Mobil Terbang Audi-Airbus Bakal Diujicoba di Ingolstadt

INGOLSTADT (DP) – Konsep mobil terbang Pop.Up Next yang digarap bareng Audi, Italdesign dan Airbus sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah kota Ingolstadt untuk diujicoba.

Kelak, masyarakat Ingolstadt bakal tak asing lagi melihat langit di kota mereka berseliweran mobil terbang yang pernah dipamerkan di ajang Geneva Motor Show 2018 lalu itu.

Medio pekan ini, Audi mengumumkan dimulainya proyek Urban Air Mobility dan juga telah mendapatkan dukungan dari Menteri Transportasi Federal Jerman. Pemerintah Jerman bahkan telah menandatangani letter of intent dengan Audi, Airbus dan beberapa pelaku bisnis, yang akan mengizinkan pembuatan model untuk operasional taksi udara.

“Kami akan memanfaatkan kemampuan kami untuk meningkatkan kehidupan kaum urban, dan akan mengembangkan konsep mobilitas baru bagi berbagai keperluan di perkotaan melalui proyek Urban Air Mobility,” kata Bram Schot, orang yang menggantikan posisi Rupert Stadler sebagai CEO Audi. Stadler sendiri ditahan karena terkait skandal dieselgate yang juga melibatkan sejumlah petinggi Volkswagen group.

“Di masa mendatang, konsep seperti Pop.Up Next dapat mengangkut penumpang dengan cepat dan nyaman di udara sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan,” ucapnya.

Namun demikian, proyek ini masih terlalu prematur, dan Audi sendiri belum bersedia memberikan penjelasan detail mengenai proyek tersebut. Hingga saat ini, bagaimana mekanisme operasional Urban Air Mobility juga belum diungkap.

Adapun langkah yang diambil Audi dan Airbus ini sejalan dengan tren global dalam mencari solusi mengatasi kemacetan di kota-kota besar dunia. Tren ini diawali oleh Uber, yang berniat untuk menciptakan solusi mobilitas udara di wilayah perkotaan.

Untuk proyek Pop.Up Next, Audi memasok kabin penumpang berkapasitas dua tempat duduk, sedangkan Airbus membuat modul terbangnya. Kabin Audi tersebut dapat ditempelkan ke mobil atau ke modul terbang.

Pada konsep yang diperkenalkan Maret lalu, interior kabin memiliki layar berukuran 49 inci yang dapat me-relay informasi kepada penumpang. Sistem otonom menggunakan suara dan pengenal wajah akan memudahkan untuk mengendalikan mobil terbang tersebut. Kendali peranti lainnya juga dapat dilakukan via teknologi eye-tracking dan layar sentuh.

Sekarang kita hanya dapat menunggu hasil pengujian Pop.Up Next sebelum dapat menyaksikannya langsung di wilayah udara Indonesia. [dp/TGH]

Previous articleJumlah Kecelakaan Lalin Pada Ops Ketupat 2018 Turun 30%
Next articleAwas! Jangan Pernah Tinggalkan Anak di Mobil Meski Cuma 1 Menit