Rupiah Melemah, Beli Suzuki Gak Bikin Kantong Bolong


JAKARTA (DP) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang kian melambung tinggi berimbas pada naiknya harga kebutuhan pokok. Begitu pun dampaknya pada industri otomotif Tanah Air.

Meski begitu, sejumlah pabrikan sepeda motor telah mempersiapkan kondisi tersebut dan menyikapinya dengan berbagai strategi untuk tidak menaikan harga motor. Tentunya alasan ini masuk akal, dengan beragam faktor pendukung tidak dilakukannya hal itu.

Marketing Manager 2W Sales PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Banggas Frederick Pardede mengatakan, dengan nilai tukar yang hampir menyentuh angka Rp 15.000, pihaknya tidak ada niatan untuk menaikan harga unit bagi konsumen.

“Kita berusaha tidak menaikan harga. Banyak faktor yang bisa kita mainkan. Yang pasti kita akan efisiensi semaksimal mungkin, walaupun desakan itu pasti ada,” tutur Banggas, di sela-sela acara Test Ride Suzuki Nex II di BSD Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (11/7).

Baca juga:  Suzuki Wagon R Teranyar Meluncur Januari 2019

Dia pun menambahkan, andai misalkan nilai tukar dolar terhadap rupiah masih bertahan pada Rp 14.402, pihak Suzuki masih bisa mempertahankan harga jual kepada konsumen.

Kondisi bakal berbeda jika nilai tukar makin merangkak dari yang berlaku saat ini. “Tapi kalau sudah menyentuh angka Rp 15.000, jujur saja kita sangat berat,” imbuhnya.

Untuk strateginya sendiri, Banggas akan terus melakukan langkah yang jitu. Seperti misalnya dari sisi promosi dan lain-lain. “Dari sisi positioning-nya, kita di Suzuki secara harga pasar sangat kompotitif,” pungkasnya.

Hingga saat ini beberapa pabrikan motor lainnya masih bisa menyikapi dengan hal serupa. [dp/ARB]