Prassetyo Mulai Berbenah Diri di Seri 4 X30 Southeast Asia 2018


JAKARTA (DP) – Kepiawaian pegokar muda Tanah Air, Prassetyo Hardja, makin terasah di ‘negeri seberang’, usai meraih hasil positif di ajang X30 Southeast Asia 2018 seri 4 yang digelar di Sirkuit Internasional Karting Sepang, Malaysia, Sabtu-Minggu (30/6-1/7) lalu.

Berjibaku dikelas Senior, Prass berhasil menempati podium kedua, diikuti pegokar mancanegara seperti Takenharu Nakamori dan Masato Okada dari Jepang yang masing-masing berada di podium ketiga dan urutan keempat.

Set up gokar terus dilakukan oleh Prass dan tim mekaniknya. Bahkan sesi latihan bebas yang dilakukan pada Sabtu pagi pun digunakan Prass untuk mencoba set up gokar yang paling tepat untuknya.

Hasilnya, Prass menempati peringkat keenam pada sesi latihan bebas. Namun hasil ini tidak bertahan lama. Memasuki sesi kualifikasi, Prass yang berangkat dengan rasa percaya diri penuh, ditambah dengan strategi dan set up gokar yang tepat, langsung mampu menduduki posisi pertama.

Baca juga:  Kompetisi Adu Jauh dan Teririt Mobil Konsep Digelar di Malaysia

Perlombaan terdiri dari empat sesi, yaitu Heat 1, Heat 2, Pre Final, dan Final. Di Heat 1 dan Heat 2, Prass menunjukkan dominasinya dengan bermain taktis dan cermat. Ia mampu mengalahkan Alex Brown asal Filipina di posisi kedua dengan perbedaan waktu antar keduanya yang cenderung tipis.

Memasuki babak Pre Final dan Final, rival-rival Prass tampil memberikan perlawanan yang sangat ketat. Prass, beberapa kali harus berduel dengan Brown. Pada babak Pre Final dan Final, Prass akhirnya berhasil menempati podium kedua setelah beberapa kali berusaha melakukan overtake terhadap Brown yang finish di posisi pertama.

“Perlombaan kali ini merupakan kebangkitan dan saya tetap harus berusaha tampil maksimal ke depannya untuk bisa mengumpulkan poin-poin besar demi menggantikan poin yang sempat tertinggal di putaran sebelumnya,” ujar pemuda asal Bogor ini.

“Pesan saya untuk teman-teman di Indonesia yaitu adalah agar tidak mudah pantang menyerah jika sudah sempat tertinggal. Karena kita masih bisa untuk terus mendorong diri kita sendiri untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” pungkas Prass. [dp/MTH]