Bosch Indonesia Targetkan Pertumbuhan Penjualan 2 Persen Tahun Ini

JAKARTA (DP) – Bosch mengakhiri tahun fiskal 2017 (April 2017 – Maret 2018) dengan pencapaian positif di keempat sektor bisnisnya. Sektor Mobility Solutions membukukan pertumbuhan dua digit sepanjang periode tersebut. Yakni 28% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada periode ini, Bosch mencatatkan penjualan terkonsolidasi sebesar 1,6 triliun rupiah (104 juta euro). Pertumbuhan ekonomi yang kuat di Indonesia diperkirakan terus berlanjut dan menghadirkan banyak peluang bagi Bosch, yang ditopang oleh perkembangan sektor otomotif, infrastruktur dan proyek komersial di Tanah Air.

“Pada tahun 2017, kami memperoleh pencapaian besar dengan memperkuat struktur organisasi perusahaan, memperluas saluran distribusi dan menyelesaikan berbagai proyek penting,” kata Andrew Powell, Managing Director Bosch di Indonesia.

Atas dasar pencapain ini, Bosch bakal memperluas jangkauan geografis serta portofolio produk dan layanan. Tahun ini, Bosch menjajaki Makassar, Palembang, dan Jayapura sebagai lokasi kantor-kantor cabang barunya.

Ketiga kota ini membuka akses lebih besar ke segmen pasar yang menjanjikan, antara lain pertanian, infrastruktur dan pertambangan, yang merupakan industri penting bagi Bosch. Selain itu, penjualan secara online juga menjadi faktor penting bagi pertumbuhan perusahaan.

Bosch menghadirkan gerai-gerai online di berbagai platform e-commerce terkemuka di Indonesia, antara lain Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, JD.id, dan iLotte.

Tak hanya itu, Bosch juga fokus pada upaya lokalisasi untuk beragam produk dan komponen otomotif. Hal ini didasari hasil penjualan mobil dan sepeda motor sepanjang tahun 2017.

April lalu, Bosch memproduksi unit kontrol elektronik (ECU) berlabel ‘Made in Indonesia’ perdananya di fasilitas powertrain milik perusahaan di Cikarang, Jawa Barat. Pada Oktober 2017, Bosch mendapatkan hak penggunaan lahan di Cikarang untuk pengembangan jejak lokal yang potensial di masa depan.

Bosch menargetkan pertumbuhan lebih lanjut pada 2018, di tengah iklim ekonomi yang sulit. Setelah mencapai rekor pendapatan pada 2017, serta mempertimbangkan risiko ekonomi maupun geopolitik, Grup Bosch mengharapkan pendapatan penjualannya tumbuh 2 hingga 3 persen di 2018.

Dalam tiga bulan pertama, pendapatan penjualan perusahaan sudah setara dengan capaian atas periode yang sama di tahun sebelumnya, bahkan lebih tinggi sekitar 5% bila disesuaikan efek nilai tukar.

“Perusahaan kami unggul dalam hal menggabungkan keahlian di bidang konektivitas yang komprehensif dengan pengetahuan yang luas mengenai produk dan industri. Ini adalah proposisi penjualan yang unik dari Group Bosch,” ujar CEO Bosch, Dr. Volkmar Denner, saat berbicara di konferensi pers tahunan di Renningen.

Di Indonesia, perusahaan mempekerjakan sekitar 230 karyawan. Bosch di Indonesia menyediakan berbagai macam produk dan solusi teknologi termasuk komponen, alat diagnostik dan perlengkapan otomotif, solusi hidrolik drive and control, peralatan rumah tangga, power tools, teknologi bangunan, serta solusi pemanasan. [dp/MTH]

Previous articleArmada Honda CARE Siap Bantu Kesulitan Konsumen DAM
Next articleAHM Bentuk Karakter Pebasket Berprestasi Lewat Honda DBL 2018