
PARIS (DP) – Ke depan, tak hanya kendaraan yang bisa saling berkomunikasi memanfaatkan teknologi Vehicle-to-Vehicle (V2V), tapi kendaraan itu juga dapat berkomunikasi dengan infrastruktur jalan, seperti lampu lalu lintas di persimpangan, rambu lalu lintas dan lainnya melalui teknologi komunikasi bernama Vehicle-to-Everything (V2X).
Mengantisipasi berkembangnya kedua teknologi komunikasi canggih tersebut, seiring dengan upaya mengurangi angka kecelakaan dan kematian akibat insiden di jalan raya, tiga pabrikan mobil dunia, yakni BMW, Ford dan Groupe PSA, menjalin kerjasama dengan 5G Automotive Association untuk melakukan ujicoba dan demonstrasi teknologi C-V2X di Eropa.
Esensi dari penerapan teknologi baru ini adalah, kombinasi teknologi tinggi antara Vehicle-to-Vehicle (V2V) dan Vehicle-to-Infrastructure (V2I), yang kemudian dinamakan sistem C-V2X, yang memungkinkan komunikasi kendaraan berbeda merek dan juga komunikasi kendaraan tersebut dengan infrastruktur pintar seperti lampu lalu lintas dan prasarana lainnya. Teknologi ini beroperasi pada spektrum ITS dan punya kemampuan bekerja tanpa koneksi selular.
Pada demonstrasi ini menggunakan sejumlah kendaraan beda jenis dan merek, seperti BMW i3, DS 7 Crossback, Peugeot 5008 dan Ford Edge. Bahkan ujicoba itu tak hanya untuk kendaraan roda empat, karena BMW juga menampilkan skuter matik C. Masing-masing kendaraan dilengkapi dengan chipset 9150 C-V2X lansiran Qualcomm dan software buatan Savari.
Berkat penambahan peranti tersebut, kendaraan-kendaraan itu bisa saling berkomunikasi dan juga bisa saling memberikan peringatan bila ada situasi yang berpotensi memicu tabrakan dan berbahaya. Kondisi ini terjadi bila pengemudi tidak dapat melihat kendaraan lain.
Di antara skenario demonstrasi yang dilakukan meliputi Emergency Electronic Brake Light, Intersection Collision Warning, Across Traffic Turn Collision Risk Warning, Slow Vehicle Warning, Stationary Vehicle Warning dan Vulnerable Road User/Pedestrian Warning.
Measki banyak fitur dan teknologi itu fokus pada keselamatan, tapi ada manfaat lain yang didapatkan. Sistem V2X dapat berkomunikasi dengan lampu stop di zebra cross dan menyajikan hitungan mundur bagi pengemudi untuk menunggu sampai lampu hijau menyala. Hal ini berpotensi memperlancar arus lalu lintas di persimpangan, karena pengemudi dapat bersiap-siap kapan harus kembali melaju bahkan sebelum lampu lalu lintas berubah warna.
Sedangkan C-V2X dan V2X memiliki banyak kesamaan, dan C-V2X diintegrasikan ke dalam modem selular kendaraan, yang juga dipakai oleh telematik dan sistem hiburan (infotainment).
Sementara itu, 5G Automotive Association mengatakan pendekatan komponen ini berarti sistem C-V2X lebih hemat biaya ketimbang teknologi lain yang setara.
“Meski demonstrasi ini hanya ujicoba sederhana, tapi kami yakin teknologi ini sudah siap diluncurkan paling cepat pada 2020,” kata 5G Automotive Association melalui keterangan resminya. [dp/TGH]
