel.
Untuk produk elektrifikasi Wuling lainnya yaitu Air ev, yang dapat dikatakan sukses menuai respon positif dari masyarakat seiring dengan peningkatan tren mobil listrik di dalam negeri.
Hal itu terlihat dari angka penjualannya yang mendekati 10.000 unit lebih, semenjak peluncurannya hingga saat ini. Tak hanya produk, inovasi penunjang berkendara juga disematkan
Bahkan pencapaian terbaik Air ev dibuktikan di sepanjang 2022 lalu, dimana pengiriman unit baru ke diler (wholesales) membukukan angka 8.053 unit, dari total yang tercatat oleh Gaikindo sebanyak 10.327 unit.
Wuling Air ev memiliki dimensi panjang 2.917 mm, lebar 1.493 mm, tinggi 1.621 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) 1.940 mm. Bodinya yang kecil mampu bermanuver lincah di tengah kepadatan lalu lintas.

Atas dasar pertimbangan inilah banyak pemilik Air ev menjadikannya sebagai ‘kaki harian’. Dimensi bodinya mungil hingga kemudahan dalam hal pengoperasian fitur-fitur, menjadi keunggulan utamanya.
Tak hanya itu, proses pengisian ulang baterai juga sangat mudah dan bisa dilakukan saat Anda setibanya di rumah. Hal ini berkat adanya sistem Easy Home Charging via soket jenis AC GB/T, dengan daya listrik minimal 2.200 watt.
Berbekal baterai berdaya 26,7 kWh dengan jarak tempuh 300 kilometer untuk tipe Long Range, serta kapasitas baterai sebesar 17,3 kWh untuk varian Standard Range dengan jarak tempuh sejauh 200 km.
Fitur-fitur seperti IoV atau Wuling Remote Control App, plus WIND juga disematkan pada Air ev. Wuling pun memastikan ketahanan baterainya setelah melewati berbagai pengujian.
Untuk kualitas baterai Lithium Iron Phosphate IP67 certified, Wuling sudah melakukan 16 model uji ketahanan mulai dari tes jatuh, rotasi berulang-ulang, kebakaran, rendaman air, benturan, hingga getaran.

Keunggulan lain selama kepemilikan Air ev adalah pada biaya perawatannya (cost of ownership), dimana Anda hanya butuh Rp3,9 juta untuk pemakaian hingga jarak tempuh 100 ribu kilometer.
Sementara untuk biaya operasionalnya, sekali charge pemilik hanya cukup membayar sekitar Rp30 ribu – Rp45 ribu, dengan kemampuan jelajah maksimal sampai dengan 300 km.
Selain produk, Wuling juga berkomitmen untuk menjaga kepuasan pelanggan melalui berbagai layanan purna jualnya, diantaranya Emergency Road Assistance dan Wuling Mobile Service.
Sejak 2021, Wuling juga telah bekerja sama dengan Tekno Body Repair untuk mempercepat pengerjaan perbaikan bodi dan cat yang dibutuhkan pelanggan.
Untuk mengakses layanan-layanan tersebut, konsumen dapat menggunakan MyWuling+ serta menghubungi Wuling Customer Assistance di nomor 0800-100-5050. [dp/TH]
