Kalau Stres Jangan Nyetir! Yuk Kenali Tanda-tandanya

Rear view of furious young man driving a car on the road at the traffic jam

JAKARTA (DP) – Mengemudi membutuhkan konsentrasi tinggi, karena bila tidak bakal mengundang bahaya. Adapun stres adalah kondisi psikis seseorang yang dapat mengganggu konsentrasi itu. Makanya jangan mengemudi bila dalam kondisi stres.

Tapi terkadang orang memaksakan diri untuk mengemudi meski pikirannya tengah berkecamuk. Atau terkadang orang terdekat tidak tahu kalau seseorang itu sedang stres. Nah, untuk itu Anda perlu mengetahui tanda-tanda stres yang dialami rekan, pasangan atau bahkan diri Anda sendiri.

 

Ada beberapa tanda ketika seseorang mengalami stres, seperti:

1. Gampang marah atau tersinggung terhadap kolega, rekan atau keluarga

2. Terlihat bingung, linglung, sering lupa atau murung

3. Suka ngebut

4. Jadi pendiam dan menyendiri

5. Tidak suka makan atau makan berlebihan

6. Banyak merokok, minum alkohol atau narkoba

7. Otot tegang

8. Sakit kepala

9. Merasa sakit

10. Tidur kurang nyenyak atau insomnia

11. Sering sakit.

 

Bila Anda stres dan ingin mengemudi, lakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Sempatkan jalan-jalan ke sekitar rumah sebentar untuk menghirup udara segar dan lepaskan rasa stres yang menganggu pikiran Anda

2. Tunggu sampai Anda merasa tenang, dan bila sudah merasa nyaman dapat melanjutkan perjalanan. Mengemudi sendiri memang bisa bikin stres, terutama pada jam sibuk, makanya bila Anda stres upayakan jangan mengemudi pada jam-jam tersebut.

3. Cobalah untuk berkonsentrasi dan ambil napas dalam-dalam sebelum berada di balik kemudi. Berdoa atau melakukan meditasi untuk menenangkan pikiran bisa Anda lakukan sebelum mengemudi.

4. Jika Anda merasa sakit akibat stres, seperti sakit kepala, sebaiknya pastikan kondisi Anda membaik sebelum mengemudi. Minum air yang cukup dan hirup udara segar.

5. Bikin daftar hal-hal yang membuat Anda stres dan tentukan waktu untuk mengatasinya di lain kesempatan.

6. Apakah Anda stres untuk lepas dari kecanduan alkohol, narkoba atau rokok? Hati-hati, kondisi ini masih mempengaruhi kondisi Anda, jadi pertimbangkan matang-matang sebelum mengemudi.

7. Jika Anda sulit tidur karena stres, pastikan Anda tidak terlalu lelah untuk mengemudi.

Jika Anda mengalami stres, ceritakan kepada orang yang Anda percaya bagaimana kondisi Anda. Terkadang buka-bukaan kepada orang tercinta mengenai kondisi Anda, dapat membuat perbedaan dan mereka tentu bisa membantu Anda mencari solusinya. [dp/TGH]

Previous articlePingin Buka Bisnis Logistik, Pakai Mobil Ini Lebih Asyik
Next articleInden Terus Mengular, Daihatsu Tambah Produksi Terios