Toyota Mau Bikin SUV, Pick Up dan Bus Hidrogen

A logo is seen on the body of Toyota Motor Corp.'s Mirai fuel cell vehicle (FCV) at the company's Motomachi plant in Toyota, Aichi prefecture, Japan, May 17, 2018. Picture taken May 17, 2018. REUTERS/Issei Kato

TOYOTA CITY (DP) – Toyota tak mau main-main dengan teknologi fuel cell hidrogen yang telah digunakan pada sedan Mirai. Tak lama lagi, raksasa otomotif Jepang ini akan mencangkokkan teknologi ramah lingkungan itu pada beragam jenis kendaraan, mulai dari mobil penumpang, SUV, bus hingga truk.

Saat ini memang baru Mirai yang dipasarkan secara komersial, dan seiring diluncurkannya Mirai generasi baru yang sudah mengalami perbaikan pada teknologi fuel cell vehicle (FCV) pada awal 2020-an, Toyota berharap sudah dapat mengkomersialkan sejumlah model kendaraan yang menggunakan teknologi fuel cell. Ini sekaligus sebagai bukti bahwa para rivalnya dan juga pengamat otomotif salah bahwa mobil hidrogen belum layak untuk dijual secara massal.

Menurut Toyota, langkah mengkomersialisasikan lebih banyak model FCV adalah bagian dari upayanya untuk membuat FCV berharga lebih terjangkau, karena skala produksinya lebih besar sehingga dapat memangkas biaya produksi.

Baca juga:  Mobkas Menggeliat, Carsentro Bidik Lokasi Strategis di Makassar

“Kami akan beralih dari produksi terbatas menuju produksi massal, sehingga dapat mengurangi jumlah material yang harganya mahal, seperti platinum yang dipakai untuk beberapa komponen FCV, dan membuat teknologi ini lebih kompak dan bertenaga,” kata Yoshikazu Tanaka, chief engineer Mirai, seperti dikutip Reuters.

Disebut-sebut Toyota akan memperkenalkan beberapa model FCV, termasuk beberapa model SUV, pick-up, dan truk komersial mulai sekitar 2025. Bahkan belum lama ini, Toyota sudah meluncurkan bus bertenaga fuel cell bernama Sora, yang akan digunakan selama Olimpiade Tokyo 2020 dan sudah diujicobakan di Tokyo Metropolitan.

Tak hanya itu, Toyota juga tengah berupaya untuk meningkatkan performa teknologi fuel cell. Toyota Mirai generasi baru dijanjikan memiliki daya jelajah sejauh 700-750 kilometer, dari sekitar 500 kilometer, dan menembus 1.000 kilometer pada 2025.

Berbekal keyakinan bahwa hidrogen akan menjadi sumber utama energi bersih dalam 100 tahun ke depan, Toyota telah mengembangkan FCV sejak awal 1990-an. Hidrogen adalah elemen yang banyak tersedia di bumi ini dan menyimpan lebih banyak energi ketimbang baterai yang memiliki bobot sama.

Baca juga:  Aura Positif Mitsubishi Xpander Menjalar Hingga ke Pelosok

Mirai merupakan FCV versi produksi pertama di dunia ketika diluncurkan pada 2014. Namun biayanya yang tinggi, yakni sekitar Rp894 jutaan sebelum insentif pajak, dan minimnya stasiun pengisian hidrogen membuat FCV kurang dilirik konsumen. Saat ini kendaraan pengonsumsi hidrogen ini hanya terjual sebanyak kurang dari 6.000 unit secara global. [dp/TGH]