Tag: baterai LFP

  • Polytron Ungkap Standar Keamanan Baterai FOX Electric

    Polytron Ungkap Standar Keamanan Baterai FOX Electric

    DAPURPACUID – Salah satu komponen vital pada kendaraan listrik, tak terkecuali sepeda motor adalah baterainya. Oleh karena itulah, faktor keamanannya sangat diutamakan.

    Polytron kembali memperlihatkan keseriusannya mengembangkan motor listrik yang aman dan berkualitas bagi konsumen Indonesia. Termasuk teknologi keamanan pada baterai.

    Melalui pemilihan cell LFP dan standar uji internasional, pabrikan telah menegaskan untuk memfokuskan pada keselamatan lewat teknologi keamanan baterai di lini Fox Electric.

    Langkah ini semakin memperkuat posisi Polytron sebagai produsen kendaraan listrik lokal yang menaruh perhatian penuh pada keselamatan para penggunanya.

    Edukasi ini muncul seiring peluncuran Fox 350 beberapa waktu lalu, dengan dua skema kepemilikan, Battery as a Service (sewa baterai) dan opsi pembelian baterai.

    Meski menghadirkan pilihan baru bagi konsumen, Polytron menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi pilar utama seluruh pengembangan ekosistem kendaraan listrik mereka.

    CEO Polytron, Hariono menjelaskan, Polytron menekankan bahwa baterai merupakan komponen paling vital sekaligus paling kompleks dalam motor listrik.

    Oleh karena itu, Polytron mengimplementasikan standar pengujian internasional untuk memastikan setiap cell yang digunakan benar-benar aman sebelum dipasang pada FOX Electric.

    Seluruh cell baterai yang digunakan telah melewati serangkaian uji ketat setingkat standar global, mengacu pada UN 38.3, QC/T 743, SNI 8872:2019, UN R136, hingga ISO 26262.

    “Polytron menerapkan standar pengujian setingkat internasional guna memastikan setiap cell baterai yang digunakan aman sebelum dipasang pada motor listrik FOX Electric,” imbuhnya.

    “Pengujian tersebut mencakup simulasi tekanan panas ekstrem, getaran, benturan, tusukan, hingga skenario kecelakaan,” paparnya dalam keterangan tertulis.

    Standar ini diterapkan guna memastikan setiap cell tak hanya aman di kondisi normal, tapi juga mampu bertahan dalam situasi ekstrem yang mungkin terjadi saat berkendara atau pengisian daya.

    Alasan Memilih Cell LFP

    Polytron menjelaskan, tidak semua jenis baterai lithium menawarkan tingkat keamanan yang sepadan. Beberapa kimia baterai seperti NMC, NCA dan LCO dikenal berisiko tinggi.

    Hal ini dikarenakan unsur kimiawi tersebut menghasilkan oksigen internal ketika terbakar, membuat api cepat membesar dan sulit untuk dikendalikan. Bahkan berpotensi menimbulkan ledakan.

    Material cell LFP (Lithium Iron Phosphate) dipilih oleh Polytron karena memiliki stabilitas termal lebih baik dan tidak memproduksi oksigen saat terbakar.

    Dengan begitu, potensi api berkembang lebih lambat dan jauh lebih mudah dikendalikan, sehingga risiko kecelakaan akibat baterai dapat diminimalkan secara signifikan.

    Cell LFP memiliki titik thermal runaway pada suhu 250–300°C, jauh lebih tinggi dibanding NMC yang berada pada 170–220°C. Margin keamanan ini sangat penting terutama di kondisi panas, macet, atau saat proses charging.

    Cell LFP Polytron juga telah melalui pengujian nail penetration dan mechanical impact, guna memastikan tidak terjadi kebakaran atau ledakan meski mengalami tusukan, tekanan tinggi, atau kerusakan fisik yang mensimulasikan kondisi kecelakaan.

    Desain Battery Pack dengan Proteksi Berlapis

    Polytron menegaskan bahwa sistem keamanan baterai tidak berhenti pada pemilihan cell saja. Desain battery pack menjadi lapisan proteksi berikutnya yang sama pentingnya.

    Untuk itu, Polytron merancang battery pack FOX Electric dengan struktur heatsink aluminium yang mampu meredam panas, sekaligus pelindung benturan, getaran dan gesekan.

    Casing baterai juga telah bersertifikasi IP67, sehingga tahan terhadap air, banjir, serta kondisi lingkungan yang ekstrem. Termasuk sistem elektronik yang dilengkapi Battery Management System (BMS).

    Sistem ini dilengkapi serangkaian fitur proteksi: sensor temperatur, pemutusan arus otomatis saat terjadi overcharge atau over-discharge dan mekanisme cell balancing untuk menjaga keawetan baterai.

    Polytron turut menyoroti masih ditemukan motor listrik di pasaran yang memakai baterai rakitan tanpa perlindungan mekanik memadai, tidak tahan air dan minim sistem pendinginan.

    Produk-produk seperti ini berpotensi menimbulkan risiko kebakaran, terutama saat motor mengalami benturan, tertusuk benda tajam, atau terendam air (banjir).

    Simulasi Crush Test Pada Battery Pack Motor Listrik Polytron FOX Electric yang berbahan alumunium sehingga aman terhadap segala bentuk benturan.

    Melalui edukasi seperti ini, Polytron berharap konsumen semakin cerdas dalam menilai kualitas baterai dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

    Dalam bagian edukasi lainnya juga dijelaskan perbandingan baterai LFP dengan Graphene Lead Acid yang masih digunakan di beberapa kendaraan listrik, khususnya motor listrik.

    Namun Polytron menegaskan teknologi ini punya sejumlah kelemahan signifikan: waktu pengisian lebih lama, efisiensi rendah, bobot lebih berat, serta tingkat self-discharge tinggi.

    Sebaliknya, jenis LFP unggul dalam efisiensi energi, durabilitas, kemampuan fast charging, dan keamanan jangka panjang. Dari sisi keamanan maupun performa, LFP tetap menjadi pilihan terbaik untuk kendaraan listrik modern.

    Head of Design, Quality and Assurance EV Polytron, Josaphat Bagus Purnama menuturkan, komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan baterai tak pernah menjadi area kompromi.

    “Kami memilih cell LFP bersertifikasi yang lolos pengujian paling ketat, termasuk nail penetration test, untuk memastikan ketahanan bahkan dalam skenario kecelakaan ekstrem,” ujarnya.

    Josaphat pun meyakini bahwa industri kendaraan listrik hanya bisa berkembang jika pengguna merasa aman dan percaya dengan teknologi yang diusungnya.

    Untuk itu, Polytron juga menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang aman, berkualitas dan dapat diandalkan oleh masyarakat Indonesia.

    Hal ini ditegaskan Hariono bahwa teknologi yang digunakan FOX Electric dirancang bukan hanya menghadirkan performa, tapi juga memberikan rasa aman bagi para pengguna dalam berbagai kondisi.

    “Polytron berharap konsumen semakin cerdas memahami perbedaan teknologi baterai dan menjadikan aspek keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam memilih motor listrik,” pungkasnya. [dpid/TH]

  • Wuling BinguoEV Sabet Gelar Mobil Listrik Pilihan Keluarga

    Wuling BinguoEV Sabet Gelar Mobil Listrik Pilihan Keluarga

    DAPURPACUID – Wuling BinguoEV raih penghargaan ‘Choice for My Partner’ di ajang Family Car Recommendation 2025, sebagai mobil listrik andalan keluarga modern.

    Predikat ini diraih usai hatchback listrik ini menuai pengakuan prestisius dari ajang yang digagas oleh Autofun Indonesia, Mobil123, dan Carmudi, beberapa waktu lalu.

    Prestasi ini jadi bukti New BinguoEV tidak hanya tampil dengan desain menarik, namun juga menawarkan efisiensi dan kenyamanan yang cocok untuk mobilitas keluarga urban masa kini.

    Hatchback listrik tersebut dianggap mampu menjawab kebutuhan konsumen yang mendambakan kendaraan ramah lingkungan tanpa kompromi terhadap gaya dan fungsi.

    Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko mengatakan, penghargaan yang diraih ini menjadi pemacu semangat Perusahaan untuk terus berinovasi.

    “BinguoEV hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mobil listrik yang stylish, praktis dan efisien,” tutur Danang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/9).

    Penilaian Berdasarkan Inovasi dan Kesesuaian Kebutuhan

    Ajang Family Car Recommendation 2025 menyoroti mobil-mobil terbaik dari berbagai kategori kendaraan yang dipasarkan saat ini di Indonesia, mulai dari ICE, hybrid, hingga EV.

    Proses seleksi pun dilakukan melalui kombinasi voting dan diskusi mendalam oleh tim redaksi dari ketiga media otomotif tersebut, dan New BinguoEV diklaim unggul dari berbagai faktor.

    Keunggulan itu diantaranya desain eksterior yang ikonik, dimensi kompak yang lincah untuk berkendara di perkotaan, serta jarak tempuh impresif penunjang aktivitas harian.

    Disisi lainnya, kehadiran fitur fast charging juga menambah kenyamanan, terutama bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.

    Sebagai informasi, Wuling Motors merilis New BinguoEV pada 11 Juli 2025 lalu, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-8 Wuling di Indonesia.

    Tersedia dalam dua varian, Pro dan Lite, mobil ini mengusung konsep ‘Be The Icon’ dengan sentuhan desain modern dan pilihan warna segar seperti Avocado Green, Lemon Yellow dan Galaxy Blue.

    Performanya disokong motor listrik 50 kW dengan torsi 150 Nm, serta baterai LFP berkapasitas 31,9 kWh yang sanggup menempuh hingga 333 km dalam sekali isi penuh.

    Untuk pengisian daya baterainya tersedia port fast charging, yang mampu mengisi dari kondisi 30 persen ke 80 persen hanya dalam waktu 35 menit.

    Interiornya pun tak kalah menarik. Varian Pro hadir dengan nuansa kabin berkelir Caramel Latte, sementara varian Lite dibalut warna Mocha Latte.

    Keduanya dibekali dual screen 10,25 inci untuk head unit dan instrument cluster, serta fitur konektivitas smartphone. Kabin juga dirancang fungsional dengan 15 kompartemen penyimpanan dan bagasi 790 liter saat kursi baris kedua dilipat.

    Dengan kombinasi desain ikonik, performa efisien dan fitur lengkap, Wuling BinguoEV diyakini sebagai pilihan rasional bagi keluarga modern di Indonesia. [dpid/TH]

  • Kencan Singkat Bersama Aion UT, Hatchback Berdesain Eropa

    Kencan Singkat Bersama Aion UT, Hatchback Berdesain Eropa

    DAPURPACUID – GAC Indonesia sudah mempersiapkan ‘amunisi’ baru untuk memperkuat daya gedornya di segmen kendaraan listrik di Tanah Air, melalui hadirnya Aion UT.

    Dijadwalkan melantai di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2025, akhir Juli nanti, model hatchback bergaya crossover ini mengusung desain futuristik khas Eropa.

    Tak hanya memiliki keunggulan pada desain seamless-nya, Aion UT juga dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan mobilitas anak muda dan keluarga modern di perkotaan.

    Di sisi lain, bentuk bodinya yang streamline garapan Stephan Janin dari GAC Advanced Design Center Europe, memberi kesan gabungan antara klasik dan modern.

    Dengan menggunakan platform AEP 3.0 (AION Electric Platform), Aion UT mengusung filosofi design bernuansa Milan dengan bentuk lampu depan menyerupai mata dan alis burung hantu dan matrix cube.

    Mobil listrik yang kelak berhadapan langsung dengan BYD Dolphin dan Wuling Cloud EV ini, memiliki dimensi panjang 4.270 mm, lebar 1.850 mm dan tinggi 1.575 mm.

    Sementara jarak antar roda (wheelbase) mencapai 1.750 mm, dengan ground clearance setinggi 160 mm, dipadukan pelek berdiameter 17 inci menguatkan kesan tangguh pada sektor kaki-kakinya.

    Urusan kapasitas bagasinya direntang 440 liter hingga 1.600 liter, saat kursi belakang dilipat menciptakan aksesbilitas membawa barang bawaan tanpa ada hambatan.

    “Aion UT menawarkan dua varian untuk pasar Indonesia, yaitu Premium dan Standard, dengan kapasitas baterai dan jarak tempuh berbeda,” ujar Valdo Prahara, Marketing Communication & Public Relations GAC Aion Indonesia.

    Bertabur Fitur Kenyamanan

    Menilik interiornya, Aion UT hadir untuk menjawab kebutuhan keluarga, baik mobilitas perkotaan maupun saat bepergian jarak jauh, dengan ruang kabin yang lapang.

    Terdapat unsur kenyamanan selama berkendara yang disumbangkan dari layar infotaiment berukuran 14,6 inci, dan dapat terhubung ke Apple Carplay dan Android Auto.

    Di depan lingkar kemudi juga dipasangkan layar berisikan berbagai indikator guna memudahkan pengemudi mendapatkan informasi terkait kendaraan. Plus tombol-tombol pengatur lainnya.

    Aion UT menyediakan fitur wireless charging 50 Watt dan ventilated seat. Nuansa premium di kabin dibuktikan melalui balutan material PVC Synthetic Leather pada semua jok.

    Khusus kursi pengemudi telah dilengkapi dengan pengaturan elektrik, memudahkan penyesuaian posisi berkendara sesuai kebutuhan. Terdapat juga panoramic sunroof, penambah sisi mewahnya.

    Baik varian Standard maupun Premium dibenamkan baterai jenis LFP magazine battery 2.0, dengan kapasitas 44 kWh dan 60 kWh yang mampu menempuh jarak sejauh 400 km dan 500 km untuk sekali pengisian penuh.

    Khusus pada varian Premium tersedia pilihan warna dual tone menarik. Soal performa, Aion UT ditenagai motor listrik 100 KW (Standard) dan 150 KW (Premium) dengan torsi 210 Nm.

    Akselerasi 0-100 km diklaim hanya membutuhkan waktu 8,2 detik. Dengan menggunakan DC Fast Charging CCS2, pengisian daya 30-80 persen hanya butuh 24 menit.

    Model ini juga sudah dilengkap ADAS L2 dan enam airbag. Sementara sistem audionya didukung enam speaker lansiran ADiGO. [dpid/TH]

  • Chery C5 dan E5 Meluncur, Banderolnya Diluar ‘Nalar’

    Chery C5 dan E5 Meluncur, Banderolnya Diluar ‘Nalar’

    DAPURPACUID – PT Chery Sales Indonesia resmi meluncurkan versi penyegaran Chery C5 dengan harga yang lebih terjangkau mulai dari Rp319,9 juta OTR Jakarta, Rabu (26/6).

    Bersamaan dengan itu, turut pula diluncurkan Chery E5 yang dibanderol mulai Rp369,9 juta. Keduanya ‘kompak’ menghilangkan lebel Omoda untuk lebih menjangkau konsumen lebih luas.

    Mengusung semangat “Futuristic Reborn”, baik Chery C5 maupun E5 dirancang khusus untuk memenuhi tuntutan mobilitas masyarakat modern yang aktif dan penuh karakter.

    Keduanya telah diproduksi secara Completely Knock-Down (CKD) di pabrik perakitan Chery di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, sebagai bagian dari pengembangan industri otomotif Nasional.

    Head of Brand & Marketing Department PT CSI, Rifkie Setiawan menuturkan, saat ini masyarakat semakin menginginkan desain futuristik dan modern yang dibekali fitur-fitur terkini.

    “Termasuk fitur keselamatan terbaik, teknologi inovatif, serta didukung program after sales menguntungkan. Kondisi ini yang terus meningkat dari kebutuhan konsumen,” tambahnya.

    “Maka dari itu kami hadirkan penyegaran Chery C5 dan E5 sekaligus menegaskan kekuatan posisi Chery sebagai merek yang tak selalu berhenti berinovasi untuk memberikan solusi mobilitas bagi individu atau keluarga muda berjiwa petualang dan dinamis,” lanjutnya.

    Chery C5 hadir dalam dua varian, yakni C5-Z yang dijual seharga Rp319,9 juta, sementara tipe C5-RZ dibanderol Rp349,9 juta. Plus tambahan Rp5 juta untuk warna Red Rubby dan two tone sehingga harganya menjadi Rp354,9 juta.

    Kedua harga yang dirilis Chery tergolong fantastis, mengingat lebel yang sematkan pada Omoda 5 sebelumnya dibanderol lebih tinggi hingga puluhan juta rupiah dalam status on the road (OTR) Jakarta.

    Seperti diketahui, C5 merupakan penerus kesuksesan dari Omoda 5 dengan gaya desain secara keseluruhan yang hampir serupa. Versi facelift ini hadir dengan beragam ubahan eksterior dan interiornya.

    Tak hanya itu, sentuhan inovatif pada suspensi dan juga transmisi baru yang dipasangkan diklaim menjanjikan pengendaraan yang maksimal di berbagai kondisi jalan.

    Untuk ubahan pada eksterior terlampir pada Frameless Diamond-pattern Grille yang senada dengan warna bodi, sehingga memberikan visual fascia depan lebih tegas dan modern.

    Begitu juga pada bemper berdesain X-shape dipadukan warna hitam. Plus Arrow-shaped LED DRL yang terintegrasi bilah gelap berdesain ramping namun aerodinamis.

    Penyegaran pada tampilan luar dituntaskan penggunaan pelek Sporty Black Alloy Wheels berukuran ‘gambot’ 18 inci, yang menegaskan kesan maskulin.

    Sedangkan ubahan area interior terbilang minim, hanya penambahan penyaring udara PM0.3 dan Dual-zone Automatic AC. Sementara lainnya tidak mendapat sentuhan baru.

    Seperti penggunaan material premium berpadu jok berbalut faux leather yang lembut. Plus Dual Screen 10,25-inch HD yang intuitif di dasbor, didukung 8 speaker premium Sony dan kesan lapang berkat hadirnya electric sunroof.

    Chery C5 kini dibekali mesin bensin 1.5L TCI yang dipadukan dengan transmisi baru 6-DCT (Dual-Clutch Transmission) tipe basah (wet), menghasilkan tenaga 145 hp dan torsi puncak 230 Nm.

    Stabilitas serta kenyamanan tak luput ditingkatkan, melalui penyempurnaan suspensi MacPherson di depan dan Multi-link di belakang, ditopang oleh Platform T1X kokoh.

    Fitur pendukung berkendara semakin lengkap dengan ditambahkannya Traffic Jam Assist (TJA) yang menjaga kecepatan konstan sesuai preferensi pengemudi.

    Termasuk fitur Intelligent Avoidance System (IES), untuk memastikan jarak aman saat menyalip kendaraan besar di depan.

    Sematkan Teknologi dan Baterai Baru

    Secara visual, Chery E5 stak mengalami ubahan signifikan, dimana Chery membenamkan baterai LFP (Lithium Ferrous Phosphate) hasil kerja sama dengan produsen baterai global terkemuka, CATL.

    Baterai jenis tersebut dipilih karena reputasinya sebagai salah satu teknologi baterai EV yang diklaim menjadi teraman saat ini dan memiliki durabilitas tinggi.

    Baterai dengan kapasitas 61 kWh ini menjanjikan efisiensi dan daya jelajah yang lebih optimal hingga 430 Km berdasarkan metode pengujian WLTP dan 505 Km dengan metode NEDC untuk satu kali pengisian baterai secara penuh.

    Adapun keunggulan baterai ini yaitu tetap stabil dengan tingkat degradasi rendah, termasuk tingkat ketahanannya terhadap suhu tinggi dan risiko kebakaran.

    Di sisi lain, baterai pada Chery E5 didukung tiga sistem kendali elektronik yang berfungsi layaknya otak kendaraan, meliputi Energy Recovery Level Setting yang mengoptimalkan pemanfaatan energi.

    Lalu Vehicle Driving Mode Settings yang menyesuaikan respon kendaraan sesuai preferensi pengemudi dan AGS Active Air Intake Grille yang menjaga suhu baterai ketika beroperasi.

    Integrasi cerdas ini memungkinkan kalibrasi otomatis secara cepat pasca kendaraan dinyalakan dan diagnosis kesalahan daring, memastikan sistem selalu berfungsi optimal.

    Dengan perlindungan sistematis ini, baterai dan motor listrik terbaru ini terjamin memiliki performa puncak dan keamanan menyeluruh, memberikan pengalaman berkendara yang tenang dan efisien.

    Alhasil, tenaganya bertambah 5 kW menjadi 155 kW namun torsi turun dari 340 Nm ke 288 Nm. Akselerasi tetap 7,2 detik untuk 0-100 km per jam, dengan kecepatan puncak 172 km per jam.

    Selain dua komponen tersebut tidak ada lagi ubahan pada E5 yang tersedia dalam varian two-tone, yakni Rp399.900.000 dan Rp404.900.000 on the road (OTR) Jakarta.

    Sementara untuk varian E5 Pure dibanderol seharga Rp369,9 juta. Baik Chery C5 maupun E5 menyediakan program purna jual komprehensif yang menguntungkan bagi konsumen.

    Tersedia paket purna jual untuk C5 yakni garansi mesin 10 tahun/1.000.000 km, garansi kendaraan 6 tahun/150.000 km, gratis biaya jasa dan suku cadang selama 4 tahun/60.000 km, serta layanan darurat 24 jam gratis selama 1 tahun.

    Bagi pemilik Chery E5 akan mendapatkan jaminan garansi baterai 8 tahun/180.000 km, garansi kendaraan 6 tahun/160.000 km, gratis biaya jasa dan suku cadang selama 5 tahun/75.000 km, serta layanan darurat 24 jam gratis selama 1 tahun. [dpid/TH]

  • Ini Perbedaan Alva Cervo X dengan Varian Lainnya

    Ini Perbedaan Alva Cervo X dengan Varian Lainnya

    DAPURPACUID – Cervo X menjadi varian terbaru di jajaran sepeda motor listrik ALVA, dengan berbagai keunggulan yang dibenamkan dibandingkan produk dari Cervo sebelumnya.

    Seremoni peluncuran sepeda motor listrik berbanderol Rp44,9 juta ini dilakukan langsung di pabrik ALVA di Cikarang, Jawa Barat, lokasi produksi langsung dari Cervo X.

    Hadirnya model tersebut merupakan penyempurnaan dari seri Cervo sebelumnya, sekaligus menegaskan komitmen ALVA untuk terus berinovasi dan bersaing di pasar yang lebih luas lagi.

    “Peluncuran Cervo X yang dirancang dan diproduksi di Indonesia menjadi bukti industri otomotif nasional mampu menghadirkan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia,” tutur Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha.

    Dari tampilan secara keseluruhan, Cervo X masih membenamkan desain yang serupa dengan model-model sebelumnya, dimana karakternya dipadukan bersama kontrol responsif.

    Dengan bodi yang didesain ulang dan paduan warna berkarakter, plus penggunaan ban lansiran berkualitas internasional yaitu Pirelli, membuat tarikan dan stabilitas tetap optimal bahkan di tikungan.

    Kenyamanan selama berkendara didukung dipasangkannya jok yang dilengkapi sandaran untuk pengendara (lumbar support seat). Meski terlihat ‘gambot’, Cervo X tetap memberikan kestabilan.

    Sektor kenyamanan lainnya datang dari suspensi tunggal di belakang yang dirancang menghadapi guncangan dan jalan tidak rata, memberi pengalaman berkendara lebih stabil.

    Menariknya, Cervo X dibekali teknologi Next Gen Battery pada baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 72 V 45 Ah, yang mampu melaju hingga 125 km untuk sekali pengisian daya.

    Konfigurasi baterai dan motor listriknya diklaim mampu melontarkan tenaga 9,8 kW (13,3 PS) dengan torsi maksimal 53,5 Nm, menghasilkan kecepatan puncak 103 km/jam.

    Fitur pengisian daya dengan teknologi Boost Charge memungkinkan pengisian daya cepat dari 10% hingga 50% hanya dalam 20 menit dan dari 10% hingga 80% dalam 50 menit.

    Sistem pengisian cerdas AICS (ALVA Intelligent Charging System) yang terintegrasi dengan MyALVA app memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan proses pengisian daya sesuai kebutuhan.

    Alva Cervo X menghadirkan tiga pilihan warna menarik yakni Rocket Red, Glacier White dan Shadow Black, serta kombinasi warna beraksen hitam melalui Pitch Black Accent. [dpid/TH]

  • Mobil Listrik Aletra Siap Benamkan Baterai Blade Versi Baru

    Mobil Listrik Aletra Siap Benamkan Baterai Blade Versi Baru

    DAPURPACUID – PT Aletra Mobil Nusantara resmi berkolaborasi dengan Zhejiang Yeoning Technology Group, sebagai penyedia baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) generasi terbaru.

    Nantinya baterai EV Short Blade Bulletproof yang diproduksi ini bakal dibenamkan pada mobil listrik Aletra L8, model Multi Purpose Vehicle (MPV) yang memulai debutnya di GJAW 2024.

    Adanya kerja sama ini merupakan upaya lanjutan pengembangan kendaraan listrik dengan komponen lokal. Termasuk mempelajari untuk melakukan perakitan lokal baterai.

    Kerja sama ini mencakup proses alih teknologi serta serta penyediaan material khususnya untuk pemenuhan kebutuhan produksi baterai, yang akan menjadi salah satu komponen kunci produk Aletra.

    CEO Aletra, Andre Jodjana mengatakan, terjalinnya kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan Aletra tidak hanya memenuhi persyaratan TKDN.

    “Tetapi juga membawa teknologi baterai kelas dunia yang aman, efisien, dan berkelanjutan ke Indonesia,” tuturnya disela penandatanganan MoU di Jakarta, Senin (13/1) lalu.

    Ketersediaan baterai ‘kelas’ lokal ini juga menjadi komitmen Aletra dalam menghadirkan kendaraan listrik sesuai kebutuhan konsumen, sekaligus mendukung transisi menuju mobilitas hijau di masa depan.

    Hal ini juga diamini oleh Vice President of Zhejiang Yeoning Technology Group dan Executive Vice President of Jiangsu Yeoning New Energy Co, Xu Shuoyi.

    Menurutnya, perusahaan antusias adanya kolaborasi strategis bersama Aletra, seiring keunggulan teknologi dan pengalaman perusahaan di sektor baterai kendaraan listrik.

    “Kami yakin dapat mendukung Aletra mencapai standar TKDN sekaligus memberikan solusi energi yang aman, tahan lama dan berdaya saing global,” tandasnya.

    Sayangnya, dengan penggunaan komponen baterai ini, tidak dijelaskan soal koreksi harga jual on the road (OTR)-nya, meski rencana jangka panjang perusahaan bakal mempelajari untuk melakukan perakitan lokal baterai.

    Walau begitu, terdapat beberapa keunggulan dari Short Blade Bulletproof Battery generasi baru tersebut, khususnya dilihat dari sektor keamanannya.

    Teknologi pada Short Blade Bulletproof Battery berkapasitas 64,7 kWh ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi varian Aletra L8S EV.

    Dengan kepadatan energi sebesar 192 Wh/KG, baterai menjadi lebih ringan namun tetap dapat menampung kapasitas besar dengan pengisian daya yang lebih cepat.

    Baterai tersebut dapat mencapai 3.500 kali siklus pemakaian, setara dengan pengisian daya dan berkendara sejauh 1 juta km, dengan dampak minimal pada kemampuan baterai.

    Berdasarkan rata-rata pengemudi yang berkendara sejauh 20.000 kilometer setahun, teknologi pada baterai diklaim dapat beroperasi hingga 50 tahun.

    Sehingga secara signifikan memperpanjang usia pakai baterai, meningkatkan nilai sisa EV bekas, dan mengurangi emisi karbon lebih dari 80.000 ton setahun.

    Serangkaian pengujian yang dilakukan meliputi uji penetrasi peluru senapan infanteri 5,8 mm (5,8×42 mm), dan telah lulus uji karena terbukti aman, tanpa peristiwa penyalaan termal.

    Menariknya, terdapat pengujian yang lebih ekstrem dilakukan bahkan diklaim menjadi yang pertama dilakukan oleh produsen baterai di dunia, yakni lulus uji 6 kondisi ekstrem.

    Mencakup korosi akibat perendaman air laut, lingkungan dingin ekstrem, pengikisan dasar kendaraan dengan frekuensi tinggi, penggilasan dengan beban seberat 26 ton, tabrakan samping oleh kendaran tunggal, dan pembakaran api.

    Hal ini berkat desain rangka grid yang dipatenkan, rongga penyerap energi, pelat pelindung bawah sandwich tiga lapis, integrasi cell-to-body/CTB, sistem kontrol pelarian termal, dan berbagai fitur keselamatan lainnya.

    Sebagai informasi, Aletra telah melakukan penyesuaian (redevelopment) dari model awal Geely Jiaji & LIVAN Maple 80V, yang menjadi basis produk ALETRA L8 dan L8S.

    Langkah ini merupakan hasil litbang mendalam yang telah dilakukan selama hampir 2 tahun, yang mencakup sejumlah perubahan agar sesuai dengan selera konsumen Indonesia.

    Seperti dimensi kendaraan yang diperbesar 106 mm, penambahan jumlah kursi dari 5 ke 7, pemasangan AC double blower dengan 2 kompresor, setir teleskopik, fitur wireless charging dan console dashboard yang didesain ulang.

    Terdapat ukuran LED display dari 10 inci menjadi 12,4 inci, ukuran velg yang lebih besar menjadi 18 inci, fitur ambient light, serta fitur-fitur lainnya.

    Sejumlah panel dan tombol fisik pun masih disematkan di Aletra L8 EV, sehingga konsumen tak selalu harus bergantung pada panel kontrol LED.

    Di sisi lain, Aletra tengah melakukan proses produksi kendaraan yang dipesan oleh konsumen pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) November lalu, dan ditargetkan mulai mengirimkan unit di paruh pertama 2025.

    Menyusul, Aletra juga akan membuka showroom & service center di Jabodetabek (Alam Sutera, Pluit, Kemang, Puri, Sunter, dan Bekasi), serta kota-kota lainnya. [dpid/TH]

    Harga Aletra L8
    – L8, Rp 435 jutaan (tanpa charger)
    – L8s, Rp 478 jutaan (tanpa charger)
    – L8, Rp 445 jutaan
    – L8s, Rp 488 jutaan

  • Harga Neta X resmi Dirilis Mulai Rp428 juta, 500 Unit Siap Dikirim

    Harga Neta X resmi Dirilis Mulai Rp428 juta, 500 Unit Siap Dikirim

    DAPURPACUID – PT NETA Auto Indonesia merilis banderol resmi medium SUV bermesin listrik terbarunya yaitu Neta X, di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (27/9).

    Dua varian ditawarkan untuk pasar Indonesia, yakni 500 Elite dengan harga Rp428 juta dan 500 Supreme yang dibanderol Rp448 juta, dalam status on the road (OTR) Jakarta.

    Sebagai informasi, Neta X sudah diperkenalkan secara resmi ke hadapan publik Indonesia saat digelarnya GIIAS 2024 lalu. Pihak NETA Indonesia mengeklaim respon positif langsung diraih pada penampilan perdananya.

    Vice President of Neta Auto, Alan Zhou menuturkan, dihadirkannya Neta X untuk membidik keluarga muda yang menginginkan Intelligent Electric SUV dengan teknologi pintar nan inovatif.

    “Peluncuran Neta X memberikan motivasi bagi kami, untuk terus menghadirkan kendaraan listrik dengan teknologi dan inovasi terbarukan sebagai solusi mobilitas terdepan bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya disela peluncuran.

    Pengiriman Unit Dimulai

    Tak hanya mengumumkan harga resmi, NETA Indonesia juga memulai rangkaian pengiriman kepada konsumen yang telah melakukan pemesanan (SPK) Neta X selama masa pre-book.

    Total sebanyak 500 konsumen pertama yang telah memesan sejak periode tersebut akan segera menerima unitnya. NETA Indonesia secara simbolis menyerahkan anak kunci kepada 8 konsumen pertama melalui acara itu.

    “Ini menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam berkontribusi di industri otomotif Indonesia, khususnya pada penyediaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan,” papar Alan.

    Keputusan untuk merakit lokal Neta X secara Completely Knock-Down (CKD) juga merupakan bukti bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat strategis bagi NETA.

    Seluruh unit Neta X yang dikirimkan kepada konsumen merupakan produksi dalam negeri, dimana dirakit di pabrik PT Handal Indonesia Motor, Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

    Saat ini, kandungan komponen lokal (Tingkat Kandungan Dalam Negeri/TKDN) yang dibenamkan pada Neta X sudah mencapai 44 persen. NETA Indonesia menjanjikan akan terus meningkatkannya lewat kerja sama dengan para mitra lokal.

    Salah satunya melalui kerja sama strategis dengan PT Gotion Green Energy Solutions Indonesia untuk penyediaan baterai listrik jenis Lithium Ferro Phosphate (LFP) untuk Neta X.

    Alan menegaskan, pencapaian 500 SPK dan dimulainya rangkaian pengiriman menjadi bukti popularitas Neta X di pasar otomotif Indonesia telah diterima baik oleh konsumen.

    “Sekaligus menandai tonggak sejarah baru bagi NETA dalam menghadirkan kendaraan listrik terbaik dengan teknologi inovatif ke pasar Tanah Air,” jelasnya.

    Dia menambahkan, kerja sama antara NETA dengan mitra lokal dalam merakit Neta X secara CKD ini dapat menghasilkan mobil listrik berkualitas terbaik dengan komponen lokal yang memenuhi regulasi pemerintah.

    “Tentu saja kami tidak akan berhenti di sini, karena kami berkomitmen terus menghadirkan mobil listrik berkualitas serta layanan purna jual premium bagi semua kalangan di Indonesia,” pungkasnya.

    Neta X hadir dengan empat pilihan warna menarik, yaitu Glacier Blue, Jet Black, Sky Grey dan Pearl White, serta dua pilihan warna interior meliputi Black dan brown.

    Berbekal baterai dengan kapasitas 63,56 kWh, SUV listrik ini menghasilkan tenaga maksimum 120 ps dengan puncak hingga torsi 219 Nm. Sementara jarak tempuhnya diklaim dapat mencapai 500 km

    Setiap pembelian Neta X dilengkapi berbagai keuntungan, termasuk OCPP Wall Charger beserta instalasi, Emergency Portable Charger, Kaca Film Premium, Asuransi 1 Tahun, Pengisian 1.000 kWh dan 24 HRoadside Assistance 5 tahun. [dpid/EK]

  • Begini Cara AION Indonesia ‘PDKT’ ke Konsumen

    Begini Cara AION Indonesia ‘PDKT’ ke Konsumen

    DAPURPACUID – AION Indonesia menggelar kegiatan bertajuk ‘AION DRIVEperience’ yang berlangsung di showroom AION di QBIG BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu (14/9) lalu.

    Dalam even tersebut, konsumen, calon pelanggan dan juga komunitas otomotif diberikan kesempatan untuk mencoba dua model unggulannya yakni AION Y Plus dan AION ES.

    Bersamaan dengan itu, seluruh peserta juga diberikan kesempatan untuk pertama kalinya mencoba Hyptec HT, di area parkir QBIG BSD dan rute khusus mengelilingi Jalan BSD Raya Utama dan BSD Boulevard Utara.

    Total 12 unit yang disediakan bagi peserta untuk mencoba sepanjang aktivitas selama sehari itu berlangsung, dengan berbagai area uji guna memastikan keunggulan lineup AION.

    CEO AION Indonesia, Andry Ciu mengatakan, digelarnya aktivitas ini sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk lebih dekat dengan konsumen. Termasuk semakin memperkuat kehadirannya di pasar kendaraa listrik di Indonesia.

    “Kami berharap para pengunjung di QBIG bisa lebih awal merasakan keunggulan-keunggulan seluruh lineup AION dan Hyptec,” paparnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/9) lalu.

    Andry pun berharap melalui even ini dapat memberikan pengalaman berkendara bagi peserta, sekaligus mengedukasi masyarakat pentingnya beralih ke kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

    Konsumen berkesempatan merasakan teknologi terkini seperti sistem ADAS (Advanced Driver Assistance System), kemampuan kontrol traksi di tikungan, serta uji suspensi yang memastikan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan.

    Diantaranya Acceleration and ADiGO (AION Digital Intelligent Gateway and Operating System) Test, Suspension Test, Soundproof Test, Parking Challenge dan Corner Traction Control.

    Konsumen juga bisa merasakan langsung pengetesan fitur V2L (Vehicle to Load), dimana menyetel musik hingga bermain game dengan daya dari kendaraan listrik AION.

    Sebagai informasi, AION Y Plus hadir dalam dua pilihan yaitu tipe Exclusive dengan baterai 50,66 kWh memiliki jarak tempuh 410 km dan Premium dibekali baterai 63,2 kWh dengan jarak tempuh 490 km.

    Mobil ini menggunakan baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang sudah mengusung teknologi Magazine Battery 2.0, sehingga baterai lebih aman untuk digunakan.

    Terkait harga, varian Exclusive dijual seharga 415 juta, sementara tipe Premium dibanderol Rp475 juta dengan status on the road (OTR) Jakarta.

    Sedangkan AION ES hadir dengan kapasitas baterai 55,2 kWh, yang mampu menempuh jarak tempuh sejauh 442 km. Sedan yang dibanderol Rp386 juta ini memiliki tenaga 135 Hp dan torsi 225 Nm.

    Lalu untuk Hyptec HT dilengkapi baterai berkapasitas 83 kWh dengan daya jelajah hingga 60 km. Performanya didukung tenaga 335 hp dan torsi 333 Nm, yang bisa menembus kecepatan 0-100 km/jam dalam waktu 5,8 detik.

    AION Indonesia menawarkan untuk 1.000 konsumen dengan berbagai keuntungan, yaitu garansi seumur hidup untuk baterai, electric motor dan electric control untuk ketiga produknya.

    Masih ditambah garansi kendaraan selama 8 tahun atau 160.000 km. AION juga memberikan layanan pengisian daya super yang mencakup gratis pengisi daya di rumah dan gratis instalasi. [dpid/TH]