Ada Tanda Tangan Jokowi di Mobil Listrik Buatan Mahasiswa UII, Tapi …..


JAKARTA (DP) — Mobil listrik Kaliurang Unisi Generasi 3 karya mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta ikut mejeng di ajang Indonesia International Motor Show 2018 (19-29/4).

Alhasil mobil listrik karya anak bangsa yang tergabung dalam tim Ulil Albab Student Center (UASC), mendapat tanda tangan Presiden Joko Widodo yang hadir ketika meresmikan ajang pameran otomotif skala internasional ini.

Kehadiran mobil listrik Kaliurang Generasi 3 di ajang IIMS, bukan hanya mejeng atau sekadar agar dikasih tanda tangannya Presiden Jokowi.

Tapi membuktikan bahwa anak bangsa mampu berinovasi dalam perkembangan teknologi, sekaligus ajang tersebut dapat menjadi momen untuk mensosialisasikan inovasi yang ada pada mobil listrik ini kepada pengunjung yang hadir.

Pasalnya teknologi yang tertanam di mobil listrik ini, dirancang dengan sistem android dan menjadi mobil mini formula pertama di Indonesia yang pengoperasiannya melalui android, dengan memanfaatkan sistem telemetri, yakni sebuah teknologi yang sistem kerjanya seperti mobil balap Formula 1.

Baca juga:  Pingin Seru-Seruan? Coba Suzuki Jimny Survive dan Sierra

Melalui sistem telemetri ini, sehingga semua kondisi mobil (seperti kondisi baterai, suhu motor, dan lain-lain) ditampilkan pada satu layar secara otomatis, jadi tim dapat memantau mobil dari paddock.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh Mobil Listrik Kaliurang Unisi Generasi 3, yakni sistem IoT (Internet of Things), merupakan teknologi yang dapat membantu sistem kerja Mobil Listrik Kaliurang Unisi Generasi 3 untuk meng-update status kondisi mobil, misalnya saat dalam bahaya, sehingga anggota tim secara khusus, juga orang lain secara umum, dapat memantau dan mengetahui kondisi mobil hanya dengan mengamati linimasa Facebook maupun Twitter.

Mobil Listrik Kaliurang Unisi Generasi 3 juga dilengkapi sistem Live Streaming (yang biasanya dilakukan di Facebook atau Instagram), memungkinkan untuk tim ataupun orang lain menyaksikan secara real kondisi pada saat mobil mengikuti balapan, sehingga para pemirsa live streaming dapat merasakan sensasi yang dirasakan oleh driver di Cockpit Mobil Listrik Kaliurang Unisi Generasi 3.

Baca juga:  Chevrolet Hadirkan Truk Masa Lampau Dibalut 'Edisi Terbatas'

Dengan dilengkapi teknologi android, Mobil Listrik Kaliurang Unisi Generasi 3 ini cocok dijadikan sarana riset, sehingga pengembangan mobil listrik di Indonesia dapat berlangsung secara progresif.

Asiknya, melalui siaran pers yang sampai di meja redaksi dapurpacu.id, memberitakan bahwa pengunjung IIMS 2018 dapat mencoba mobil listrik (test drive) langsung di arena yang telah disediakan.

Nah, terkait keperluan komersial, Mobil Listrik Kaliurang Unisi Generasi 3 menyatakan siap untuk merakit dan mendistribusikan beberapa partisi yang digunakan oleh Mobil Listrik Kaliurang Unisi Generasi 3 & hasil buatan sendiri, yakni: controller, baterai, dan juga BMS (Baterai Management System).

Tiga partisi tersebut dipilih karena dimungkinkan untuk diproduksi dalam waktu dekat. Sedangkan terkait partisi lain, Tim UASC masih membutuhkan riset lebih jauh untuk menemukan inovasi baru dari tiap-tiap partisi yang digunakan untuk kepentingan mobil listrik.

Mengingat eksistensi mobil listrik yang semakin beragam dan inovatif, nantinya riset yang dilakukan oleh Tim UASC dapat menghasilkan partisi-partisi dengan inovasi baru sehinga mampu menembus pasar, tidak hanya dalam skala nasional namun juga internasional.

Baca juga:  Pertamina Lubricant Sebar 10 Posko Mudik di Indonesia

Sekarang ini, Tim UASC juga sedang focus mempersiapkan rancangan mobil listrik terbaru yang akan diikutsertakan dalam ajang lomba Internasional FSAE Japan pada bulan September mendatang

Tim UASC sangat berharap untuk dapat mengharumkan nama Indonesia, dikancah Internasional melalui rancangan mobil listrik yang akan dilombakan.

Tidak berlebihan jika tim UASC juga ingin didukung oleh masyarakat Indonesia dan pemerintah. Bukan hanya diberi tanda tangan presiden, namun diberi kesempatan agar karya anak bangsa, nantinya bisa bersaing di industri otomotif sepertinya lebih pantas. [dp/Hml]