Dirundung Kendala Teknis, Aldio Oekon Mampu Persembahkan Podium Utama


JAKARTA (DP) – ‘Payung’ keberuntungan ternyata berhasil menghinggapi Aldio Oekon pada lanjutan Kejurnas seri keempat Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM), akhir pekan lalu (18/8), di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Meski dirudung kendala teknis di awal balapan, namun pebalap dari tim Pertamax Motorsport ini mampu menyudahi perlawanan para rivalnya di trek hingga podium puncak berhasil Oekon persembahkan buat tim.

Oekon pun menuturkan, di awal balapan, dirinya sudah merasakan kalau mobil mengalami masalah sehingga jalannya balapan Kejurnas ETCC 2000 yang ia ikuti tidak berlangsung mulus.

Kendala tersebut muncul tatkala dirinya memasuki tikungan keempat pada lap pertama, sementara pertarungan dirinya dengan pebalap lain sedang seru-serunya terjadi.

Dengan kondisi itu, Gerhard Lukita dari tim ABM Motorsport dan Denny Rommel dari tim BJB Motorsport berhasil melewatinya, dan Oekon harus mengalami penurunan posisi cukup signifikan dan terlempar dari rombongan tiga besar di depan.

Baca juga:  Kedigdayaan Pebalap TTI di Seri Ketiga ISSOM 2018

“Pas keluar tikungan ketiga dan masuk tikungan keempat, mobil brebet. Terpaksa karena kondisi tersebut, saya harus ignition off dulu. Padahal di tikungan ketiga, saya sudah berada dalam posisi racing line untuk menahan laju mereka, namun keadaan berkata lain,” ujar Oekon lebih lanjut.

Melorot di pertengahan balapan, tidak lantas dirinya patah arang. BMW E36 yang menjadi tunggangan Oekon seakan mengerti keinginan sang driver. Pertarungan di trek ketiga pebalap tersebut kembali terjadi.

Keberuntungan kembali hingga di pundak Oekon kala Rommel terlibat dalam insiden dan mengharuskan Rommel harus ‘singgah’ sesaat ke area pit untuk drive through pada lap ke-8.

Sejatinya Oekon tidak mengharapkan kondisi tersebut terjadi. Justru yang ia butuhkan adalah pertarungan seru dan fair di trek, sebab ia beranggapan antara mobilnya dengan Rommel memiliki power yang hampir mirip.

“Secara keseluruhan sebisa mungkin saya menjaga jarak dengan Rommel tetap dekat. Sampai akhirnya pada lap ke delapan, dia masuk pit untuk drive through, dan saya bisa mengambil lagi di situ,” beber pria yang masih duduk di bangku kuliah ini.

Baca juga:  Bajaj Roda 4 Pengganti Bemo Bakal 'Disetrum'

Kendala non teknis harus dihadapi Oekon jelang balapan berakhir, yaitu terdapatnya ceceran oli dari salah satu mobil peserta tepat di racing line tikungan terakhir.

Menghadapi kondisi itu, Oekon pun tidak kehabisan akal, sebisa mungkin tunggangannya dia arahkan untuk tidak melintasi sudut seharusnya tersebut. Jika dilewati sudah dipastikan kecelakaan bisa terjadi menimpa dirinya.

Oekon berhasil bertengger di podium puncak dengan catatan waktu 22 menit 07,091 detik. Disusul posisi kedua di tempati pebalap Fastron Jakarta Ban Racing Team, Ahmad Fadillah Alam dan Rommel diurutan ketiga, dan ditutup oleh Romy Tahrizi di posisi keempat. [dp/MTH]