Cara J4x4rta Rescue Edukasi Penanganan Bencana Untuk Komunitas Otomotif


BOGOR (DP) – Bencana merupakan musibah yang tidak diinginkan siapapun. Meski begitu, semua orang tetap harus waspada dan siap menghadapi bencana yang akan menimpa kapan saja. Untuk itu, J4x4rta Rescue mengadakan pelatihan kebencanaan bersama dengan komunitas otomotif.

Digelar selama dua hari di kawasan Sentul, Bogor, Jumat-Sabtu (4-5/5) lalu, pelatihan ini diikuti 40 orang dari berbagai komunitas otomotif dan lembaga-lembaga terkait.

Sani Dwi, Ketua Panitia Acara J4x4rta Rescue, mengatakan kegiatan ini berawal dari keinginan pihaknya untuk selalu sigap dalam menghadapi bencana. Karena, lanjut Sani, bencana itu dibagi menjadi tiga bagian yaitu pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana.

“Dengan kegiatan ini kami ingin melihat bahwa saat bencana itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tetapi kita juga bisa untuk bertanggung jawab,” ujar Sani, dalam siaran resminya, Senin (7/5).

Lembaga-lembaga seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemadam Kebakaran juga turut hadir memberikan edukasi kepada komunitas otomotif. Selain komunitas, lembaga swasta seperti PKPU, ACT, Baznas, dan Daarul Tauhid juga hadir.

Baca juga:  Viar Vintech 200 Segera Dipasarkan. Dilabeli Harga Khusus Rp20,5 juta

Antusiasme terlihat dari para peserta yang mengikuti pelatihan. Terlebih saat edukasi basic offroad yang diberikan saat di lapangan, menjadi salah satu bagian yang ditunggu-tunggu karena terdapat fun offroad di akhir acara.

Sani pun telah mengagendakan kegiatan serupa pada beberapa bulan ke depan di tahun ini, yakni antara September atau Oktober 2018. Inti dari kegiatan ini, menurut Sani, agar saat bencana datang, komunitas otomotif yang memberikan donasi tidak ‘asal’, sesuai yang dibutuhkan di lapangan.

“Kami berkomitmen akan mengadakan kegiatan ini dua kali dalam setahun. Kalau sekarang memang free, ke depan sepertinya akan dipungut bayaran untuk kontribusi kepada pihak yang membantu seperti trainer, atau biaya pembuatan kaos dll,” tutup Sani. [dp/MT]