LOS ANGELES (DP) – Kreativitas dan ide ‘gila’ sangat berperan dalam berbisnis. Apa yang dilakukan di Amerika Serikat ini juga terbilang gila, yaitu menyulap bodi pesawat terbang menjadi sebuah food truck.
Menjamurnya bisnis kuliner membuat para pelaku bisnis berlomba menciptakan produk makanan dan minuman yang unik dan menarik. Selain itu, tempat berjualan juga menjadi salah satu faktor untuk menarik minat konsumen.
Tak tanggung-tanggung, ingin tampil beda dalam membangun tempat makan dan minum, pengelola museum di Los Angeles ini rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mengubah bodi pesawat jenis Douglas DC-3 dan diubah sebagai ‘lapak’ untuk menjajakan makanan dan minuman.
Agar ukurannya tidak terlalu panjang, bodi pesawat dipotong setengahnya, dan yang digunakan adalah bagian depan hingga ke tengah, sedangkan ekor dan sayap pesawat dibuang.
Untuk menggerakkan food truck berbodi pesawat ini, dipasang dua poros roda di belakang, sedangkan bagian depannya ditarik kendaraan sejenis pick up. Jadi food truck ini lebih mirip dengan karavan yang ditarik mobil.
Selain bentuknya yang unik, food truck ini juga berkelir mencolok mata. Alih-alih menggunakan aneka warna, bodi food truck DC-3 ini justru dilapisi krom, sehingga membikin mata silau kala terpantul cahaya. Tapi menariknya, kesan luas terpancar dari pantulan pada sekujur bodinya, karena lapisan krom itu layaknya cermin raksasa. Hmm…cukup unik dan layak ditiru.
Adapun “DC-3 Gourmet”, begitu julukannya setelah berubah peran sebagai food truck, dimiliki bersama oleh American Airlines dan Tomorrow’s Aeronautical Museum di Los Angeles. Pesawat itu adalah bekas era Perang Dunia II, yang kemudian ditempatkan di museum dekat Compton Airport dari lokasi pembuangan bangkai pesawat di Nevada.
Dan meski sekitar separuh badannya digunakan sebagai dapur dan tempat makan, kokpit pesawat masih seperti apa adanya. Dengan demikian, area kokpit masih bisa dikunjungi para konsumen yang ingin melihat-lihat pesawat legendaris tersebut.
Pada eranya, ada lebih dari 100.000 unit DC-3 diproduksi di Long Beach Airport, tak jauh dari lokasi yang ditempati DC-3 Gourmet saat ini. Diperkirakan masih ratusan unik DC-3 yang masih dalam kondisi layak terbang.
Nah, ide menciptakan food-plane-truck itu sendiri adalah untuk menggalang dana sekaligus menjadi daya tarik bagi museum.
Untuk warna krom yang melaburi bodi food truck merupakan ciri khas DC-3 milik American Airlines di era 1940-an dan pesawat tersebut kini menyandang nama resmi “Flagship Compton.” Tujuannya adalah untuk menginspirasi kalangan muda setempat dan juga masyarakat lebih luas agar tahu dan tertarik berkarier di industri penerbangan. [dp/TGH]

