Ini Dia Bugatti Divo, Tenaga 1.500 PS Harga Rp84 Miliar | dapurpacu.id

Ini Dia Bugatti Divo, Tenaga 1.500 PS Harga Rp84 Miliar


PARIS (DP) – Publik akhirnya dapat menyaksikan wujud langsung dari hypercar lansiran Perancis, Bugatti Divo, yang telah banyak diperbincangkan dalam beberapa pekan ini.

Sama dengan para pendahulunya, Divo juga memiliki desain unik layaknya Chiron. Dibandingkan Chiron, banyak ubahan gaya desain dilakukan demi meningkatkan aerodinamika. Bugatti menyebut ada penambahan daya tekan (downforce) sebesar 90 kg.

Pada bagian depan, Divo memiliki gaya baru dengan keberadaan air intake berukuran besar dan spoiler lebar. Ubahan ini sangat membantu dalam meningkatkan downforce dan pendinginan mesin.

Selain itu, pendinginan untuk sistem pengereman didapatkan dari lubang pada sisi samping, tepatnya berasal dari aliran udara di area tekanan tinggi di atas bumper depan, yang meliputi dua inlet pada sayap depan, satu inlet pada radiator dan diffuser di depan ban.

Para desainer Bugatti memberi perhatian besar pada aspek aerodinamika dan pendinginan mesin serta peranti lainnya, seperti menciptakan desain atap yang unik sehingga dapat efektif mengalirkan udara. Ditambah dengan penutup mesin yang dirancang khusus guna memastikan ada udara masuk dengan volume cukup besar untuk membantu mendinginkan mesin 8.0-liter W16 yang diusung Divo.

Perbedaan paling kentara lain antara Divo dengan Chiron adalah desain lampu utamanya dan keberadaan diffuser besar yang sengaja dirancang untuk mengakomodasi empat knalpot. Desainer juga menempatkan aerodynamic side skirts, sebuah sirip di tengah dan spoiler baru, yang juga berfungsi sebagai penunjang stabilitas.

Untuk spoiler pada Divo lebih lebar 23 persen dibandingkan yang dimiliki Chiron, dan Bugatti mengklaim ini secara signifikan menambah downforce  dan performa pengereman.

Sedangkan mesin yang dicangkokkan pada Divo adalah mesin yang sudah familier, yakni quad-turbocharged 8.0-liter W16 yang menghasilkan tenaga hingga 1.500 PS (1.103 kW / 1.479 hp).

Namun demikian, Bugatti merancang Divo tak dilengkapi dengan mode kecepatan puncak (top speed mode), sehingga kecepatannya dibatasi hanya sampai di angka 380 km/jam.

Meski sepertinya hal itu akan mengecewakan penggemar Bugatti, tapi Divo tetap diposisikan sebagai model yang berorientasi pada performa, jadi tak melulu soal kecepatan, melainkan performa kendaraan secara keseluruhan.

Untuk itu, Bugatti melakukan penyempurnaan pada sejumlah aspek, seperti suspensi dan sistem pengereman. Divo juga berbobot lebih dengan 35 kg daripada Chiron berkat velg yang lebih ringan dan pemakaian penutup intercooler yang terbuat dari serat karbon.

Pengurangan bobot juga dilakukan dengan tak banyak menggunakan insulasi, audio system yang lebih ringan dan mengurangi jumlah kompartemen penyimpanan di konsol tengah dan panel pintu.

Semua ubahan itu membuat Divo mampu melahap Sirkuit Nardo lebih cepat 8 detik ketimbang Chiron.

Keunikan Divo juga terpancar dari kabinnya yang memiliki warna two-tone dan balutan kulit Divo Grey Alcantara pada tempat duduknya, yang kontras dengan aksen Divo Racing Blue.

Untuk nama Divo sendiri diadopsi dari nama pebalap Perancis Albert Divo, dan untuk produksinya dibatasi hanya 40 unit dengan harga sekitar Rp84 miliar. [dp/TGH]