Honda PCX 150 Hybrid vs PCX 150 Lokal, Anda Pilih Mana?


JAKARTA (DP) – Tahun ini PT Astra Honda Motor (AHM) kembali membuat gebrakan dengan menghadirkan skuter matik bongsor All-new Honda PCX Hybrid produksi lokal untuk pasar Tanah Air. Dengan dukungan motor listrik, performa motor ini lebih responsif.

“All-new Honda PCX Hybrid yang mulai kami perkenalkan pada April lalu ini mendapat sambutan luar biasa. Hingga kini, kami telah menerima sekitar 100 pesanan dari seluruh Indonesia. Kami akan segera mengirimkan motor hybrid produksi anak bangsa ini ke rumah para konsumen tercinta,” ujar Johannes Loman, Executive Vice President Director PT AHM.

Perlu diketahui bahwa mesin yang digunakan Honda PCX 150 non-hybrid berbasis Honda Vario 150 eSP dengan beberapa penyesuaian, seperti mesin 4-stroke, SOHC, PGM-FI, Liquid Cooler, eSP. Dengan besaran tenaga mencapai 14,7 PS/8.500 RPM dan torsi maksimum 13,2 Nm/6.500 RPM.

Sementara untuk Honda PCX Hybrid masih menggunakan mesin yang sama, hanya saja ditambahkan motor assist yang mengambil daya listrik dari baterai lithium-ion berkapasitas 50,4 V – 4 Ah, dan 12v, 3 Ah, tipe MF. Dengan dukungan motor assist, tenaga mesin PCX Hybrid bertambah 1.4 kW/3.000 RPM, dan torsi 4.3 Nm/3.000 RPM.

Baca juga:  Raja Modifikasi 2018 Bakal Lahir di Kota Pahlawan

Secara sistem, kerja teknologi hybrid hanya memberikan tenaga di awal dalam hitungan tiga detik. Selama mesin konvensional beroperasi, sistem hybrid akan terus bekerja secara bersamaan untuk mendukung tenaga. Ketika motor berhenti, peranti hybrid juga bertugas memangkas waktu pemadaman pembakaran di dalam mesin, sehingga lebih irit bahan bakar.

Di setiap bukaan gas, pastinya bagian CVT akan bekerja dengan maksimal untuk menggerakkan motor. Namun PT AHM tidak mengubah sedikitpun bagian CVT ini. Jadi bisa diartikan dalam perawatan, CVT memiliki umur yang lebih pendek dari biasanya. Sedangkan baterai memiliki usia pakai selama 4 – 5 tahun.

“Durabilit-nya hingga 4 sampai 5 tahun. Tanpa baterai motor masih jalan, hanya saja fungsi assist tidak ada. Jadi PCX normal namanya,” kata Wedijanto Widarso, General Manager Technical Service Division PT AHM.

PCX Hybrid memiliki tiga mode berkendara untuk memaksimalkan gaya pengendaraan sesuai karakter pemiliknya. Pertama adalah mode D (Drive). Dalam pilihan mode ini, pengendara akan merasakan performa yang lebih bertenaga berkat dukungan dari motor assist, yang secara bersamaan juga meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Baca juga:  Cara Castrol Indonesia Cetak Mekanik yang Andal

Untuk mode kedua adalah S (Sport), yang menjanjikan akselerasi lebih reponsif dan performa lebih galak dibandingkan mode D. Pada mode ini, putaran ACG starter menjadi lebih cepat untuk menghantarkan daya ke mesin. Kemudian untuk mode ketiga adalah Idling. Mode in memberikan sensasi berkendara seperti saat mode D diaktifkan, namun fitur Idling Stop System dimatikan.

Dengan mengamati perbedaan dari masing-masing varian skutif premium tadi, Anda pastinya sudah memiliki pilihan. Untuk perbandingan harganya adalah, Honda PCX Hybrid dibanderol Rp40,3 (OTR Jakarta) dan Honda PCX 150 biasa Rp30,7 untuk tipe ABS (OTR Jakarta). [dp/ARB]