Mudik dengan Ban Kurang Angin, Masalah Besar akan Datang | dapurpacu.id

Mudik dengan Ban Kurang Angin, Masalah Besar akan Datang


JAKARTA (DP) – Mungkin Anda selama ini berpikir bahwa mengemudikan mobil dengan kondisi ban kurang angin tak apa-apa. Padahal, jika Anda tahu apa yang terjadi jika ban kurang angin terus dipakai, Anda pasti tak akan berpikir dua kali untuk tak lagi melakukannya.

Apalagi menjelang mudik Lebaran 2018, Anda jangan mengabaikan tekanan angin ban yang dianjurkan pabrikan mobil Anda. Perlu Anda tahu bahwa ban yang memiliki tekanan udara tepat dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 3 persen, sebaliknya jika ban kurang angin akan menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 0,2 persen untuk setiap penurunan tekanan 1 psi pada rata-rata tekanan seluruh ban.

Jadi, mengemudi mobil dalam keadaan ban kurang angin bukan hanya tak sehat bagi kendaraan Anda, tapi juga cepat menguars isi kantong Anda karena konsumsi bahan bakar akan meningkat.

Untuk menggambarkan bagaimana kondisi mobil bila dikemudikan dalam kondisi ban kurang angin dan ban yang memiliki tekanan normal, Kal Tire, perusahaan ban di Kanada, menggelar pengujian di Toronto, Kanada. Kegiatan itu untuk menunjukkan dampak negatif mengemudi dengan ban kurang angin. Dalam simulasi itu, mobil dikemudikan selama 30 menit.

Ada dua mobil jenis crossover dengan jenis yang sama yang diuji. Untuk satu crossover menggunakan ban dengan tekanan angin yang tepat, sedangkan satu lagi dengan kondisi ban yang memiliki tekanan sekitar 80 persen dari kondisi yang dianjurkan pabrikan. Kecepatan rata-rata mobil adalah sekitar 50 km/jam, yang disimulasikan untuk pengemudian dalam kota dan melakukan sejumlah manuver untuk mengetahui kestabilan kendaraan.

Di antara kedua kendaraan itu, tak ada perbedaan berarti dari sisi kualitas pengemudian ketika melaju di jalan lurus. Tapi ketika memasuki beberapa tikungan, ceritanya langsung berubah. Mobil dengan tekanan ban kurang dengan cepat kehilangan cengkeraman pada permukaan jalan ketika mobil melakukan manuver sederhana sekalipun. Sedangkan mobil dengan ban bertekanan normal, lebih menunjukkan konsistensi dalam pengendalian dan setiap perubahan pergerakan mobil bisa diprediksi.

Dari kondisi itu, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan mereka yang mengendarai mobil dengan tekanan ban kurang, kurang merasakan perbedaan dalam hal pengendalian dan pengemudian kendaraan jika rute yang dilalui tak banyak melakukan manuver ekstrem, seperti belokan tajam dan kencang. Padahal, bila mobil seperti itu dikendaraai dalam kecepatan tinggi dengan belokan tajam dan cepat, kestabilan akan menjadi taruhannya. Terlebih jika mengemudi dalam cuaca buruk dengan kondisi jalan licin, mobil akan lebih sulit dikendalikan. Bahkan, kemungkinan kecelakaan bisa saja terjadi, terutama jika pengemudi belum memiliki kemampuan mumpuni.

Perlu juga dipahami bahwa masalah yang muncul untuk mobil dengan tekanan ban kurang tak cuma terhadap pengalaman mengemudi, melainkan juga pada umur ban itu sendiri. Ban yang sering dipakai dalam kondisi kurang angin akan mengalami retakan atau kikisan pada dinding ban, baik sebelah luar maupun dalam. Bahkan jika ban dilepas dari velg, akan terlihat tumpukan butiran dari dinding ban yang pecah atau terkikis.

Dan meski sekilas dari luar ban tersebut terlihat masih bagus, jika terus dipakai dengan kondisi kurang angin akan memicu ban pecah. Dengan begitu, Anda harus siap merogoh kocek lagi untuk membeli ban baru. Bisa dibayangkan uang yang harus dikeluarkan jika yang rusak lebih dari satu ban. Selain itu, dengan menjaga tekanan ban normal dapat menghemat hampir dua pekan setiap tahun untuk membeli bahan bakar.

Berikut cara sederhana menjaga tekanan ban mobil Anda:

– Selalu melihat rekomendasi tekanan ban pada stiker yang biasanya ditempel di bagian dalam pintu. Tapi usahakan jangan mengikuti anjuran tekanan ban maksimum, karena itu adalah tekanan maksimum yang bisa diterima ban, bukan yang direkomendasikan.

– Periksa tekanan ban saat kondisi ban dingin, yaitu saat pagi atau beberapa jam setelah digunakan.

– Gunakan alat pengukur tekanan ban yang bagus, karena produk berkualitas rendah tidak bisa menunjukkan angka akurat.

– Jangan lupakan ban cadangan. Jika Anda memeriksa tekanan pada keempat ban yang dipakai, lakukan juga untuk ban cadangan, sehingga ban tersebut selalu siap jika diperlukan sewaktu-waktu.

Nah, dari hasil pengujian di atas dan Anda berniat untuk melakukan mudik Lebaran, sebaiknya mulai memeriksa kondisi ban kendaraan Anda untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan selama perjalanan. Jangan sampai perjalanan mudik Anda terganggu hanya gara-gara Anda lalai memeriksa kondisi ban. [dp/TGH]