Tag: Bengkel AHASS Jakarta

  • Jangan Tunggu Nyelonong, Kenali Gejala Minyak Rem Motor Sudah Minta Dikuras

    Jangan Tunggu Nyelonong, Kenali Gejala Minyak Rem Motor Sudah Minta Dikuras

    DAPURPACUID – Sebagai pengendara yang peduli dengan keselamatan, Anda mungkin sangat disiplin dalam memeriksa ketebalan kampas rem atau rajin membersihkan piringan cakram agar bebas dari kotoran.

    Namun, ada satu komponen vital berupa cairan yang kerap luput dari perhatian hingga kondisinya memburuk: minyak rem.

    Bayangkan skenario horor ini: Anda sedang asyik melaju di jalanan menurun, lalu tiba-tiba kendaraan di depan berhenti mendadak. Secara refleks, jemari Anda meremas tuas rem sekuat tenaga. Anehnya, tuas rem terasa kosong melompong alias ngempos, tanpa ada daya cengkeram sama sekali, dan motor tetap meluncur liar. Fenomena rem blong mendadak ini sering kali dipicu oleh kondisi minyak rem yang sudah kedaluwarsa atau “basi”.

    Mari kita bedah secara ilmiah mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara mendeteksinya sebelum berakibat fatal di jalan raya.

    1. Memahami Vapor Lock, Musuh Tersembunyi di Dalam Selang Rem

    Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa minyak rem bisa basi padahal berada di dalam saluran yang tertutup rapat? Jawabannya ada pada sifat kimia minyak rem yang higroskopis. Artinya, cairan ini memiliki kemampuan alami untuk menarik dan menyerap kandungan molekul air (kelembapan) dari udara sekitar.

    Meskipun sistem pengereman motor dirancang kedap, uap air tetap bisa menyusup masuk melalui pori-pori selang karet atau sil karet master rem yang mulai mengeras seiring usia pemakaian. Penumpukan kadar air di dalam minyak rem inilah yang menjadi awal petaka.

    Saat Anda mengerem, gesekan ekstrem antara kampas dan cakram akan menghasilkan suhu panas yang sangat tinggi. Panas ini menjalar naik ke dalam cairan rem. Jika minyak rem sudah terkontaminasi air, air tersebut akan mendidih lebih cepat dan menguap, menciptakan gelembung-gelembung gas di dalam selang.

    Kondisi inilah yang disebut dengan Vapor Lock. Efeknya, saat tuas rem ditekan, tekanan hidrolik dari tangan Anda habis hanya untuk memampatkan gelembung gas tersebut, bukan untuk mendorong kampas rem. Hasilnya? Rem blong seketika dan motor meluncur tanpa kendali.

    2. Ciri Fisik Minyak Rem “Basi” yang Mudah Dikenali

    Anda tidak perlu membongkar seluruh sistem hidrolik untuk mengetahui kualitas cairan rem. Cukup andalkan mata dan rabaan tangan Anda melalui dua indikator berikut:

    • Perubahan Warna yang Pekat: Minyak rem baru umumnya berwarna jernih (bening kekuningan, merah, atau biru tergantung spesifikasi DOT yang digunakan). Intip kaca pemantau (sight glass) pada tabung master rem di setang kanan Anda. Jika warnanya sudah berubah keruh, cokelat tua, atau hitam pekat, itu tanda mutlak bahwa cairan telah terkontaminasi air dan kotoran.

    • Tuas Rem Terasa Empuk/Ngempos: Coba remas tuas rem saat motor berhenti. Jika rasanya terlalu empuk tanpa ada tekanan balik yang kuat, atau tuas harus ditarik sangat dalam hingga menyentuh setang baru rem terasa menggigit, itu adalah indikasi kuat adanya “angin palsu” akibat vapor lock.

    3. Rutin Kuras: Investasi Murah Demi Selamatkan Nyawa

    Banyak pengendara menunda ganti minyak rem karena malas mengantre atau takut biayanya mahal. Padahal, ini adalah kekeliruan besar.

    Secara rasional, biaya melakukan kuras dan ganti minyak rem secara berkala di bengkel resmi seperti AHASS sangatlah terjangkau, hanya berkisar puluhan ribu rupiah. Nominal ini tentu tidak ada artinya dibandingkan dengan risiko kecelakaan, biaya perbaikan bodi motor yang ringsek, atau bahkan biaya medis akibat tabrakan.

    Pabrikan merekomendasikan penggantian minyak rem ini dilakukan secara berkala setiap 2 tahun sekali atau setiap 24.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dulu. Jangan pernah berkompromi dengan angka digital di odometer Anda jika menyangkut sektor pengereman.

    Proses menguras minyak rem membutuhkan ketelitian tinggi melalui teknik bleeding (membuang angin palsu) agar tidak ada udara yang terjebak di dalam sistem hidrolik. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyerahkan tugas sensitif ini kepada mekanik bersertifikasi di bengkel AHASS Wahana Honda terdekat. Selain pengerjaan yang presisi, Anda dijamin mendapatkan minyak rem asli standar pabrikan Honda.

    Agar servis berjalan efisien tanpa perlu membuang waktu mengantre lama di lokasi, Anda bisa langsung memesan antrean dan menjadwalkan kedatangan melalui Aplikasi WANDA dari gadget Anda. [dpid/BGS]

  • Wahana Bawa ‘SEMOK’ ke Kantor Redaksi, Ada Apa Sebenarnya?

    Wahana Bawa ‘SEMOK’ ke Kantor Redaksi, Ada Apa Sebenarnya?

    DAPURPACUID – Memperingati Hari Pers Nasional 2026, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku Main Dealer motor Honda Jakarta-Tangerang, menunjukkan dukungannya terhadap mobilitas jurnalis.

    Melalui layanan Servis Motor Keliling (SEMOK), Wahana menyambangi kantor redaksi Liputan6.com di Menteng, Jakarta Pusat (9/2).

    Program ini menargetkan 40 unit motor Honda milik jurnalis dan karyawan media untuk mendapatkan perawatan intensif. Meski dilakukan di lokasi terbuka, WMS menjamin standar pengerjaan tetap setara dengan bengkel resmi AHASS.

    Kualitas Tanpa Kompromi Andra Friandana, Division Head of Marketing Planning & Analyst WMS, menegaskan bahwa seluruh unit ditangani oleh mekanik tersertifikasi dengan peralatan standar pabrikan. “Kami ingin memastikan motor rekan-rekan pers selalu prima. Penggantian komponen pun wajib menggunakan Honda Genuine Parts (HGP) agar keamanan dan performa tetap terjaga,” ungkapnya.

    Layanan yang diberikan mencakup pengecekan menyeluruh, mulai dari penggantian oli hingga pembersihan busi. Selain teknis, kegiatan ini menjadi ajang edukasi pentingnya perawatan berkala bagi mereka yang memiliki jam terbang tinggi di lapangan.

    Mengenal Layanan SEMOK Kehadiran tim di lapangan ini sekaligus memperkenalkan SEMOK, salah satu lini bisnis PT Wahanaartha Ritelindo. Layanan ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan servis skala grup, institusi, maupun korporat yang membutuhkan efisiensi waktu tanpa harus mengantre di bengkel.

    Langkah ini mempertegas komitmen Wahana dalam menjaga sinergi dengan insan pers. Dengan kendaraan yang sehat, diharapkan distribusi informasi kepada masyarakat tetap berjalan lancar dan profesional. [dpid/BGS]