Lima Bulan Pertama 2018, Hino Rengkuh Pertumbuhan 33%


JAKARTA (DP) – Sepanjang Januari – Mei 2018, pasar kendaraan komersial mengalami lonjakan cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tercatat pada periode tersebut, total angka penjualan yang dikumpulkan dari segmen medium (MDT) dan light duty truck (LDT) sebesar 45.690 unit.

Di segmen MDT, pada periode itu terjual 15.035 unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 49% dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yang hanya meraih angka 10.098 unit.

Sementara pasar LDT tercapai 30.655 unit atau mengalami kenaikan sebesar 23% dari 25.020 unit sepanjang periode Januari – Mei 2018.

Di balik kesuksesan itu, sebagai salah satu pemain di pasar komersial, Hino juga merasakan ‘manisnya’ peningkatan tersebut, di mana selama lima bulan pertama 2018 mampu mengumpulkan angka penjualan total sebanyak 15.250 unit di kedua segmen ini.

“Dari hasil tersebut, Hino mengalami pertumbuhan 33% jika dibanding periode Januari – Mei 2017,” tutur Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), beberapa waktu lalu kepada Dapurpacu.id.

Santiko mengakui pertumbuhan ini didorong oleh sektor komoditi yang menjadi acuan pokok, dan mana batu bara masih sangat bagus. “Peningkatan pangsa pasar Hino 1% jadi 33% menjadi rekor tertinggi di Indonesia,” kata dia.

Baca juga:  Begini Cara Bikin Sopir Bus Taat Aturan Main di Jalan

Selain batu bara, lanjut Santiko, sektor lainnya juga mengalami pertumbuhan, seperti nikel di daerah Sulawesi, khususnya di Sulawesi Tengah, Halmahera, serta Kalimantan Tengah ada bauksit.

“Selain itu, pembangunan infrastruktur yang masif oleh pemerintah dan sektor kargo juga memberikan dampak signifikan. Didorong juga pada sektor FMCG (Fast Moving Consumer Good) yang terdongkrak 10%. Itu semua merupakan aktivitas-aktivitas yang sangat terkait dengan permintaan dan penjualan truk,” ujar Santiko.

“Terkait dengan komposisinya, pertambangan dan konstruksi berkontribusi cukup besar, sekitar 45% dari total. Lalu di sektor lainnya, seperti di agrikultural 23%, dan sisanya untuk kargo 10-13%, dan bus itu sekitar 9%,” kata Santiko.

Penjualan Bus Hino Tumbuh 5%

Raihan gemilang juga dicapai Hino untuk segmen bus. Hino Bus mampu meningkatkan penjualan dari 589 unit ke 621 unit pada lima bulan pertama 2018. Pembangunan infrastruktur yang terus berkembang menjadi faktor pendukungnya.

Baca juga:  Tol Trans Jawa Bikin Jualan Truk dan Bus Laris

“Peningkatan di segmen bus sebesar 5% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Sayangnya, data dari Mercedes-Benz sekarang sudah tidak ada, jadi agak kabur angkanya. Tapi kalau dilihat dari informasi yang kami dapat, pangsa pasar Hino masih di angka 74-76%” ungkap Santiko.

Perolehan tersebut diklaim atas kepercayaan konsumen pada deretan lini produk Hino Bus. Seperti FC Bus yang memiliki kapasitas sampai dengan 40 tempat duduk, R260 dan RN 285 yang memiliki kapasitas 59 tempat duduk dan bus kecil dengan kapasitas 30 tempat duduk yaitu FB 130.

Hino juga punya microbus seperti 110 SDBL yang mampu membawa 14 orang hingga 130 MDBL dengan kapasitas 25 tempat duduk. Deretan produk ini juga ditambah varian terbaru Hino Bus RN 285 Automatic yang baru diperkenalkan tahun lalu.

Seluruh line up ini membuat Hino memiliki varian terlengkap untuk berbagai macam bisnis seperti bus antar kota antar provinsi, bus dalam kota, bus pariwisata, bus antar jemput karyawan, shuttle bus sampai bus rapid transit (BRT). [dp/MTH]