Komunitas Mobil Hitam Bukan Bagian dari Kepentingan Bisnis


JAKARTA (DP) – Para pengguna mobil berkelir hitam ini mengumumkan susunan pengurus nasional untuk periode 2018 – 2020. Komunitas yang dilabeli nama Indonesia Black Car Community (IBCC) itu resmi mendapuk Agustinus Supratikno sebagai Ketua Umum dan Wisnu Ajie Sujatmiko sebagai wakilnya.

“Kami ingin memperkenalkan susunan pengurus IBCC secara nasional yang baru. Dengan kepemimpinan saya ini, IBCC ingin tetap pada jalurnya yaitu sebagai komunitas independen dan bukan merupakan bagian dari kepentingan bisnis produk apapun dan manapun,” jelas Agustinus di hadapan media, akhir pekan lalu.

Seremoni perkenalan pengurus baru dilakukan secara sederhana, yang dihadiri puluhan anggotanya di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Pergantian pengurus ini menjadi yang ketiga sejak IBCC dideklarasikan pada 2015 silam.

“Kami adalah komunitas pemilik dan pecinta mobil hitam tanpa mengenal batas usia atau tahun kendaraan. Hingga kini, anggota yang tercatat berjumlah 1.500 orang dari 10 chapter yang tersebar di Indonesia,” tambahnya.

Bersamaan dengan itu, Tikno juga mengumumkan langkah terbarunya dari salah satu divisi yang ada di IBCC. Mulai tahun ini, beberapa anggotanya dipastikan turut ambil bagian di ajang balap tingkat nasional.

“Kami akan mengikuti ajang balap yang digelar oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI), tapi pada kesempatan awal ini kami fokuskan untuk turun di ajang drag. Tak menutup kemungkinan untuk ikut ajang lainnya. Semua itu tergantung pada ketersediaan unit yang sedang dikonfirmasikan,” kata Tikno.

Tiga mobil rencananya telah disediakan untuk tiga kelas (1600 cc, 1700cc, 1800cc), tambahnya, dan yang siap baru adalah Toyota Vios. Irman Firmansyah Divisi Touring dan Black Race IBCC menambakan kemungkinan besar bakal turun juga Honda Mobilio.

“Karena unit yang kami punya menganut natural aspirated, kami hanya modifikasi di sektor mesin saja. Berikut racing part lainnya. Kita tidak memakai turbo karena ingin kendaraan ini masih layak dipakai harian,” ujar Irman.

“Tahun ini kami resmi memiliki tim balap yang membawa nama IBCC untuk skala nasional. Dan tahun ini juga kami menargetkan akan fokus kepada 5 seri yang akan dijalani selama 2018 ini,” ujar Firman.

Memasuki tahun keempat komunitas ini berdiri, telah banyak kegiatan yang dilakukan, mulai dari kopdar rutin di tiap wilayah, coaching clinic, menggelar aksi sosial, dan tentunya turing.

“Akhir tahun ini kami telah menjadwalkan untuk melakukan perjalanan ke Bali. Direncanakan dilaksanakan pada 21 – 27 Desember nanti, kegiatan ini juga sekaligus sebagai ajang Rakernas IBCC,” tutup Tikno. [dp/MT]