JAKARTA (DP) – Duka Lombok belum juga berakhir, beberapa gempa susulan masih terus terjadi hingga kini. Jumlah pengungsi pun makin bertambah dan memerlukan banyak bantuan. Salah satunya adalah penerangan dikarenakan padamnya listrik di sana.
Yayasan Wahana Artha Group (YWA) tergerak untuk memfasilitasinya, dengan memberikan bantuan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, 500 lampu penerangan hasil karya salah satu SMK binaan Wahana diturunkan ke tiga lokasi bencana di kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.
Distribusi donasi dilakukan langsung oleh perwakilan YWA kepada pengungsi pada 23 dan 24 Agustus lalu. Adapun desa yang mendapatkan bantuan tersebut merupakan lokasi yang terdampak besar gempa, seperti desa Lendang Bajur, Balekuwu, dan desa Medas.
Lampu ini sendiri merupakan hasil dari olah limbah bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) Jaringan Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS). Buana Smart Light dipilih sebagai bantuan yang tepat.
Lampu jenis solar cell ini adalah hasil karya SMK Jaya Buana. Karya mereka juga berhasil meraih juara 2 dalam ajang Kontes Astra Honda Best Student 2018 (AHMBS) yang digelar awal Agustus ini.
“Gempa susulan yang kerap terjadi di Lombok ini merusak beragam fasilitas penting masyarakat, salah satunya suplai listrik. Untuk memberikan kemudahan beraktivitas pengungsi di malam hari, kami distribusikan 500 unit lampu solar cell,” papar Ketua Umum YWA, Ronnal Prawira.
Dalam pendistribusiannya, YWA juga melibatkan tim komunitas Honda CRF Mataram untuk membantu mengirimkan bantuan ke wilayah yang sulit di tempuh akibat dampak gempa.
Tak hanya lampu, Wahana juga menyerahkan bantuan uang tunai melalui kantor perwakilan Honda Sales Operation (HSO) Mataram senilai Rp 250 juta. Bantuan yang di terima langsung oleh Region Head HSO Mataram, Wahyudi Saputra diharapkan dapat tersalurkan untuk korban bencana secara tepat, karena mengetahui beragam kondisi korban di lokasi.
“Karena listrik sulit, bantuan lampu solar cell ini juga dapat digunakan sebagai sarana untuk charge HP, dan bisa dijadikan alat hiburan untuk pengungsi,” jelas Ronnal. Dia juga berhap duka Lombok dapat segera selesai dan masyarakat dapat melanjutkan kehidupan normal. [dp/MTH]





