Awas! Jangan Pernah Tinggalkan Anak di Mobil Meski Cuma 1 Menit

JAKARTA (DP) – Saat ini suhu udara di Jakarta dan di kota-kota lain di Indonesia berkisar di angka 29° C di malam hari dan 32° C di siang hari. Dalam kondisi ini, Anda jangan coba-coba meninggalkan anak kecil di dalam mobil terparkir di bawah terik matahari.

Meski ini bukan hal baru, tapi Anda mungkin perlu diingatkan kembali mengenai bahayanya meninggalkan sang buah hati sendiri di dalam mobil yang diparkir di siang hari bolong. Pasalnya, di tengah semakin sulitnya mencari tempat parkir, apalagi tempat yang teduh, tak sedikit orangtua yang memilih meninggalkan anak di dalam mobil dengan alasan hanya untuk mengambil uang di ATM atau keperluan lain yang tak membutuhkan waktu lama.

Dalam benak orang awam, anak tidak akan bermasalah jika ditinggal di mobil dalam keadaan AC hidup. Anggapan itu salah, karena sekalipun AC mobil hidup, suhu kabin tetap akan meningkat bila mobil berhenti lama di bawah terik matahari.
Apalagi jika mobil dimatikan mesinnya dengan jendela tertutup, maka kabin mobil layaknya oven pemanggang.

Perlu Anda ketahui bahwa di bawah suhu 27° C di siang hari, suhu kabin mobil akan berada dalam level panas yang berbahaya dalam waktu hanya 10 menit. Sementara suhu tubuh anak akan meningkat tiga hingga lima kali ketimbang suhu tubuh orang dewasa. Dan ketika panas itu masuk ke dalam tubuh anak, tubuh mungil mereka tak mampu melakukan pendinginan, demikian penjelasan para pakar kesehatan.

Lantas, apa yang terjadi pada tubuh anak ketika mereka ditinggalkan di dalam mobil yang parkir di terik matahari?

Jawabannya adalah, hanya dalam 10 menit, suhu kabin mobil akan naik 8° C saat mobil parkir di bawah terik matahari, sekalipun AC hidup, kata sejumlah pakar kesehatan yang dilansir Journal of Emergency Medical Services.

Lebih parah lagi, dalam waktu satu jam mobil terpapar sinar matahari, suhu kabin akan mencapai 60° C. Bayangkan apa yang akan terjadi bila di dalam mobil ada penumpangnya?

“Anak-anak bahkan lebih berisiko mengalami kerusakan organ tubuh yang disebabkan oleh panas ekstrem, karena tubuh anak lebih cepat menyerap panas dan sulit melakukan pendinginan,” sebut para pakar itu.

“Berkeringat tidak akan sanggup menurunkan suhu anak kecil dengan cara yang sama dengan apa yang dilakukan orang dewasa,” kata pakar dari Arkansas Children’s Hospital.

Meski terjebak dalam mobil yang parkir di bawah pancaran sinar matahari siang dalam waktu sebentar dapat memicu terjadinya heat stroke (suhu tubuh di atas 40° C), tapi kasus kematian umumnya akibat dari paparan panas dalam waktu lama.

Adapun heat stroke dapat memicu terjadinya disfungsi saraf, disorientasi, mual, mengigau dan kejang. Detak jantung akan meningkat ketika tubuh bekerja keras untuk melakukan pendinginan.

Nah, itu baru membahas dari sisi kesehatan, belum lagi soal keselamatan dari aksi pelaku kejahatan. Dalam kasus terbaru saat arus mudik Lebaran tahun ini, seorang anak ditinggalkan sendiri di dalam mobil dalam kondisi mesin hidup, yaitu di sebuah rest area di jalur mudik. Saat itu, anak dibawa pencuri bersama mobil milik orangtuanya.

Kasus tersebut hendaknya menjadi perhatian para orangtua, terutama mereka yang masih berlibur di kampung halaman untuk memanfaatkan masa libur sekolah dan akan kembali ke kota masing-masing dengan mengendarai mobil. Jangan pernah Anda meninggalkan buah hati atau bahkan orang dewasa di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari. [dp/TGH]

Previous articleMobil Terbang Audi-Airbus Bakal Diujicoba di Ingolstadt
Next articleWow Kerennya Tampilan All-new Chevrolet Blazer