Cara Autovision Edukasi Modifikator, Fungsi Yang Utama


BALI (DP) – Trik mengubah tampilan lampu-lampu dalam memodifikasi mobil, memang membutuhkan sentuhan khusus baik dari pemilik mobil maupun sang modifikator. Meski punya aliran tersendiri, tetap saja fungsi utama dari sebuah lampu pada kendaraan harus terjaga sesuai peruntungannya.

CV Sampurna Part Niaga (SPN) sebagai pemegang merek Autovision, pun coba memberikan pengetahuan seputar memodifikasi lampu melalui ajang Ray of Light (ROL), yang digagas akhir pekan lalu (28-29/7), di Central Park Kuta Bali, Bali.

Ajang ini sendiri menjadi bagian dalam Indonesian Show Car ( ISC), yang digelar lima kota besar di Indonesia sepanjang 2018. Inilah putaran ROL ke-3, yang sebelumnya diadakan di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Makassar.

“Melalui ajang ini kami ingin memberikan edukasi kepada pelanggan di luar kota Jakarta. Serta memberikan rujukan varian lampu aftermarket terbaik berlabel Autovision,” ujar Lily Hernawan, Direktur CV SPN, dalam keterangan resminya, Selasa (31/7).

Ia pun berharap edukasi yang ditanamkan kepada konsumen yang ingin mengganti lampu kendaraan dengan keluaran Autovision, mampu meningkatkan tampilan yang semakin berkelas tanpa mengabaikan fungsi dari lampu untuk pencahayaan.

“Perpaduan antara gaya dan fungsi adalah tujuannya yang kami titikberatkan disini. Hal inilah yang menjadikan ajang edukasi untuk masyarakat Kota Bali pada saat gelaran,” lanjut Lily.

Makanya dalam proses seleksi pun tidak terlalu menitikberatkan banyaknya aplikasi lampu Autovision agar tampil menjadi sang juaranya. Tapi, unsur komposisi penempatan lampu, pemilihan lampu, serta fungsi dari lampu itu sebaiknya daapt meningkatkan kenyamanan berkendara bagi pengemudi dan pengguna jalan lainnya.

Itulah sebabnya, salah satu parameter yang dilakukan mengukur intensitas cahaya atau daya pancar cahaya lampu yang diaplikasi peserta. Metode penilaian menggunakan alat ukur Lux Meter guna mengetahui intensitas cahaya.

Dari beberapa peserta yang ikut ambil bagian, predikat Champion diberikan Honda CR-Z milik Iwan yang mengadopsi lampu HID Carbon D2S untuk projector headlamp, HID HB3 untuk high beam, Angel Eyes Wi-Fi RGB dan Foglamp LX6. Serta interior menggunakan T10 LED Microzen dan cabin COB dan LED roll.

Setelah dilakukan pengetesan intensitas cahaya, Honda CR-Z milik Iwan berhasil meraih poin tertinggi 523 lux. Artinya, semakin tinggi angka satuan Lux Meter menandakan semakin bagus intensitas cahayanya.

“Sang Champion memiliki kreativitas dengan aplikasi lampu Angel Eyes dengan modul RGB Wi-Fi control yang bisa dikoneksikan dengan smartphone. Sedangkan untuk interior, mengadopsi Microzen LED T10, sehingga tampilan interior mobil berkesan premium,” pungkas Lily.

Posisi Runner Up ditempati Honda Civic FD1 milik Putu dengan konsep Street Racing yang menggunakan Autovision HID Tuner, Apex3R HB3 Diamond Blue dan hasil pengetesan sebesar 476 lux.

Sedangkan posisi ketiga ditempapti Honda Jazz milik Gung Esa dengan aplikasi Autovision HID Tuner untuk low dan high beam, DRL Flextube dan interior elegan dengan terapan LED roll keluaran Autovision. Untuk hasil test cahaya berada pada angka 415 lux.

Dua seri ROL berikutnya bakal menyambangi Kota Pekanbaru pada 8-9 September dan di Jogjakarta yang berlangsung pada 3-4 November mendatang. [dp]